3 Cara yang Perlu Ditempuh Jakarta untuk Turunkan Pencemaran Udara

Berita Kawasan

3 Cara yang Perlu Ditempuh Jakarta untuk Turunkan Polusi Udara

Awal Juli 2019, puluhan individu menggugat Presiden Republik Indonesia, Gubernur DKI Jakarta, dan lima pejabat pemerintahan lainnya atas kelalaian mengendalikan pencemaran udara Jakarta. Peneliti Hukum pada Divisi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Fajri Fadhillah dari Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) mengatakan, sumber masalah dari polusi udara di Jakarta adalah kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang bermasalah.

"Kebijakan saat ini tidak memberikan target yang memadai dan dianggap terlalu rendah untuk mencapai kualitas udara yang baik bagi kota Jakarta," demikian kata Fajri dalam tulisan yang dipublikasikan di theconversation.com (22/7/2019). Menurutnya, perlu ada evaluasi target.

Ini Bahaya Polusi Udara Terhadap Tubuh Anda

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta untuk tahun 2017-2022 menargetkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) yaitu indeks yang menilai kualitas air, udara, dan tutupan lahan mencapai 38.27 pada tahun 2022, meningkat dari 36.41 pada tahun 2017.

Dengan target tersebut, Jakarta hanya perlu meningkatkan Indeks Kualitas Udara (IKU) sebesar 0.558 hingga mencapai 54.058 pada tahun 2022 yang masih berada pada level kurang baik. Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menetapkan kisaran nilai IKLH yang baik berada pada rentang angka 70-80.

[Baca Juga: Kurangi Polusi Udara, ASN Dianjurkan Gunakan Transportasi Publik]

Berikut tiga acara yang perlu ditempuh Pemprov DKI Jakarta untuk menurunkan tingkat polusi udara di ibu kota menurut Fajri.

1. Indikator yang Sesuai

Mencantumkan parameter untuk debu halus atau Particulate Matter 2.5 (PM2.5) sebagai salah satu indikator kualitas udara yang buruk dan berkaitan erat dengan kesehatan manusia, contohnya penyakit kardiovaskular. Tanpa PM2.5, maka pencapaian IKU sebagai indikator pemulihan udara sangat mungkin terlalu rendah dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Selain itu, perlu juga mencantumkan target penurunan konsentrasi Ground level ozone (O3) yang merupakan polutan dominan di Jakarta. Untuk menurunkan jumlah PM2.5 dan O3, tetap harus menurunkan konsentrasi ketiga pencemar lain, seperti SO2, NO2, dan CO.

2. Inventaris Emisi

Selanjutnya, pemerintah DKI Jakarta harus melakukan inventarisasi emisi untuk mengetahui berapa banyak emisi yang harus dikurangi dari setiap sumber pencemar, baik itu dari sumber pencemar bergerak maupun sumber pencemar tidak bergerak. Target pemulihan udara Jakarta dan inventarisasi emisi ini yang menjadi syarat agar pelaksanaan program pengendalian pencemaran udara yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta menjadi tepat sasaran dan terukur.

3 Cara yang Perlu Ditempuh Jakarta untuk Turunkan Pencemaran Udara

3. Menunda Pembangunan

Pemulihan udara tidak hanya berbicara tentang upaya mengurangi emisi dari sumber pencemar udara, namun juga mengkritisi rencana pembangunan yang berpotensi memperparah kualitas udara di Jakarta, contohnya rencana pembangunan insinerator di Jakarta untuk pembakaran sampah. Insinerator berpotensi membuang berbagai jenis pencemar udara, salah satunya PM2.5. Selain itu, rencana pembangunan enam ruas tol dalam kota di Jakarta sepanjang 69,6 km kontraproduktif dengan upaya pemulihan udara Jakarta.

[Baca Juga: Ini Bahaya Polusi Udara Terhadap Tubuh Anda]

Dua rencana pembangunan tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Maka dari itu, upaya pemulihan udara Jakarta tidak bisa hanya terbatas pada upaya pemerintah DKI Jakarta, tapi juga memerlukan upaya dari pemerintah pusat.

Tiga hal itu merupakan opsi yang patut dipertimbangkan pemerintah pusat dan pemerintah DKI Jakarta demi menurunkan tingkat polusi udara. Upaya pemulihan udara Jakarta menjadi kegiatan yang sia-sia apabila tidak didukung mempertimbangkan ketiga faktor yang telah disebutkan.


Read More

Artikel Lainnya

COVID-19 Omicron Sub-varian Baru Sentuh Ratusan Kasus, Ini Pandangan Epidemiolog Unai r.jpg

Kesehatan

COVID-19 Omicron Sub-varian Baru Sentuh Ratusan Kasus, Ini Pandangan Epidemiolog Unair

27 June 2022, 16:46

Saat ini pemerintah mengungkapkan bahwa kasus COVID-19 jenis Omicron varian BA.4 dan BA.5 telah menginfeksi ratusan orang di Tanah Air dan situasi ini mendorong epidemiolog dari Unair angkat suara.

Yogyakarta Terapkan Aturan Jam Malam Demi Lindungi Generasi Muda.jpg

Berita Kawasan

Yogyakarta Terapkan Aturan Jam Malam Demi Lindungi Generasi Muda

27 June 2022, 14:43

Demi terhindar dari potensi terjadinya kejahatan klitih, Yogyakarta secara resmi memberlakukan kebijakan aturan jam malam.

Komunitas Banksasuci Lakukan Aksi Bersih-Bersih di Alun-Alun Tangerang.jpg

Berita Kawasan

Komunitas Banksasuci Lakukan Aksi Bersih-Bersih di Alun-Alun Tangerang

27 June 2022, 10:44

Pada akhir pekan lalu, para anggota Banksasuci Foundation memutuskan turun ke lapangan demi mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga Alun-Alun Tangerang dari sampah.

Rangkaian Radiance Up! dari Y.O.U Beauty Atasi Wajah Kusam Akibat Polusi Udara

Kecantikan dan Fashion

Rangkaian Radiance Up! dari Y.O.U Beauty Atasi Wajah Kusam Akibat Polusi Udara

25 June 2022, 13:03

SymWhite 377, Vitamin C, dan Ekstrak Licorice membantu menghambat produksi melanin, sedangkan Niacinamide (B3) membantu menghambat transfer melanin di kulit.


Comments


Please Login to leave a comment.