92 Wilayah Pemukiman Padat di Jakarta Barat Akan Ditata.jpg

Berita Kawasan

92 Wilayah Pemukiman Padat di Jakarta Barat Akan Ditata

Jakarta Barat terus berbenah. Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Jakarta Barat, berencana untuk melakukan penataan pada sejumlah daerah yang termasuk kategori pemukiman padat penduduk.

Pada tahun ini, Pemerintah Jakarta Barat akan menata 92 wilayah pemukiman warga yang tersebar di 56 kelurahan. Sebelum memulai penataan, pihak pemerintah Jakarta Barat sudah melakukan kajian terlebih dahulu terhadap sejumlah RW pada 2018.

Penataan RW yang termasuk kategori kumuh ini tersebar di empat kelurahan, yakni Kelurahan Kota Bambu Utara, Kapuk, Pinangsia, dan Kedaung Kali Angke.

[Baca Juga: Kurangi Kasus DBD, Walikota Jakarta Barat Jadwalkan PSN]

Rencana penataan 92 wilayah ini ialah sebuah bentuk arahan kebijakan dan strategi pemanfaatan ruang suatu wilayah nasional guna menjaga keharmonisan antar lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Biasanya penataan wilayah pemukiman padat ini meliputi Prasarana Sarana dan Utilitas (PSU), Penerangan Jalan Umum (PJU), pengelolaan sampah, atau membersihkan septic tank komunal, yang bisa menghabiskan waktu satu atau dua bulan.

Kepala Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Jakarta Barat Suharyanti, mengatakan terdapat 11 indikator wilayah yang masuk kategori yang bakal ditata pada 2019. Kategori tersebut diantarannya ialah tata letak bangunan, pengelolaan sampah, sanitasi lingkungan, kepadatan penduduk, dan pencahayaan rumah warga.

Tak hanya itu, penataan juga dilakukan mencakup semua unsur mulai dari jalan lingkungan, hingga penghujauan di wilayah terkait, “Dari 92 wilayah yang akan ditata, paling banyak berada di Kecamatan Cengkareng dan Tambora,” tutur Suharyanti.

[Baca Juga: Mengintip Gang di Tambora Jakarta yang Tak Tersentuh Matahari]

Suharyanti pun berharap dengan adanya penataan terhadap RW kumuh, masyarakat Jakarta Barat bisa nyaman dan meningkat dari segi kesehatan, kesejahteran, dan pendidikannya.

“Lingkungan yang ditinggali itu harus bersih, dan tertata sehingga perkembangan anak-anak ke depannya terjamin,” ujarnya.

Suharyanti menambahkan penataan ini bisa meningkatkan kesejahteraan dari segi ekonomi. Karena penataan 92 wilayah Jakarta Barat ini bukan hanya fisik bangunannya saja. Lebih dari itu, menyangkut juga sosial dan ekomoni daerah tersebut.

Read More

Artikel Lainnya

The Changcuters Suguhkan Pengalaman Baru Menikmati Musik dalam Augmented-reality

Hobi dan Hiburan

The Changcuters Suguhkan Pengalaman Baru Menikmati Musik dalam Augmented-reality

20 September 2020, 16:00

Ada aplikasi baru menghadirkan musisi dan band langsung ke rumah Anda. The Changcuters jadi salah satu pelopor yang menggunakannya.

Tumpeng Mini, Alternatif Hidangan Perayaan yang Lebih Personal

Kuliner

Tumpeng Mini, Alternatif Hidangan Perayaan yang Lebih Personal

20 September 2020, 10:00

Tumpeng menjadi hidangan wajib dalam berbagai perayaan. Mulai dari ulang tahun hingga syukuran menyajikan tumpeng. Tumpeng mini ini menjadi jawaban sajian di tengah pandemi.

Targetkan Ibu Muda untuk Berkreasi di Dapur, Masako Gandeng Isyana Sarasvati .jpg

Bisnis

Targetkan Ibu Muda untuk Berkreasi di Dapur, Masako Gandeng Isyana Sarasvati

19 September 2020, 17:15

Brand bumbu penyedap Masako baru-baru ini mengumumkan Isyana Sarasvati sebagai brand ambassador mereka yang baru sejalan dengan target konsumen Masako saat ini.

Pemkot Semarang Terima Bantuan 10 Ton Beras dari Krematorium Kedungmundu

Berita Kawasan

Pemkot Semarang Terima Bantuan 10 Ton Beras dari Krematorium Kedungmundu

19 September 2020, 16:00

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 10 ton beras diserahkan Ketua Yayasan Aman Gautama kepada Pemerintah Kota Semarang.


Comments


Please Login to leave a comment.