3 Solusi Wali Kota Depok Atasi Pengangguran

Bisnis

3 Solusi Wali Kota Depok Atasi Pengangguran

Pengangguran merupakan masalah negara yang kompleks dan belum kunjung selesai. Walaupun sempat mengalami penurunan, jumlah pengangguran di Indonesia masih cukup banyak jumlahnya. Alasan masih banyaknya pengangguran adalah salah satunya faktor prefensi, di mana banyak para lulusan baru yang memilih-milih pekerjaan.

Menurut Kementerian ketenagakerjaan Republik Indonesia Bambang Satrio Lelono pada tahun 2017, masih banyak lulusan baru yang tak mau bekerja karena menganggap kompetensi yang mereka miliki tak setara dengan pekerjaan yang ada. selain itu, masalah lain yang jadi faktor tingginya pengagguran adalah kompetensi ilmu tidak dibutuhkan atau tidak sesuai dengan kualifikasi.

[Baca Juga: Pemkot Jakpus Bagikan 209 Kartu Pekerja Pada Hari Buruh]

Masalah ini tentu bukan hanya jadi masalah pemerintah, namun juga semua lapisan masyarakat. Untuk mengatasi masalah pengagguran Kota Depok yang tiap tahun jumlah penduduknya bertambah memiliki upaya agar angka pengangguran tak meningkat.

Melansir dari depok.go.id (8/8/2019) Wali Kota Depok Mohammad Idris menyebutkan, Dinas Tenaga Kerja Kota Depok bertugas bukan hanya untuk mengendalikan buruh demo, namun juga berkewajiban untuk mengurangi tingkat pengangguran.

Ada beberapa hal yang dilakukan Pemkot Depok untuk mengatasi masalah tenaga kerja ini, yaitu:

  1. Pematangan konsep untuk mengatasi pengangguran
  2. Memaksimalkan sarana dan prasarana yang sudah disediakan Pemkot
  3. Evaluasi dari program yang sudah berjalan

[Baca Juga: Pemkot Jaksel Adakan Job Fair di Universitas Al-Azhar]

Idris menyebutkan, pihaknya sedang mengkaji perihal pelatihan pencari kerja yang biasa dilakukan di Balai Latihan Kerja (BLK) agar saat disalurkan ke perusahaan sudah siap bekerja. Selain itu, menurut Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Banu Muhammad Haidir menyebutkan, Perangkat Daerah (PD) terkait harus terlibat aktif mengentaskan pengangguran, misalnya Dinas Pendidikan (Disdik) yang bermitra dengan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar bisa memberikan manfaat untuk kedua belah pihak.

“Kalau siswa sudah mulai dilatih mengembangkan usaha melalui UMKM, maka saat lulus mereka sudah punya keahlian bekerja maupun berbisnis. Pemerintah juga bisa membuat situasi yang kondusif dan menghubungkan UMKM dengan dunia luar,” ujar Banu.

Banu juga menyebutkan, pemerintah bisa memanfaatkan teknologi dan menggabungkannya dengan UMKM. Selain itu, pemerintah juga harus fokus untuk mendekatkan dunia UMKM dengan dunia perbankan, agar masalah permodalan bukan lagi jadi masalah.


Read More

Artikel Lainnya

Jakarta Concert Week 2023 Siap Digelar di GJAW.jpg

Hobi dan Hiburan

Jakarta Concert Week 2023 Siap Digelar di GJAW

07 February 2023, 14:00

Gaikindo Jakarta Auto Week 2023 nantinya tak hanya berisikan pameran otomotif tapi juga siap didampingi acara konser seru bertajuk Jakarta Concert Week 2023.

Sukses Raih Penghargaan Acer Smart School Awards 2022, Ini 12 Pemenangnya.jpg

Pendidikan

Sukses Raih Penghargaan Acer Smart School Awards 2022, Ini 12 Pemenangnya

07 February 2023, 11:00

Melalui Acer Smart School Awards 2022, Acer beri penghargaan kepada belasan sekolah dan para guru kreatif yang dipandang mendorong transformasi pendidikan Indonesia.

Ini Komunitas Unpad Peduli Anabul Penghuni Area Kampus.jpg

Pendidikan

Ini Komunitas Unpad Peduli Anabul Penghuni Area Kampus

06 February 2023, 14:53

Bergabung dalam UnpadSF, sejumlah mahasiswa Universitas Padjadjaran mengisi sela-sela waktunya untuk membantu serta melindungi anabul yang tinggal di sekitaran kampus Unpad.

CFD Kota Medan Bawa Berkah Bagi Pengusaha UMKM.jpg

Bisnis

CFD Kota Medan Bawa Berkah Bagi Pengusaha UMKM

06 February 2023, 12:51

Selain untuk berolahraga, CFD Kota Medan juga menjadi momen berkumpul bersama keluarga serta teman dan ini menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha UMKM Kota Melayu Deli.


Comments


Please Login to leave a comment.