PEJATEN-KESEHATAN-3 HAL YANG HARUS DIHINDARI ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK USIA DINI-YAKUB-1100 px X 600 px-01.jpg

Pendidikan

3 Hal yang Harus Dihindari Orangtua dalam Mendidik Anak Usia Dini

Dibutuhkan perhatian khusus kepada anak pada usia dini agar pertumbuhan dan perkembangannya bisa sejalan dengan harapan orangtua. Baik sang ibu maupun ayah, harus mengetahui jika setiap anak mulai memiliki kemampuan bicara, pemahaman, kognitif, keterampilan motorik, dan keterampilan sosial, sejak memasuki usia 12 bulan.

Menurut studi yang dilakukan Haryana State Commission for Protection of Child Rights, anak-anak bisa memahami dan menyerap apa yang terjadi di sekitar mereka tanpa adanya seleksi. Karena itu, orangtua berperan untuk membantu penyelesaian agar pendidikan yang terserap anak lebih banyak yang baik dan positif.

[Baca Juga: Pendidikan Usia Dini Berbasis Lifestyle dan Technology]

Sayangnya, ternyata maraknya kekerasan yang dialami anak oleh orangtua justru semakin meningkat. Potret kasus pelanggaran hak anak dari tahun ke tahun terjadi sangat fluktuatif. Melansir data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan, kasus pengaduan yang masuk KPAI pada 2018 mencapai 4.885 kasus (14/1/2019).

Kasus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) masih menduduki urutan pertama, yakni mencapai 1.434 kasus, kemudian disusul kasus terkait keluarga hingga mencapai 847 kasus.

Maka, dukungan dan cara orangtua dalam mendidik menjadi kunci supaya sang anak tak berperilaku buruk sejak dini. Berikut empat hal yang harus dihindari orangtua dalam mendidik anak usia dini.

1. Hindari Menggunakan Kekerasan

Dilansir dari Hindustantimes.com (14/1/2019), kekerasan dalam rumah tangga sangat berkaitan erat dengan perkembangan mental sang anak. Karena anak seringkali menjadi sasaran kemarahan dari orang tua. Hal itu tentu harus dihindari sebab sang anak belum bisa menyaring apa yang orang tua lakukan saat masih balita.

2. Gaya Hidup Orangtua

Studi embriologi dan pediatri, mengatakan bahwa otak berkembang dengan kecepatan luar biasa selama tahap perkembangan awal bayi dan masa kanak-kanak. Paparan gaya hidup orang tua yang negatif seperti, merokok di depan anak, atau menenggak alkohol di rumah, justru akan memengaruhi mental sang anak.

Selain bisa mencontoh perbuatan orang tua yang berperilaku negatif, anak juga bisa terkena penyakit yang terdapat dari gaya hidup orang tuanya sendiri. sang anak akan kecenderungan tak sehat, cenderung reaktif, dan kurang adaptif.

3. Mengabaikan Keinginan Anak

Mengabaikan keinginan anak adalah hal yang bisa menurunkan stimulasi otak dan pertumbuhan anak pada usia dini. Anak-anak yang kurang perhatian cenderung kurang percaya diri dan tak percaya pada orang tua. Emosi mereka mudah meledak-ledak dan tak bisa ditebak.

[Baca Juga: Ternyata, Ada Cara Khusus untuk Lebih Memahami Anak]

Dalam beberapa situasi, kesulitan ini bisa terlanjut hingga fatalnya sang anak bisa tak peduli dengan orangtua dan memilih untuk pergi dari rumah.

Sebagai orang tua, setidaknya Anda harus bisa mengerti terlebih dahulu apa keinginan sang anak. Jika memang tak bisa dituruti, coba jelaskan dengan bahasa yang halus dan mudah dimengerti buah hati.

Read More

Artikel Lainnya

Teletubies 1.jpg

Hobi dan Hiburan

Menghabiskan Waktu di Bukit Teletubies Bersama Gunung Arjuno

10 April 2021, 17:08

Berwisata di tempat menyejukkan yang tak perlu bayar tiket atau parkir ada di Kota Batu, yakni Bukit Teletubies.

Pebisnis Louhan 1.jpg

Bisnis

Cerita Pebisnis Ikan Louhan, Berawal dari Hobi Hingga Untung Jutaan Rupiah

10 April 2021, 16:09

Memiliki keunikan tersendiri, ikan louhan diminati banyak orang. Ada yang menjadi hiasan di rumah, sampai menjadikannya peluang usaha.

Masjid

Berita Kawasan

Pesona Masjid Megah Menjelang Ramadan Kota Depok

10 April 2021, 15:07

Kota Depok memiliki masjid yang tak kalah indah dan megah dari Masjid Kubah Emas, yaitu Masjid Nurul Mustofa.

Operasi pasar Dinas Perdagangan Kota Semarang

Bisnis

Dinas Perdagangan Semarang Gandeng Polrestabes untuk Stabilkan Harga Sembako

10 April 2021, 14:08

Dinas Perdagangan Kota Semarang akan bekerjasama dengan Polrestabes Semarang untuk mengunjungi peternak dan penjual tingkat pertama guna berdialog agar harga ayam tetap stabil dan terjangkau masyarakat.


Comments


Please Login to leave a comment.