KEMAYORAN_PROPERTI_ADA KESEMPATAN TINGGAL DI WISMA ATLET KEMAYORAN_IVAN_1100 px X 600 px-01.jpg

Properti dan Solusi

Ada Kesempatan Tinggal di Wisma Atlet Kemayoran

Wisma Atlet Kemayoran sempat jadi perbincangan selama pelaksanaan Asian Games 2018 kemarin. Sebab selain jadi tempat tinggal sementara para atlet dari benua Asia, hunian vertikal ini juga punya fasilitas yang lengkap. Beberapa pihak termasuk atlet bahkan menyebut kalau Wisma Atlet Kemayoran punya fasilitas layaknya hotel bintang tiga.

Kini, Wisma Atlet Kemayoran kembali disebut-sebut. Bukan oleh para atlet, melainkan oleh warga Jakarta dan sekitarnya. Ini karena berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2016 tentang Dukungan Penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018, Wisma Atlet Kemayoran atau yang kerap disebut athelete village ini akan dijadikan rumah susun sewa (Rusunawa) setelah gelaran Asian Games VXIII tahun 2018 usai.

Mengalokasikan anggaran dan melaksanakan pembangunan/rehabilitasi prasarana dan sarana olahraga dan penataan kawasan di Komplek Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta serta melaksanakan pembangunan rumah susun sewa bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang sementara waktu selama pelaksanaan Asian Games XVIII Tahun 2018 digunakan sebagai wisma atlet di Komplek Kemayoran, Jakarta dan Komplek Olahraga Jakabaring, Palembang yang diperlukan dalam persiapan pelaksanaan Asian Games XVIII Tahun 2018,” bunyi poin B di instruksi khusus kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam Inpres tersebut.

[Baca Juga : Melirik Wisma Atlet Asian Games 2018]

Sebab itu, tidak heran jika 10 tower dengan total 5.495 unit hunian ini kembali ramai diperbincangkan. Bukan hanya karena nilai sejarah dan pernah ditempati para atlet se-Asia, tapi memang kebutuhan akan tempat tinggal di Indonesia khususnya Jakarta masih cukup tinggi. Banyak warga yang berharap bisa memiliki kesempatan dan tinggal di rusunawa tersebut.

Berpeluang Jadi Rusunami

Berdasarkan Inpres yang sudah ada, Wisma Atlet Kemayoran memang diperuntukkan sebagai rusunawa masyarakat berpenghasilan rendah jika sudah tidak difungsikan sebagai tempat tinggal sementara para atlet Asian Games 2018. Tapi, tidak menutup kemungkinan kalau hunian tersebut jadi rumah susun milik atau Rusunami. Hal tersebut pernah diungkapkan Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid.

"Untuk sementara, inpresnya (akan digunakan sebagai) Rusunawa. Kalau mau jadi Rusunami, harus diubah inpresnya," kata Khalawi seperti dikutip dari kompas.com, Senin (3/9/2018). Selain Inpres, ia juga menegaskan kalau keputusan final terkait peruntukan hunian vertikal yang berdiri di atas lahan seluas 46,87 hektar ini akan dilakukan oleh Pusat Pengelolaan Kompleks (PPK) Kemayoran di bawah Kementerian Sekretariat Negara.

Lantas, jika memang jadi rusunami, berapa harga dan hitung-hitungan investasi unit di rumah susun itu? Direktur Riset Savills Indonesia Anton Sitorus mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Mengutip tribunnews.com, ia bilang kalau harga jual ideal Wisma Atlet Kemayoran adalah Rp20-25 juta per meter persegi. Harga ini relatif bisa diakomodasi kalangan masyarakat menengah. Tidak terlalu mahal, juga bukan untuk kelas subsidi.

[Baca Juga : Sosok Defia Rosmaniar, Peraih Emas Pertama di Asian Games 2018]

Selain dari peruntukannya yang memang untuk masyarakat berpenghasilan rendah, Anton juga mendapatkan kisaran harga jual tersebut dari lokasi atau letak Wisma Atlet Kemayoran. Ia menegaskan kalau komplek hunian itu dikelilingi apartemen kelas menengah atas. Harga jual beberapa apartemen tersebut berkisar antara Rp30-45 juta per meter persegi. Jadi, kata Anton, harga sebesar itu pantas disematkan untuk Wisma Atlet Kemayoran yang diklaim PUPR dan Wakil Presiden Jusuf Kalla lebih bagus ketimbang wisma atlet di Rio de Janeiro.

"Pemerintah tinggal melakukan tambahan infrastruktur transportasi, apakah dibangun halte TransJakarta, terminal bus umum, atau lainnya. Jika itu dilakukan, inilah sebenar-benarnya konsep TOD (transit oriented development). Yang lain kan masih wacana dan belum jadi," tuturnya menjelaskan prospek nilai investasi dari lokasi yang dimiliki Wisma Atlet Kemayoran tersebut, terlepas dari iming-iming pernah digunakan oleh para atlet selama pelaksanaan Asian Games 2018 kemarin. Jadi, kita tinggal tunggu apa keputusan PPK Kemayoran terkait peruntukan hunian vertikal ini nantinya.

Read More

Artikel Lainnya

IBB TV Satelit Bandung132, Kado HUT ke-210 bagi Warga

Berita Kawasan

IBB TV Satelit "Bandung132", Kado HUT ke-210 bagi Warga

27 September 2020, 09:59

IBB TV Bandung132 diresmikan langsung oleh Wali Kota Bandung Oded M. Danial di Pendopo Kota Bandung, 25 September 2020.

Pelebaran Kreteg Wesi Sampangan, Kota Semarang Selesai Akhir November

Berita Kawasan

Pelebaran Kreteg Wesi Sampangan, Kota Semarang Selesai Akhir November

26 September 2020, 17:46

Menelan anggaran sebesar 20 milyar rupiah, pelebaran akses yang menghubungkan Gunungpati dan Gajahmungkur itu ditargetkan rampung November 2020.

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

Hobi dan Hiburan

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

26 September 2020, 11:39

Ini dilakukan outdoor. Mudah-mudahan tidak terlalu khawatir juga sama COVID-19. Karena kita berada di mobil sendiri relatif lebih aman.

Di Bawah Rp500 Ribuan, Amazfit Neo Siap Diluncurkan .jpg

Bisnis

Di Bawah Rp500.000-an, Amazfit Neo Siap Diluncurkan

25 September 2020, 18:43

Perusahaan Huami siap meramaikan pasar jam tangan pintar di Indonesia dengan produk Amazfit Neo yang memiliki harga tak sampai Rp500 ribuan.


Comments


Please Login to leave a comment.