3 Tantangan Jika Ingin Jadi Pengusaha Ikan Hias

Bisnis

3 Tantangan Jika Ingin Jadi Pengusaha Ikan Hias

Jika berbicara mengenai usaha ikan hias, maka salah satu pengusaha yang terbilang sukses adalah Julius Wijaya dengan usahanya yang bernama UD. Tirta Mas Agung Abadi. Semenjak tahun 1995, ia telah menekuni dunia bisnis ikan hias dan kerap melayani konsumen yang membeli dalam jumlah besar. Karena pengalamannya selama puluhan tahun di dunia bisnis ini, Julius pun kerap diundang di berbagai seminar untuk membicarakan pengalamannya serta tips untuk menjadi pengusaha ikan hias.

Menurut Julius ini merupakan saat yang tepat untuk seseorang terjun ke dunia bisnis ikan hias. Pasalnya, pengusaha ikan hias tidak hanya menargetkan pasar dalam negeri mengingat permintaan ikan hias di luar negeri cukup tinggi. Contohnya Amerika Serikat yang memiliki minat tinggi terhadap ikan cupang. Direktur perusahaan UD. Tirta Mas Agung Abadi ini juga mengatakan, Indonesia juga memiliki berbagai aspek untuk menunjang budi daya ikan hias.

3 Tantangan Jika Ingin Jadi Pengusaha Ikan Hias

“Indonesia adalah negara yang diberikan anugerah luar biasa, mau TDS (Total Dissolved Solids atau padatan larutan di dalam air) rendah, sedang, maupun TDS yang tinggi ada semua. Sehingga banyak sekali ikan-ikan dari belahan dunia yang lain juga bisa dibudidayakan di Indonesia,” ucap Julius di seminar Temu Usaha Ikan Hias: Upaya Memperluas Pasar Ikan Hias yang diadakan di Swiss-Belresidences Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan (1/8/2019).

[Baca Juga: Pengusaha Ikan Hias Jakarta Diajak Incar Pasar Internasional]

Dari mulai ikan arwana, koi, tetra, sampai cupang dapat dikembangkan di Indonesia jika Anda memang ingin menjadi pengusaha ikan hias. “Mengapa budidaya ikan hias? Karena sudah teruji puluhan tahun di pasar tidak akan hilang. Kemudian sangat mudah dibudidayakan, bentuknya yang unik, mudah dikawinsilangkan untuk membuat strain dan varian baru, mudah pemeliharaannya, mudah memasarkannya, beraneka ragam warnanya, dan menyejahterakan,” tutur Julius.

1. Faktor Lahan

Tentu saja seperti bisnis lainnya, seorang entrepreneur yang ingin menjadi pengusaha ikan hias juga akan menghadapi sejumlah tantangannya dalam usahanya. Menurut Julius, tantangan pertama adalah kurangnya lahan sehingga pengusaha ikan hias kerap kali terbentur dengan harga tanah yang mahal untuk membuka bisnisnya.

2. Faktor Iklim

“Faktor iklim yang tidak menentu dan serangan penyakit ikan yang berisiko menyebabkan kematian ikan sehingga akan menimbulkan kerugian,” ungkap Julius terkait tantangan kedua sebagai pengusaha ikan hias. Ia mencontohkan, bagaimana wilayah Jawa terpapar angin muson timur dan ini mempengaruhi beberapa bulan dalam setahun yang memiliki rentang suhu yang jauh berbeda di kala pagi, siang, dan malam. Hal ini dapat memicu ikan hias mengalami stres.

3. Faktor Tren Pasar

Kemudian tantangan ketiga adalah mengenai tren pasar ikan hias yang gampang berubah. “Jadi otomatis kita berkomunitas itu butuh informasi sehingga kita bisa berdiskusi apa yang menjadi tren di masa depan,” kata Julis. Ia menambahkan, tantangan lainnya yang harus siap dihadapi oleh pengusaha ikan hias adalah persaingan dengan sesama breeder lainnya, baik di dalam dan luar negeri.

[Baca Juga: Mengintip Pasar Ikan Hias Radio Dalam]

Namun seperti bisnis lainnya, berbagai tantangan ini memang harus dihadapi agar Anda sukses selaku entrepreneur. Namun berdasarkan pengalaman puluhan tahun dari Julius, tantangan di atas juga dipermudah dengan sistem penjualan ikan hias saat ini. Di mana breeder dan konsumen sudah dapat saling bertransaksi tanpa pihak ketiga melalui media sosial.


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.