Ada Lahan Pertanian di Kantor Kelurahan Kebagusan

Berita Kawasan

Ada Lahan Pertanian di Kantor Kelurahan Kebagusan

Sebagian halaman kantor Kelurahan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dibuat urban farming atau pertanian kota. Tanaman sayur dipilih untuk mengisi lahan. Lurah Kebagusan Leo Harapan mengatakan, sayuran yang ditanami antara lain: sawi, bayam, cabai, dan okra di lahan seluas kurang lebih 500 meter persegi.

“Kita baru panen sawi 20 kilogram. Hasilnya lalu dibagikan ke warga dan PPSU (Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum). Masa panen rata-rata sekitar dua hingga tiga bulan sekali untuk sawi, dan bayam,” kata Leo seperti dikutip dari beritajakarta.id (4/4/2019).

[Baca Juga: Warga Cempaka Timur Galakkan Pertanian Perkotaan]

Leo mengungkapkan bibit-bibit sayuran tersebut didapat dari Sudin KPKP Jakarta Selatan. Selain itu, lahan yang ditanami sayuran tersebut juga sering dikunjungi anak-anak TK atau Paud. "Banyak anak-anak TK dan Paud yang datang ke sini untuk melihat dan belajar bercocok tanam,” tandasnya.

Ada Lahan Pertanian di Kantor Kelurahan Kebagusan

Bercocok Tanam Sayur

Lokasi pertanian kota lain yang memanfaatkan lahan milik pemerintah juga dapat ditemukan tidak jauh dari Kebagusan. Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta memiliki lahan kosong yang kini dimanfaatkan warga Ciganjur untuk bertani. Warga RW 05 Kelurahan Ciganjur ini telah tiga tahun bercocok tanam berbagai jenis sayuran.

"Alhamdulillah kita boleh memanfaatkan lahan ini untuk tanam sayuran. Macamnya seperti kangkung, bayam, kenikir, cabai, kadang diselingi kacang panjang dan timun," kata salah satu warga yang memanfaatkan lahan tersebut yaitu Fatmawati (52) seperti dikutip dari laman beritajakarta.id (09/03/2019).

[Baca Juga: Bintaro Persiapkan Lahan untuk Urban Farming]

Kedua lokasi ini memilih sayuran karena dapat meningkatkan perekonomiannya dengan mengurangi pengeluaran membeli sayuran. Hasil dari bertani, dapat dinikmati warga atau dijual di pasar bahkan banyak warga yang juga membeli lahan tersebut.

Kedua lokasi ini ditanami jenis sayuran yang memiliki masa panen relatif singkat. Sehingga dalam setahun bisa berkali-kali panen. "Seperti bayam dan kangkung itu kan sebulan sekali panen. Kecuali kacang panjang dan timun, bisa sampai enam bulan," tutur Fatmawati.

[Baca Juga: Gang Hijau, Komunitas Pionir Urban Farming di Jakarta]

Fatmawati menambahkan, untuk kangkung dan bayam dijual dengan harga Rp600 per ikat. "Timun dan kacang panjang liat harga pasar, bisa Rp2.500 sampai Rp5.000 per kilogram. Ya lumayan buat tambahan belanja kebutuhan rumah tangga," tandasnya.

Read More

Artikel Lainnya

Penelitian Menemukan Kaitan Imunitas DBD dapat Membantu Melawan COVID-19

Kesehatan

Penelitian Menemukan Kaitan Imunitas DBD dalam Melawan COVID-19

22 September 2020, 17:03

Penelitian ini membandingkan distribusi geografis kasus virus corona dengan penyebaran demam berdarah pada 2019 dan 2020.

DKI Jakarta Perlu Penambahan Lahan Pemakaman Khusus COVID-19

Berita Kawasan

DKI Jakarta Perlu Penambahan Lahan Pemakaman Khusus COVID-19

22 September 2020, 16:20

Saat ini, terdapat dua TPU khusus COVID-19: Pondok Ranggon dan TPU Tegal Alur. Jika tak ada penambahan lahan, dikhawatirkan lahan itu akan habis.

Pemkot Bogor Luncurkan Pedoman PJJ dan WiFi Publik Gratis di 797 RW

Pendidikan

Pemkot Bogor Luncurkan Pedoman PJJ dan WiFi Publik Gratis di 797 RW

22 September 2020, 14:15

Ada sejumlah persoalan dalam penerapan PJJ, seperti persoalan akses wifi yang tidak merata, kemampuan untuk membeli kuota internet dan materi pembelajaran.

Dengan 620 Pompa, DKI Jakarta Siaga 24 Jam Hadapi Banjir

Berita Kawasan

Dengan 620 Pompa, DKI Jakarta Siaga 24 Jam Hadapi Banjir

22 September 2020, 13:17

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta memastikan mayoritas pompa mobile dan pompa stasioner di Jakarta dalam kondisi prima menghadapi musim hujan.


Comments


Please Login to leave a comment.