Penting Diperhatikan Memberi MPASI Untuk Bayi

Kesehatan

7 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Ketika Beri MPASI untuk Bayi

Pada enam bulan pertama hidup bayi, sebaiknya bayi hanya mengonsumsi air susu ibu atau ASI. Setelah enam bulan, dia dapat mengonsumsi makanan pendamping ASI atau disebut makanan pendamping ASI atau MPASI. Namun, pemberian MPASI harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati.

Jangan keliru dengan memberi MPASI di usianya baru 4 bulan. Pada usia ini, bayi lebih berisiko mengalami alergi, terutama akibat makanan seperti kacang, telur, ikan, susu sapi, keju, maupun makanan yang mengandung gluten seperti roti. Sebaiknya hindari memberikan makanan padat atau minuman selain ASI sebelum bayi berusia enam bulan. Proses tumbuh kembang tiap bayi memang unik sehingga tidak dapat dibandingkan satu sama lain. Melansir dari alodokter.com, terdapat ciri-ciri umum yang menunjukkan bahwa bayi telah siap mengonsumsi MPASI, yaitu:

  • Mulai bisa meraih makanan dan memasukkan ke mulut karena telah ada koordinasi antara mata, mulut, serta tangannya
  • Duduk sendiri tanpa bantuan, dengan kepala telah tersangga oleh tubuh dengan baik
  • Tertarik pada makanan yang sedang Anda konsumsi
  • Dapat menelan makanan. Karena jika tidak, dia akan mengeluarkan kembali makanan yang Anda berikan

Penting Diperhatikan Memberi MPASI Untuk Bayi

Meski sudah mulai bisa mengonsumsi makanan padat, pemberian makanan pada bayi harus diperhatikan. Berikut ini adalah panduan dalam memberikan MPASI kepada bayi, seperti:

1) Makan Bersama Keluarga di Meja Makan

Tempatkan dia pada kursi makan khusus bayi dan kencangkan sabuk pengamannya jika ada, lalu ikutsertakan pada saat makan bersama keluarga. Dengan demikian, dia dapat memperhatikan orang lain makan dan nantinya akan meniru cara makan yang baik. Karena ia cenderung meniru hal-hal yang dilakukan orang tua dan orang-orang sekitarnya.

2) Porsi Sedikit untuk Awal Pemberian MPASI

Untuk memperkenalkan bayi pada makanan padat, awali dengan memberikan beberapa sendok teh makanan, hanya satu kali per hari. Cobalah untuk memberikan jenis makanan berbeda tiap hari. Bayi tidak harus selalu makan tiga kali sehari. Lebih baik bayi makan dalam porsi kecil, tapi lebih sering dibandingkan jika dalam porsi banyak, tapi hanya sesekali.

3) Bayi Perlu Menyesuaikan Diri dengan MPASI

Pengenalan makanan pada bayi pasti memerlukan waktu dan kesabaran. Hindari memaksakan bayi untuk mengonsumsi makanannya. Ingat bahwa jika dia belum tertarik pada saat ini, bukan berarti seterusnya dia tidak akan tertarik untuk makan. Cobalah untuk menawarkan MPASI kembali keesokan harinya.

[Baca Juga: Perhatikan Hal Ini Sebelum Membeli Peralatan MPASI]

4) Biarkan Bayi Menyuap Sendiri.

Jika dia ingin, biarkan bayi mengambil dan memasukkan makanan sendiri ke dalam mulut. Untuk mengantisipasi agar bayi tidak tersedak saat mengunyah dan menelan makanan, hindari meninggalkannya seorang diri. Hindari menyuapinya saat dia sedang duduk di kursi goyang untuk mengurangi risiko tersedak.

5) Suasana Makan yang Menarik

Misalnya dengan iringan alunan musik atau menggunakan perlengkapan makan berwarna cerah. Namun, bersiaplah menghadapi kondisi yang sedikit berantakan saat makan, karena dia akan antusias untuk mengaduk-aduk makanannya. Selalu ingat bahwa situasi ini juga penting bagi perkembangannya.

[Baca Juga: Pentingnya Ayah Bisa Meramu MPASI]

6) Hindari Penyedap Rasa

Sebaiknya jangan menambahkan MSG atau penambah cita rasa, gula, dan garam ke dalam makanan. Semua bahan tambahan yang diberikan terlalu dini dapat berisiko kepada perkembangan bayi dan membuat mereka menginginkan kadar lebih tinggi ketika berusia dewasa. Rasakanlah dulu makanan yang akan diberikan kepadanya, terutama makanan panas, tapi sebaiknya hindari meniupnya. Cukup didekatkan pada bibir dan dikipas jika memang terlalu panas.

7) Perhatikan Peralatan Makan yang Digunakan

Pakaikan celemek pada lehernya untuk mengantisipasi makanan yang tumpah dari sendok atau mulut. Sebaiknya gunakan perlengkapan makan yang tidak terbuat dari kaca sehingga tidak berisiko pecah dan melukai bayi.

Kebiasaan dan pola makan anak bermula dari masa pertamanya mengonsumsi makanan. Berikan beragam jenis makanan sehat dan alami, terutama sayur dan buah, agar anak mendapatkan cukup nutrisi serta terbiasa menyantapnya.

Read More

Artikel Lainnya

Pelatihan Mengemudi SIM A di Jaksel Solusi Kurangi Pengangguran

Berita Kawasan

Pelatihan Mengemudi SIM A Kembali Diadakan di Jakarta Selatan

13 November 2019, 21:00  |  8 Views

Pelatihan mengemudi SIM A kembali diadakan di Jakarta Selatan dengan tujuan memberikan keterampilan sehingga mudah mendapatkan pekerjaan.

Tim Indonesia Melaju ke Perempat Final Kompetisi eSport AOV Internasional

Berita Kawasan

Tim Indonesia Melaju ke Perempat Final eSport AOV Internasional

13 November 2019, 20:00  |  8 Views

Perjuangan perwakilan Indonesia pada kompetisi eSport AOV tingkat internasional masih terus berlanjut ke perempat final.

Kampanye #TersisaPercuma, Hanamasa Ajak Konsumen Habiskan Makanan

Kuliner

Kampanye #TersisaPercuma, Hanamasa Ajak Konsumen Habiskan Makanan

13 November 2019, 19:30  |  6 Views

Banyaknya sampah makanan di Indonesia membuat Hanamasa menjalankan kampanye Dari Meja ke Meja agar tak #TersisaPercuma.

PermataBank Wujudkan Ekosistem Guna Majukan Pendidikan

Bisnis

PermataBank Wujudkan Ekosistem Guna Majukan Pendidikan

13 November 2019, 18:00  |  13 Views

Ajang edukasi tahunan ini menjadi platform untuk berbagi dan belajar, menginspirasi dan terinspirasi dalam lingkungan yang menyenangkan serta interaktif.


Comments


Please Login to leave a comment.