3 Tanda Sayang pada Diri Sendiri Saat Menghadapi Masa Sulit

Kesehatan

3 Tanda Sayang pada Diri Sendiri Saat Menghadapi Masa Sulit

Apakah setiap orang punya keterbatasan? apakah setiap manusia pernah mengalami kegagalan? dan apakah kegagalan yang dialami manusia dapat dipandang sebagai proses untuk menjadi pribadi yang lebih baik?

Semua orang mungkin akan langsung menjawab “ya” atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Namun, bila tiga pertanyaan itu ditanyakan pada seseorang saat dirinya sedang terpuruk, belum tentu ia akan mengiyakannya. “Mengapa ya kerap kali kita tidak terima tiga hal tadi saat sedang di masa sulit?” tanya Psikolog Pratiwi Widyasari kepada para peserta dalam webinar bertajuk Self Compassion di Masa Sulit yang diselenggarakan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada Kamis (14/5/2020).

Ketahui Protokol Isolasi Diri Sendiri  dalam Penanganan COVID-19

Psikolog dengan sapaan akrab Wiwid tersebut menjelaskan, karena manusia cenderung tak menerima kegagalan dan tak menyadari keterbatasannya saat sedang terpuruk, muncullah konsep self compassion.Self compassion adalah kasih sayang terhadap diri sendiri yang dilakukan dengan mengaitkan diri pada kegagalan, ketidakmampuan, atau penderitaan pribadi,” jelas Wiwid. Singkatnya, self compassion adalah kasih sayang terhadap diri sendiri saat berada di masa sulit.

Tentunya ada individu yang sudah mampu memberikan kasih sayang terhadap dirinya sendiri ketika mengalami kesulitan, ada pula yang masih mencoba untuk mampu melakukan hal tersebut. Wiwid menjelaskan tiga hal yang menjadi tanda bila seseorang mampu menyayangi dirinya saat menghadapi masa sulit dalam hidup.

1) Tidak Menyalahkan Diri Sendiri

Tidak menyalahkan diri sendiri menjadi tanda yang pertama. Hal ini disebut Wiwid berkaitan erat dengan konsep self kindness atau berbaik hati pada diri sendiri saat dalam situasi terpukul.

“Kalau punya self compassion, maka kita lemah lembut dan baik sama diri sendiri saat sedang terpukul. Lawannya [self kindness] adalah self judgement, seperti berkata pada diri sendiri aduh payah banget sih,” kata dosen di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu.

Justru, saat seseorang berbaik hati pada dirinya sendiri, ia sejatinya sedang meringankan penderitaannya dan berusaha membuat diri merasa nyaman kala menghadapi permasalahan.

3 Tanda Sayang pada Diri Sendiri Saat Menghadapi Masa Sulit

2) Menyadari Bahwa Orang Lain Juga Mengalami Hal yang Sama

“Kalau kita memiliki self compassion, kita sadar ini [rasa sakit, luka, kegagalan] juga dialami oleh semua orang,” jelas Wiwid mengenai tanda self compassion yang kedua.

Dengan menyadari hal itu, sambungnya, seseorang tidak akan fokus pada diri sendiri hingga berlarut-larut dalam kesedihannya, merasa dirinya paling menderita.

Bila menyadari bahwa kesulitan, tantangan, dan kekurangan tidak terpisahkan dari manusia, seseorang akan merasa tidak terisolasi dan mampu memandang segala sesuatu dengan positif.

3) Mampu Mempraktikkan Mindfulness

Wiwid menjelaskan tanda seseorang memiliki self compassion adalah mampu mempraktikkan mindfulness, yaitu memahami emosinya tetapi tidak mengidentifikasi emosi tersebut secara berlebihan.

“Jadi coba kita pikir apakah kita berlarut-larut dalam emosi kita saat itu [saat sedang terpuruk] atau kita paham dengan emosi kita sendiri sehingga kita bisa lebih objektif?” paparnya.

“Orang-orang yang mindful itu paham kalau diri dia sedang marah, tetapi mempunyai kontrol emosi yang lebih bagus,” imbuh Wiwid.

[Baca Juga: Tips Manajemen Stres Ala WHO untuk Jaga Kesehatan Mental Kala Pandemi]

Wiwid memberi contoh seseorang yang marah karena berselisih paham dengan temannya. Bila ia mempraktikkan mindfulness, ia akan menyadari kalau dirinya sedang marah. Namun, ia mampu berpikir dengan jernih terkait apa yang menyebabkan dirinya marah, apa yang harus diperbuatnya serta apa yang bisa dilakukannya dalam menghadapi hal itu. Itulah mengapa, Wiwid menyebut orang yang mindful memiliki pikiran yang jernih, hati yang baik, dan tubuh yang tenang.

Pada dasaranya, self compassion atau menyayangi diri sendiri adalah suatu hal yang bisa dilatih. Salah satu cara yang dijelaskan Wiwid adalah berteman dengan rasa sakit. Praktiknya, seseorang perlu merenungi apa yang dipedulikan olehnya sehingga ia mengalami rasa sakit. Kemudian, ia harus berpikir bagaimana rasa sakit tersebut dapat membantunya tumbuh, berkembang, dan memiliki kekuatan. Supaya lebih mudah memahaminya, poin-poin itu bisa ditulis dalam sebuah jurnal. Harapannya, dengan melakukan hal tersebut, seseorang dapat menyikapi dengan baik rasa sakit yang dihadapinya ketika mengalami masa sulit.

[Baca Juga: Mengurangi Kecemasan dengan Kegiatan Mencuci Piring]


Read More

Artikel Lainnya

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam.jpg

Kecantikan dan Fashion

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam

03 October 2022, 17:32

Alih-alih menggunakan kulit sapi, kambing, atau reptil, salah satu brand di Kota Bandung menggunakan ceker ayam sebagai bahan baku produk sepatunya.

Melalui Buku Ini, Masyarakat Diajak Sajikan dan Lestarikan Kuliner Asli Betawi.jpg

Kuliner

Lestarikan Kuliner Asli Betawi Melalui Buku

03 October 2022, 14:30

Belum lama ini Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia, istri Gubernur DKI Jakarta dan istri mantan Sekda DKI Jakarta berkolaborasi guna menghasilkan buku yang mengulas resep tradisional khas Betawi.

3 Startup Naungan East Ventures Ini Dukung Ekosistem Kopi Tanah Air.jpg

Bisnis

3 Startup Naungan East Ventures Ini Dukung Ekosistem Kopi Tanah Air

03 October 2022, 11:28

East Ventures setidaknya telah mendanai tiga perusahaan startup yang mendukung perkembangan ekosistem kopi di Tanah Air.

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.


Comments


Please Login to leave a comment.