5 Mitos Perawatan Diri Pada Pria Menurut Tompi

Kecantikan dan Fashion

5 Mitos Perawatan Diri Pada Pria Menurut Tompi

Zaman sekarang, banyak pria yang masih tidak mengerti bagaimana cara yang baik dan benar untuk merawat diri. Tak heran, pria juga banyak termakan pelbagai mitos soal perawatan wajah dan kulit yang masih dianggap kurang penting.

Maka, musisi sekaligus co-founder MEN/O/LOGY by ZAP, klinik ketampanan pria pertama di Indonesia mengatakan bahwa pria harus memperhatikan diri dengan sungguh-sungguh. “Merawat diri seperlunya tidak akan pernah mengubah pria menjadi perempuan. Memang banyak pria yang malas atau canggung merawat diri karena takut terlihat terlalu feminin. Padahal, itu menjadikan pria lebih gentleman. Masa pasangannya cantik, cowoknya buluk?” ujar Tompi melalui rilis yang diterima PingPoint.co.id (8/7/2019).  

5 Mitos Perawatan Diri pada Pria Menurut Tompi

Tompi juga akan membedah membedah mitos seputar perawatan wajah dan kulit pria yang perlu Anda ketahui berikut ini.

1. Pria yang Merawat Diri Tidak Maskulin

Menurut Tompi, setidaknya pria harus tahu cara membersihkan dan melindungi kulit wajah. Gunakan tabir surya setiap hari agar terlindungi dari bahaya sengatan matahari. Jangan lupa pula gunakan pelembap untuk memberi nutrisi pada kulit. Selepas beraktivitas, gunakan face wash sesuai dengan tipe kulit wajah dan lakukanlah exfoliate dengan face scrub sekitar dua kali seminggu. 

2. Pria Harus Sering Mencuci Muka Agar Bebas Minyak

“Kebalikan dari pria yang cuek, banyak juga pria yang insecure. Cuci muka terlalu sering justru bisa membuat wajah jadi kering dan memicu produksi minyak berlebih. Jadi maksimal cukup cuci wajah tiga kali sehari,” ujar Tompi.

Akibat hormon testosteron, pria memiliki kulit wajah yang lebih tebal 20-25% dibandingkan wanita. Hormon tersebut membuat kelenjar sebasea pria bekerja dua kali lebih aktif dan akhirnya membuat kulit pria menjadi lebih berminyak. 

[Baca Juga: Punya Kulit Wajah Sensitif? Coba Treatment Ala MEN/O/LOGY by ZAP]

“Punya wajah yang lebih berminyak bukan berarti pria nggak butuh pakai pelembap. Pemakaian pelembap justru membantu wajah untuk mengatur produksi minyak dengan tidak memproduksi minyak berlebih. Sekarang ini banyak pelembap yang oil free,” tambah Tompi.

3. Jerawat pada Pria Lebih Susah Disembuhkan

Masih terkait dengan kulit wajah pria yang secara natural lebih berminyak, pria menjadi lebih rentan berjerawat. Hal ini disebabkan karena produksi minyak yang berlebih merupakan pemicu awal tumbuhnya komedo maupun jerawat. 

5 Mitos Perawatan Diri Pada Pria Menurut Tompi

Terkait masalah jerawat pada pria, dokter kulit MEN/O/LOGY by ZAP Endi Novianto, mengatakan bahwa jerawat membutuhkan perawatan yang lebih intensif. "Semakin pria malas atau gengsi dalam merawat wajah, jerawat sulit sembuh. Selain pakai produk anti jerawat, perlu diperhatikan untuk nggak makan makanan berminyak dan manis serta nggak terlalu sering begadang,” tutur Endi. 

4. Pria yang Merokok Akan Lebih Cepat Tua

Rokok mengandung ribuan zat berbahaya yang dapat membuat kulit kurang oksigen dan nutrisi. Hal ini juga berdampak pada rusaknya kolagen dan berkurangnya elastisitas kulit. Maka tidak heran jika kulit pria perokok lebih cepat kendur, keriput serta cepat terlihat tua. Perokok biasanya memiliki smoker’s line di sekitar mulut yang timbul dari seringnya menghisap rokok secara berulang-ulang.

“Sebenarnya keriput pada pria muncul lebih lambat dibandingkan wanita. Tapi kalau pria sudah menjadi perokok kelas berat, jangan heran kalau mereka jadi terlihat lebih cepat tua. Perokok juga rentan terkena kanker kulit, salah satunya karsinoma sel skuamosa yang biasa muncul di sekitar mulut,” tutur Tompi.

5. Sering Menggunakan Topi Menyebabkan Kebotakan

Kebotakan adalah salah satu mimpi buruk yang ditakuti pria. Salah satu mitos yang berkembang mengenai kebotakan adalah pengaruh pemakaian topi. Terkait hal ini, Tompi mengatakan ada banyak faktor yang dapat menyebabkan pria menjadi botak, seperti penyakit, genetik, usia, dll. Tapi yang pasti, setiap kebotakan selalu diawali dari rambut yang rontok.

Soal mitos topi sebagai penyebab kebotakan, perlu diperhatikan higienitas dan frekuensi memakai topi. Apabila kamu sangat fanatik memakai topi hingga menggunakannya setiap hari dalam waktu yang lama, berbulan-bulan atau bertahun-tahun, rambut dapat rusak dan pada akhirnya menyebabkan kebotakan.

[Baca Juga: Jalan Panjang ZAP Clinic Kampanyekan Pentingnya Merawat Diri]

Tompi sendiri kini lebih perhatian terhadap perawatan pria terkait perannya sebagai co-founder MEN/O/LOGY by ZAP, klinik ketampanan pria pertama dan satu-satunya di Indonesia. Tak sendiri, Dokter Tompi berkolaborasi dengan Fadly Sahab (CEO ZAP Clinic), Bams eks Samsons, dan ahli dermatologis Endi Novianto.


Read More

Artikel Lainnya

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung - Copy.jpg

Bisnis

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung

30 September 2022, 13:44

Pada momen pembukaan cabang Selma terbaru di daerah Ciledug, ritel mebel di bawah naungan Kawan Lama Group itu menggelar program edukasi kesehatan jantung.

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat - Copy.jpg

Bisnis

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat

30 September 2022, 11:42

Ternyata Romokalisari Adventure Land yang belum lama ini diresmikan disebut berhasil meningkatkan pemasukan para pelaku UMKM di sana.

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaa n.jpg

Bisnis

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaan

29 September 2022, 19:46

Usai berkolaborasi selama empat tahun terakhir, tiket.com baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari RedDoorz yang memandang perusahaan OTA itu berhasil membantu peningkatan industri pariwisata di Tanah Air.


Comments


Please Login to leave a comment.