4 Makanan yang Dapat Merusak Memori

Kesehatan

4 Makanan yang Dapat Merusak Memori

Tahukah ada beberapa makanan yang bisa mengakibatkan Anda cepat lupa karena memori cepat sekali hilang dan susah diingat? Sebuah studi menemukan bahwa lemak jenuh dapat merusak memori otak dan meningkatkan kadar kolesterol.

Sebuah penelitian silakukan pada perempuan, hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi lemak jenuh yang banyak ditemukan dari makanan seperti mentega dan daging merah membuat objek tersebut mendapatkan nilai buruk dalam tes memori dibandingkan perempuan yang tidak mengonsumsi lemak jenuh.

Lemak tidak sehat seperti lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol buruk dan mempercepat pembentukan plak betaamiloid di otak. Protein lengket, menumpuk, dan membentuk plak yang menyebabkan memicu penyakit Alzheimer. Lemak jenuh juga dapat memperlambat produksi asam lemak omega-3 dalam tubuh, yang memiliki peran penting untuk otak.

[Baca Juga: Jangan Takut Menua, Sel-Sel Otak Bakal Tetap Tumbuh Sepanjang Hidup]

Maka dari itu, Anda harus mengetahui makanan apa saja yang mengandung lemak jenuh paling banyak untuk menghindari risiko rusaknya memori. Dilansir boldsky.com (9/5/2019) berikut empat daftarnya.

1. Beberapa Jenis Kue

Kue kering ataupun kue basah seperti bolu mengandung banyak margarin di mana mengandung banyak lemak jenuh. Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa peningkatan asupan lemak jenuh dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer, penurunan fungsi kognitif otak, penurunan memori, dan volume otak yang rendah. Jadi, jangan terlalu sering mengonsumsi pie, kue, dan kue kering.

2. Popcorn

Popcorn atau kudapan yang dibuat dari jagung ini biasanya dibuat menggunakan mentega, sehingga camilan yang paling cocok dinimati saat menikmati film layar lebar ini mengandung lemak jenuh dalam jumlah tinggi. Bagaimana tidak? 28gr popcorn asin mengandung 2,5 g lemak jenuh, sementara 32gr popcorn rasa karamel mengandung 1,5gr lemak jenuh. Popcorn mengandung diacetyl, bahan kimia yang bisa meningkatkan plak amiloid di otak. Kandungan tersebut memiliki kaitan dengan penyakit Alzheimer.

[Baca Juga: Radiasi Ponsel Sebabkan Kanker Otak, Benarkah?]

3. Kentang Goreng

Tahukah Anda jika 100 g kentang goreng memiliki muatan 0,1gr lemak trans dan 2,3gr lemak jenuh. Mengonsumsi terlalu banyak kentang goreng dapat membuat Anda memiliki risiko tinggi penyakit Alzheimer dan penurunan fungsi kognitif. Hindari mengonsumsi kentang goreng kemasan, akan lebih baik Anda membuat kentang sendiri yang lebih murah dan sehat.

4. Pizza

Pizza yang mengandung banyak pepperoni, sosis, dan bacoon atau daging sapi mengandung lemak trans dan lemak jenuh. 100 g pizza mengandung 0,2gr lemak trans dan 4,5gr lemak jenuh. Daging dan produk susu memiliki sejumlah kecil lemak trans alami.

Itulah empat makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang tak baik untuk kesehatan otak.

Read More

Artikel Lainnya

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik .jpg

Berita Kawasan

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik

29 September 2020, 16:08

Salah satu inovasi yang diterapkan di Terminal Jatijajar di masa pandemi seperti sekarang adalah pemberlakukan sistem e-ticketing.

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir.jpg

Berita Kawasan

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir

29 September 2020, 15:03

Wali Kota Tangerang memastikan pihaknya sudah mempersiapkan skenario antisipasi terhadap potensi terjadinya banjir akibat musim hujan.

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember.jpg

Berita Kawasan

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember

29 September 2020, 14:02

Pemkot Tangerang saat ini tengah bekerja keras untuk mengubah status wilayahnya dari zona orange menjadi zona hijau COVID-19.

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September .jpg

Berita Kawasan

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September

29 September 2020, 13:01

Pasar Ciplak di wilayah Jakarta Selatan disebut ditutup pada pekan ini usai ada pedagang yang positif COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.