Ahli Jelaskan Jumlah Droplet yang Dihasilkan dari 4 Aktivitas Ini

Kesehatan

Ahli Jelaskan Jumlah Droplet yang Dihasilkan dari 4 Aktivitas Ini

Virus Corona baru bernama SARS-CoV-2 telah lama diketahui menyebar melalui batuk dan bersin. Namun, Profesor Erin Bromage, pakar biologi di University of Massachusetts Darmouth, Amerika Serikat mengemukakan bila aktivitas seperti bernapas dan berbicara juga dapat menyebarkan virus ini.

Bromage menjelaskan bahwa virus yang dikeluarkan dari masing-masing aktivitas tersebut berbeda, sejauh ini bersin masih menjadi aktivitas yang menyebarkan virus paling banyak. Seseorang, yang sehat dapat terinfeksi COVID-19, kata Bromage, bila setidaknya menerima 1.000 partikel SARS-CoV-2.

Berikut penjelasan mengenai kegiatan yang berpotensi menyebarkan droplet dan jumlah yang dihasilkan setiap aktivitas ini.

Ahli Jelaskan Jumlah Droplet yang Dihasilkan dari 4 Aktivitas Ini Bersin

1) Bersin

Bromage menjelaskan, dalam sekali bersin seseroang bisa menghasilkan 30.000 droplet atau percikan air liur yang ukurannya sangat kecil. Droplet ini dapat menyebar 200 mil per jam ke lingkungan di sekitarnya.

Bromage memaparkan, seseorang yang positif COVID-19 dapat menyebarkan 200.000.000 partikel virus dalam satu kali bersin. Bila ia bersin di ruangan tertutup dilengkapi AC, virus menyebar di seluruh sudut ruangan itu. Beberapa virus (dengan bantuan droplet) akan tetap berada di udara, selebihnya jatuh ke permukaan benda-benda di sekitarnya.

Oleh karena itu, orang sehat yang berada di sekitarnya dapat menghirup 1.000 partikel virus dan pada akhirnya terinfeksi COVID-19.

Ahli Jelaskan Jumlah Droplet yang Dihasilkan dari 4 Aktivitas Ini Batuk

2) Batuk

Dalam sekali batuk, setidaknya ada 3.000 droplet yang dihasilkan oleh seseorang. Banyaknya virus yang dihasilkan dalam sekali batuk sama dengan bersin, yaitu 200.000.000 virus.

“Walau batuk atau bersin itu tidak ditujukan kepada Anda, sebagian droplet yang dihasilkan oleh orang terinfeksi dapat berada di udara beberapa menit, memenuhi suduh-sudut ruangan dengan partikel virusnya. Yang dapat Anda lakukan [untuk terinfeksi virus] adalah memasuki ruangan itu kemudian menarik napas untuk mendapatkan cukup virus,” tulis Bromage dalam situs pribadinyaerinbromage.com (26/5/2020).

Ahli Jelaskan Jumlah Droplet yang Dihasilkan dari 4 Aktivitas Ini Bernapas

3) Bernapas

Bernapas juga ternyata mengeluarkan droplet. Bromage mengatakan, droplet yang dikeluarkan dalam satu kali napas bisa mencapai 50-5.000.

Berbeda dengan batuk dan bersin, virus yang dikeluarkan dari aktivitas bernapas lebih sedikit jumlahnya. Bromage mengacu pada penelitian yang dipublikasikan tahun 2018, bahwa dalam satu menit bernapas, virus yang dihasilkan oleh seseorang yang terinfeksi bisa mencapai 20 partikel.

“Kita belum memiliki jumlah SARS-CoV-2 yang dihasilkan dalam satu kali napas, tetapi kita dapat menggunakan kasus influenza sebagai panduan. Studi mengungkapkan seseorang yang terinfeksi influenza menghasilkan 33 virus per menit melalui bernapas. Tetapi, saya menggunakan angka 20 [virus yang dihasilkan] sebagai angka matematis yang sederhana,” jelas Bromage.

[Baca Juga: Tengok Kasus Negara Lain, 5 Tempat Ini Risiko Tinggi Penularan COVID-19]

Ia menjelaskan setidaknya orang yang sehat perlu berada di ruangan tertutup yang sama selama 50 menit dengan pasien Covid-19 agar terinfeksi.

“Melalui bernapas secara normal, 20 partikel virus per menitnya dilepaskan ke lingkungan, walau setiap virusnya mencapai paru-paru Anda [skenario terburuknya], Anda tetap membutuhkan 1.000 partikel virus dibagi 20 per menit = 50 menit,” lanjut Bromage.

Ahli Jelaskan Jumlah Droplet yang Dihasilkan dari 4 Aktivitas Ini Berbicara

4) Berbicara

Melalui berbicara selama satu menit, seseorang dapat menghasilkan 200 partikel virus. Bromage mangasumsikan bila virus tersebut dihirup oleh orang yang sehat, setidaknya butuh lima menit untuk terinfeksi virus.

Bromage menegaskan penting sekali untuk berada di dalam rumah selama pandemi COVID-19 dan jangan bepergian ke ruang publik yang tertutup dilengkapi AC. Hal ini karena seseorang tidak menyadari apakah dirinya terinfeksi COVID-19 atau tidak, mengingat banyaknya jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yang menjadi pembawa virus.

“Inilah mengapa sangat penting bagi orang yang asimptomatis atau tanpa gejala untuk tetap berada di dalam rumah. Bersin dan batuk Anda mengelurakan begitu banyak virus sehingga Anda dapat menginfeksi seluruh orang di ruangan,” papar Bromage.


Read More

Artikel Lainnya

Melalui Buku Ini, Masyarakat Diajak Sajikan dan Lestarikan Kuliner Asli Betawi.jpg

Kuliner

Lestarikan Kuliner Asli Betawi Melalui Buku

03 October 2022, 14:30

Belum lama ini Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia, istri Gubernur DKI Jakarta dan istri mantan Sekda DKI Jakarta berkolaborasi guna menghasilkan buku yang mengulas resep tradisional khas Betawi.

3 Startup Naungan East Ventures Ini Dukung Ekosistem Kopi Tanah Air.jpg

Bisnis

3 Startup Naungan East Ventures Ini Dukung Ekosistem Kopi Tanah Air

03 October 2022, 11:28

East Ventures setidaknya telah mendanai tiga perusahaan startup yang mendukung perkembangan ekosistem kopi di Tanah Air.

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung - Copy.jpg

Bisnis

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung

30 September 2022, 13:44

Pada momen pembukaan cabang Selma terbaru di daerah Ciledug, ritel mebel di bawah naungan Kawan Lama Group itu menggelar program edukasi kesehatan jantung.


Comments


Please Login to leave a comment.