5 Kandungan Kosmetik yang Harus Diwaspadai Muslim

Kecantikan dan Fashion

5 Kandungan Kosmetik yang Harus Diwaspadai Muslim

Kosmetik merupakan hal normal dipakai wanita. Namun sebagai muslim Anda tak boleh sembarangan menggunakan kosmetik yang ada di pasaran. Anda harus jeli melihat kandungan yang ada di dalam produk kosmetik yang akan Anda beli, karena dikhawatirkan akan ada beberapa bahan yang disebutkan haram karena menggunakan bahan yang dilarang panduan agama Islam yaitu, Al-Quran dan Hadits.

Pastikan produk kosmetik yang akan Anda beli memiliki sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Akan tetapi, jika produk yang Anda beli merupakan produk yang berasal dari luar negeri, Anda perlu waspada terhadap beberapa kandungan tertentu.

[Baca Juga: Mau Berlibur ke Pulau Seribu? Ini 4 Pilihan Swim Wear Untuk Muslimah]

Merangkum dari berbagai sumber (14/3/2019) berikut beberapa kandungan yang harus waspadai oleh seorang muslim yang sedang mencari kosmetik.

1. Gliserin

Kandungan yang satu ini berada dalam beberapa produk kosmetika seperi sabun mandi, pelembab, body lotion, masker, bedak, produk untuk bibir, hingga trabir surya. Gliserin merupakan turunan lemak yang dihasilkan dari hewan, kandungan ini patut Anda waspadai karena dikhawatirkan diambil dari hewan yang haram atau prosesnya tidak sesuai dengan islam.

2. Kolagen

Kandungan yang satu ini juga kerap kali berada di beberapa kosmetik, fungsinya memang baik untuk merejuvenasi kulit agar kulit menjadi lebih kencang dan kenyal. Biasanya kandungan kolagen dikhususkan untuk produk yang fokus ke masalah antipenuaan. Muslim juga harus waspada terhadap kandungan ini, jika kolagen didapatkan dari manusia dan hewan haram.

3. Elastin

Kandungan ini biasanya ada pada priduk perawatan kulit dan rambut. Ealstin merupakan komponen jaringan ikan kulit selain kolagen, sehingga Anda patut waspada jika sumbernya dari hewan haram.

[Baca Juga: 4 Hal Ini Jadikan Indonesia Destinasi Wisata Halal Nomor Satu Dunia]

4. Asam Oleat

Oleic Acid atau asam oleat merupakan kandungan yang kerap kali ditemukan pada kandungan di berbagai produk sabun, pasta gigi, dank rim-krim wajah. Sayangnya, bahan ini sering ditemukan pada lemak babi sehingga sudah pasti tidak bisa digunakan.

5. Alkohol Lanolin

Jika Anda menemukan kandungan ini di dalam salah satu kosmetik Anda, sebaiknya jangan lanjutkan pemakaian karena kandungan ini dikhawatirkan didapat dari minyak kulit babi.

Sebenarnya masih banyak lagi kandungan yang patut Anda waspadai dalam kosmetik. Jika Anda ragu terhadap suatu produk, akan lebih baik jika menanyakan langusng ke pihak brand untuk menanyakan sumber produksi agar Anda yakin saat menggunakannya.


Read More

Artikel Lainnya

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Vaksinasi, Pemkot Surabaya Siap Sweepin g.jpg

Kesehatan

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Imunisasi, Pemkot Surabaya Siap Sweeping

27 January 2023, 13:57

Banyaknya kasus campak di wilayah perbatasan Surabaya-Madura, mendorong Pemkot Surabaya untuk bergerak secara agresif demi memastikan anak-anak Kota Pahlawan sudah mendapatkan imunisasi campak.

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak.jpg

Kesehatan

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak

27 January 2023, 10:55

Dinkes Kota Yogyakarta meminta agar orangtua melindungi buah hatinya dari ancaman penyakit campak dengan segera datang ke puskesmas untuk mendapatkan imunisasi.

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur In i.jpg

Bisnis

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur Ini

26 January 2023, 15:30

Baru-baru ini perusahaan startup manufaktur Imajin disebut berhasil meraih suntikan pendanaan awal yang dipimpin East Ventures.

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus.jpg

Pendidikan

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus

26 January 2023, 13:28

Tim dosen Unpad berhasil membuat inovasi tes khusus yang dapat menunjukan bagaimana kompetensi mahasiswa dalam berbahasa Indonesia.


Comments


Please Login to leave a comment.