Abbott Sediakan Tes Antibodi COVID-19 Skala Besar

Kesehatan

Abbott Sediakan Tes Antibodi COVID-19 Skala Besar

Abbott mengumumkan ketersediaan tes darah serologi berbasis laboratorium bertanda CE di Indonesia untuk mendeteksi antibodi IgG pada 1 Juli 2020. Tes ini berguna dalam mengidentifikasi apakah seseorang telah dan pernah terpapar virus corona jenis baru yang mengakibatkan penyakit COVID-19.

Setelah mendapatkan persetujuan dari Satuan Gugus Tugas COVID-19, Abbott telah memulai pengiriman alat tes IgG SARS-CoV-2 ke Indonesia dan tengah menyiapkan ratusan ribu alat tes tersebut dalam beberapa bulan mendatang untuk memenuhi kebutuhan. Alat tes yang juga telah memperoleh Otorisasi Penggunaan Darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau Food and Drug Administration (FDA) ini, memberikan opsi pengujian antibodi skala besar yang dapat diandalkan.

Abbott Sediakan Tes Antibodi COVID-19 Skala Besar

Tes antibodi dapat memberitahu apakah seseorang sebelumnya sudah pernah terinfeksi virus dan mungkin tengah berada pada proses pemulihan atau bahkan telah pulih dari infeksi tersebut, pada orang dengan atau tanpa gejala. Tes antibodi berskala besar dianggap sebagai langkah penting selanjutnya untuk memahami dan mengatasi pandemi COVID-19.

Tes antibodi akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang virus, termasuk berapa lama antibodi berada di dalam tubuh, berapa banyak orang telah terinfeksi, dan bagaimana perubahan ini terjadi dari waktu ke waktu. Pengetahuan tersebut dapat membantu mendukung pengembangan pengobatan serta vaksin.

[Baca Juga: Tes COVID-19: PCR VS Antibodi, Apa Bedanya?]

“Ketersediaan alat tes IgG SARS-CoV-2 Abbott di Indonesia ini tepat waktu. Kami telah memvalidasi alat tes Abbott ini, sensitivitas dan spesifisitasnya yang tinggi dapat kami gunakan untuk mendukung optimalisasi strategi penyaringan (screening) kami, untuk mengatasi pandemi COVID-19 secara efektif," ujar Kepala Laboratorium Rumah Sakit Nasional Persahabatan Dr. Dewi Yennita Sari seperti tercantum dalam rilis yang diterima PingPoint.co.id (1/7/2020).

"Abbott memanfaatkan keahliannya dalam pengetesan penyakit menular dan meningkatkannya untuk menyediakan alat tes COVID-19 yang sangat andal di seluruh dunia," kata General Manager of Abbott’s Diagnostics Business Indonesia I Putu Edi Mahadi.

Abbott Sediakan Tes Antibodi COVID-19 Skala Besar

"Dengan banyaknya jaringan laboratorium publik dan swasta Indonesia menggunakan alat tes IgG SARS-CoV-2 Abbott, kita akan memperoleh informasi yang lebih dalam dan dapat membantu meningkatkan pemahaman mengenai penyebaran virus ini di masyarakat, prevalensi di tingkat wilayah maupun negara, serta pengelolaan pandemi di masa depan," dia menambahkan.

Jaringan laboratorium swasta terbesar di Indonesia, PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia), menggunakan alat tes IgG SARS-CoV-2 Abbott sebagai bagian dari penyediaan layanan tes COVID-19. “Kami berharap dapat bermitra dengan Abbott untuk beberapa cabang kami guna menyediakan tes antibodi SARSCOV-2 serologi agar dapat lebih membantu pemerintah Indonesia mengatasi wabah COVID-19. Sensitivitas dan spesifisitas yang dimiliki alat tes IgG Abbott, sebagaimana divalidasi oleh Prodia, memberi kami kepercayaan diri pada saat menyampaikan informasi hasil tes COVID-19," Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty M.Si menjelaskan.

Tes Antibodi dapat Perluas Pengujian

Sementara itu, tes molekuler dipercaya dapat mendeteksi apakah seseorang memiliki virus, tes antibodi ini dapat menentukan apakah seseorang sudah terinfeksi. Tes IgG SARS-CoV-2 Abbott mengidentifikasi antibodi IgG, yang merupakan protein yang diproduksi tubuh pada tahap akhir infeksi dan dapat bertahan hingga berbulan-bulan dan mungkin bertahun-tahun setelah seseorang pulih. Tes ini menunjukkan spesifisitas dan sensitivitas untuk mendeteksi antibodi IgG lebih dari 99 persen, 14 hari atau lebih setelah gejala mulai dialami.

[Baca Juga: Test Kit qPCR COVID-19 Buatan Anak Negeri Masuk Tahap Produksi Massal]

Baru-baru ini, sebuah penelitian independen yang diterbitkan Fakultas Kedokteran Universitas Washington (University of Washington School of Medicine) dalam Journal of Clinical Microbiology juga menemukan, pada saat melakukan tes terhadap 1.020 sampel pasien, alat tes ini memiliki spesifisitas 99,9 persen (kemampuan untuk merangkum positif sebenarnya). Ketika menjalankan pengetesan terhadap 689 sampel serum dari 125 kasus COVID19 terkonfirmasi melalui PCR, para peneliti menemukan sensitivitas 100 persen (kemampuan untuk mengeluarkan positif palsu) pada ke-17 hari atau lebih setelah gejala mulai dialami pada kelompok pasien tersebut.

Tes antibodi IgG Abbott tersedia pada instrumen laboratorium ARCHITECT® i1000SR dan i2000SR. ARCHITECT merupakansalah satu sistem laboratorium yang paling banyak digunakan di dunia dan telah digunakan selama beberapa dekade. Instrumen ini telah digunakan di berbagai laboratorium di seluruh Indonesia dan dapat menjalankan sampai dengan 100-200 tes per jam.

Read More

Artikel Lainnya

Dirjen Dikti Kemendikbud Ikut Pantau Penyelenggaran Ujian SMUP Unpad .jpg

Pendidikan

Dirjen Dikti Kemendikbud Ikut Pantau Penyelenggaraan Ujian SMUP Unpad

10 August 2020, 15:07

Dirjen dari Kemendikbud RI menyempatkan diri untuk melihat langsung proses ujian SMUP Unpad yang digelar secara daring.

Wali Kota Risma Terus Genjot Perampungan Stadion Piala Dunia U-20 2021.jpg

Berita Kawasan

Wali Kota Risma Terus Genjot Perampungan Stadion Piala Dunia U-20 2021

10 August 2020, 14:00

Pada akhir pekan kemarin, Wali Kota Risma menggelar sidak demi memasikan rampungnya stadion yang nanti jadi venue Piala Dunia U-20 2021 sesuai jadwal.

Sejarah dan Makna 5 Lomba Agustusan Sebagai Bentuk Perayaan Kemerdekaan

Berita Kawasan

Sejarah dan Makna 4 Lomba Agustusan, Bentuk Perayaan Kemerdekaan

10 August 2020, 13:03

Setelah intensitas perang kemerdekaan menurun dan Ibu Kota kembali dipindah ke Jakarta, perayaan kemerdekaan pun berlangsung meriah dengan mengadakan banyak lomba Agustusan.

Obesitas Kala Pandemi Bisa Diatasi Setelah Ditemukan Penyebabnya

Kesehatan

Obesitas Kala Pandemi Bisa Diatasi Setelah Ditemukan Penyebabnya

10 August 2020, 12:05

Orang dengan COVID-19 yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki peningkatan risiko komplikasi serius dan kematian.


Comments


Please Login to leave a comment.