Batik Betawi Kuno Tersimpan di Museum Tekstil 1.jpg

Kecantikan dan Fashion

Ada Batik Betawi Kuno Tersimpan di Museum Tekstil

Hampir di setiap daerah, memiliki ciri khas batik yang berbeda-beda: jenis atau motif batiknya. Salah satu contohnya adalahnya batik khas betawi. Seperti dilansir laman infobatik.id, ciri khas batik betawi yaitu motif yang ditonjolkan berupa motif tumpal dengan bentuk geometris segitiga sebagai barisan yang memagari bagian kepala kain dan badan kain. Saat dikenakan, Tumpal harus ada di bagian depan. Motif burung hong juga masuk dalam ciri khas batik betawi sebagai perlambang kebahagiaan.

[Baca Juga: Kampung Batik Siap Tampil di Festival Budaya Musim Semi Belanda]

Untuk diketahui, Sebelum adanya mesin cetak batik dengan harga batiknya yang murah, batik betawi pernah menjadi industri besar sekitar tahun 1960-an. Ada beberapa jenis motif kuno betawi, antara lain motif batik Ciliwung, Ondel-ondel, Nusa Kelapa, Rasamala, Salakanegara, dan motif buketan.

Ciri dari motif batik Ciliwung yaitu menonjolkan warna yang cerah. Motif batik Ciliwung sering dipakai untuk acara-acara betawi, seperti pernikahan, pentas seni khas betawi, dan lain-lain. Motif batik buketen bercorak warna dominan biru, hijau dan merah jambu. Seperti kita ketahui, bahawa batik sudah ditetapkan sebagai salah satu warisan kekayaan dunia oleh UNESCO.

[Baca Juga: Cara Merawat Batik Agar Tahan Lama dan Tak Luntur]

Di Jalan Aipda KS Tubun, terdapat Museum Tekstil yang menyimpan koleksi betawi kuno, termasuk motif batik buketan ini. Seperti dilansir beritajakarta.id (13/07/2017) Staf Pengolah Pelayanan Museum Tekstil Ardi Hariyadi mengatakan, kain batik kuno tersebut dihibahkan kepada Museum Tekstil pada 15 Mei 1976.

Batik Betawi Kuno Tersimpan di Museum Tekstil

Menurut Ardi, kain batik yang memiliki panjang 2,5 meter dengan lebar 1,1 meter merupakan batik tulis dengan proses pembuatannya yang sangat lama. Membuat batik secara manual diperlukan waktu hingga tiga bulan. Dan, dalam membuat motif atau corak dari batik memerlukan waktu hingga satu tahun karena tingkat kesulitannya yang tinggi

Ia menambahkan, agar tidak mudah rusak, batik-batik yang ada di Museum Tekstil dilakukan perawatan dan penanganan khusus. "Koleksi batik kita taruh di ruangan dengan suhu 20 sampai 25 derajat celsius dengan kelembapan udara 50 hingga 60 persen," ucapnya.

Batik Betawi Kuno Tersimpan di Museum Tekstil

Mengutip beritajakarta.id (13/07/2017) Museum Tekstil juga menyimpan koleksi tertua berupa bendera dari Keraton Cirebon yang dibuat tahun 1777. Benda bersejarah ini dihibahkan Gusti Putri Mangkunegoro VII yang juga merupakan salah satu pendiri Museum Tekstil pada tahun 1976.

Read More

Artikel Lainnya

Konsumen Bisa Jadi Lebih Bijak, WWF Getol Gaungkan BeliYangBaik

Berita Kawasan

Konsumen Bisa Jadi Lebih Bijak, WWF Getol Gaungkan #BeliYangBaik

29 February 2020, 09:00

WWF Indonesia mengajak masyarakat Indonesia untuk bisa lebih bijak menjadi konsumen demi lingkungan yang lestari.

Kontrak IPCM dan Nusantara Regas Tunjang Pendapatan Perseroan

Bisnis

Kontrak IPCM dan Nusantara Regas Tunjang Pendapatan Perseroan

28 February 2020, 21:00

Kontrak kerjasama IPCM dan Nusantara Regas tunjang pendapatan sektor pasar Terminal Khusus hingga 200 persen.

Ulasan Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2, Dibuat Lebih Mencekam

Berita Kawasan

Ulasan Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2, Dibuat Lebih Mencekam

28 February 2020, 20:00

Sutradara Timo Tjahjanto kembali membawa tokoh Alfie ke jeratan teror supranatural dalam Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2.

Museum Internasional Sejarah Nabi Peradaban Islam Segera Didirikan

Berita Kawasan

Museum Internasional Sejarah Nabi & Peradaban Islam Segera Didirikan

28 February 2020, 19:00

Ibu Kota akan segera memiliki lokasi wisata religi baru di wilayah utara dengan proyek pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam.


Comments


Please Login to leave a comment.