Ajip Rosidi Tutup Usia, Wariskan Semangat Pelestarian Sastra Daerah

Pendidikan

Ajip Rosidi Tutup Usia, Wariskan Semangat Pelestarian Sastra Daerah

Dunia sastra Indonesia kembali kehilangan salah satu tokohnya. Ajip Rosidi yang merupakan penyair, budayawan, akademisi, dan redaktur beberapa majalah dan penerbitan ini, menghembuskan napas terakhir di Magelang pada Rabu malam, 29 Juli 2020 pada usia 82 tahun.

Pria kelahiran Jatiwangi, Jawa Barat pada 31 Januari 1938 ini menghabiskan banyak waktu dalam hidupnya untuk menumbuhkan dan melestarikan karya sastra yang ditulis dalam bahasa-bahasa daerah Nusantara.

Sumbangan besar Ajip Rosidi bagi sastra daerah adalah penyelenggaraan Hadiah Sastra Rancage yang sudah berlangsung sejak 1989. Hadiah sastra ini diberikan Ajip Rosidi kepada sastrawan Sunda, Jawa, Bali, dan orang yang dianggap berjasa dalam mengembangkan sastra daerah.

Ajib Rosidi Tutup Usia, Wariskan Semangat Pelestarian Sastra Daerah

Awalnya Ajip Rosidi menaruh minat besar terhadap perkembangan bahasa dan sastra Sunda sejak ia menjadi guru besar tamu di Universitas Bahasa Asing Osaka tahun 1981. Menurut situs Badan Bahasa di kemdikbud.go.id (30/7/2020), ketika tinggal di Osaka itulah, ia merasa prihatin terhadap nasib sastrawan Sunda yang senantiasa mengarang dalam bahasa daerah meskipun honorarium yang mereka peroleh tidak memadai.

Padahal, dilihat dari kualitas, karya sastra Sunda tidak kalah dengan sastra Indonesia. Karya yang mereka hasilkan bermutu tinggi. Ketika menghadapi situasi seperti itulah, Ajip ingin sedikit memberikan penghargaan kepada sastrawan daerah yang dipandang berprestasi.

Warisan Hadiah Sastra Rancage

Keinginan Ajip Rosidi itu diwujudkannya dalam bentuk hadiah sastra yang kemudian diberinya nama Hadiah Sastra Rancage. Hadiah ini pertama kali diberikan pada tahun 1989 untuk karya sastra Sunda yang dianggap terbaik yang terbit berupa buku pada tahun sebelumnya. Hadiah yang diberikan berupa piagam dan uang sebanyak satu juta rupiah. Jumlah tersebut cukup besar dan cukup menarik untuk para pengarang Sunda yang biasanya menerima honorarium dalam jumlah yang jauh lebih sedikit.

Kata 'rancage' diambil dari Bahasa Sunda yang cakap dan dinamis. Hadiah sastra ini secara tetap diberikan setiap tahun sejak 1989. Ketetapan pemenang diumumkan setiap tanggal 31 Januari, bertepatan dengan hari ulang tahun pendirinya. Ajip Rosidi dalam hal ini sekaligus sebagai juri atau orang yang menentukan siapa-siapa yang berhak mendapat penghargaan. Pada tahun pertama (1989) pemenang hadiah hanya seorang, yaitu pengarang buku terbaik, yang terbit tahun 1988.

[Baca Juga: Wakil Wali Kota Bogor Sosialisasi Pelestarian Budaya Sunda]

Akan tetapi, sejak tahun berikutnya, di samping karya sastra Sunda terbaik juga diberikan penghargaan kepada pengarang yang dianggap berjasa besar terhadap perkembangan sastra Sunda. Jadi, selain hadiah untuk karya juga terdapat hadiah untuk jasa.

Prinsipnya, seorang pengarang dapat saja memperoleh Hadiah Sastra Rancage berkali-kali untuk karyanya jika tiap tahun sastrawan itu melahirkan karya-karya unggul yang diterbitkan dalam bentuk buku, seperti Godi Suwarna yang menerima hadiah pada tahun 1993 dan 1996 dan Yoseph Iskandar yang menerima hadiah tahun 1992 dan 1997. Namun, untuk jasa, tiap pengarang hanya akan satu kali memperoleh Hadiah Sastra Rancage.

Sejak tahun 1993 diberikan pula Hadiah Samsudi bagi pengarang yang menerbitkan buku bacaan kanak-kanak yang berbahasa Sunda. Besar hadiahnya sama dengan Hadiah Sastra Rancage.

Setelah Hadiah Sastra Rancage secara terus-menerus diberikan selama lima tahun, dipandang telah tiba saatnya untuk melembagakannya dalam bentuk yayasan. Dengan terbentuknya Yayasan Kebudayaan Rancage, kekhawatiran beberapa orang bahwa hadiah ini akan berhenti, dapat dihilangkan.

Ajib Rosidi Tutup Usia, Wariskan Semangat Pelestarian Sastra Daerah

Tujuan yayasan ini adalah untuk membina dan mengembangkan kehidupan kesusastraan, kehidupan kesenian, dan kebudayaan, baik daerah maupun nasional. Modal dasar berasal dari pendiri dan penyumbang berasal dari berbagai pihak, seperti masyarakat, badan-badan lain yang menaruh minat terhadap kesusastraan daerah.

Mulai tahun 1994 Hadiah Sastra Rancage diberikan juga kepada para pengarang sastra berbahasa Jawa. Dan, pada 1998 diberikan juga Hadiah Sastra Rancage kepada sastrawan Bali. Bahkan pada 2020, Sastrawan Lampung Semacca Andanant menerima Hadiah Sastra Rancange atas karya Lapah Kidah Sangu Bismilah, Bandung & Hahiwang (diterbitkan Pustaka LaBRAK) karena memasukkan unsur modern dalam bandung dan hahiwang, dua bentuk sastra lisan tradisional Lampung.

[Baca Juga: Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang, Kolabroasi Dua Penulis Lintas Generasi]

Selain satra Lapung, Hadiah Rancange 2020 juga diberikan kepada sastrawan Sunda HD Bustaman untuk karyanya Ngankang Ka Pengeto, Sastrawan Bali Ida Bagus Prawanasuta dengan karya Tresna Tuara Teked, dan sastrawan Batak Robinson Siagian untuk karya Guru Honor, sastrawan Jawa Irus S Budianto untuk karya Kalung, dan sastrawan Madura Mat Toyu dengan karya Kerrong ka Omba.

"Semoga semangat merawat bahasa dan sastra daerah terus terjaga. Saya gembira karena dari Jatiwangi usaha itu terus mengalir. Jatiwangi untuk Indonesia demi kelestarian bahasa dan budaya Nusantara," kata Ajip ketika menyerahkan penghargaan tepat di hari ulang tahunnya yang ke-82.

Itulah seremoni terakhir Hadiah Sastra Rancange 2020 yang dihadiri langsung oleh Ajip Rosidi, seperti diberitakan antaranews.com (1/2/2020). Acara tersebut menjadi sangat spesial karena berlangsung tepat tanggal 31 Januari di desa kelahirannya, Jatiwangi, Jawa Barat.

Read More

Artikel Lainnya

Pastikan Tak Ada Buaya, Damkar Kota Depok Sisir Kali Pesanggrahan.jpg

Berita Kawasan

Pastikan Tak Ada Buaya, Damkar Kota Depok Sisir Kali Pesanggrahan

06 August 2020, 19:00

Pekan ini Damkar Depok mengerahkan anggotanya untuk menyisir area Kali Pesanggarahan demi memastikan tak ada buaya yang berkeliaran.

Sate H.Romli, Sate RSPP yang Legendaris.jpg

Kuliner

Sate H.Romli, Sate RSPP yang Legendaris

06 August 2020, 18:00

Jika berbicara mengenai menu sate populer di kawasan Jakarta Selatan, maka warung Sate H. Romli atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sate RSPP bisa dipastikan sebagai salah satunya.

Ada Target Gula Darah untuk Pasien Diabetes Agar Terhindar Perparahan COVID-19

Kesehatan

Ada Target Gula Darah untuk Pasien Diabetes Agar Terhindar Perparahan COVID-19

06 August 2020, 16:50

Penyandang diabetes akan lebih rentan mengalami perparahan bahkan menyebabkan kematian jika terinfeksi COVID-19.

Apa yang Bisa Anda Persiapkan Hadapi Resesi Ekonomi 2020

Bisnis

Apa yang Bisa Anda Persiapkan Hadapi Resesi Ekonomi 2020?

06 August 2020, 15:30

Sektor industri, penurunan kinerja ekspor impor, dan tingginya pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa mengakibatkan peningkatan angka kemiskinan.


Comments


Please Login to leave a comment.