Seberapa Ampuh Klorokuin Untuk Atasi Virus Corona

Kesehatan

Akibat Komplikasi Jantung, Uji Chloroquine Dosis Tinggi Dihentikan

Uji coba obat malaria chloroquine dengan dosis tinggi di Brasil dihentikan setelah pasien yang mengonsumsinya mengalami masalah ritme jantung.

Para peneliti Brasil yang menguji obat ini memberikan chloroquine pada 440 orang untuk melihat keefektifannya menangani penyakit yang disebabkan oleh infeksi Virus Corona Baru atau SARS-CoV-2.

Beberapa pasien diberikan dosis tinggi (600 miligram, dua kali sehari selama sepuluh hari), sementara yang lainnya diberikan chloroquine dosis rendah (450 miligram selama lima hari). Studi ini disebut sebagai double blind, artinya baik pasien maupun dokter tidak mengetahui dosis mana yang diterima. Hanya peneliti yang mengetahuinya.

Bagaimana Pengobatan yang Diterima oleh Pasien COVID-19

Melansir Live Science (15/4/2020), setelah beberapa hari, peneliti menemukan pasien yang diberikan chloroquine dengan dosis tinggi mengalami masalah ritme jantung dibandingkan pasien yang mendapatkan dosis rendah. Dua pasien di antaranya mengalami ritme jantung yang abnormal dan meninggal dunia. Akhirnya, peneliti memutuskan untuk menyetop penggunaan chloroquine dengan dosis tinggi. Mereka menyarankan untuk tidak lagi menggunakan dosis tinggi chloroquine pada pasien COVID-19 di seluruh dunia.

“Penelitian kami menunjukkan bukti yang cukup untuk menyetop penggunaan dosis tinggi [chloroquine] di seluruh dunia demi menghindari kematian yang tidak perlu,” kata peneliti dalam tulisan yang diterbitkan pada 11 April lalu di medRxiv.

[Baca Juga: Seberapa Ampuh Obat Malaria Klorokuin untuk Atasi Virus Corona?]

Setelah menghentikan penggunaan dosis tinggi chloroquine, peneliti pun memberikan semua partisipan penelitian chloroquine dengan dosis rendah. Pemberian obat dengan dosis rendah tetap dilakukan demi menyelesaikan penelitian.

Tak hanya peneliti Brasil, efek samping obat ini juga dibuktikan oleh salah satu rumah sakit di Prancis. Rumah sakit tersebut melaporkan telah menghentikan pengobatan dengan hydroxychloroquine pada satu pasien positif COVID-19 setelah pasien itu mengalami masalah ritme jantung.

Pun bagaimana, Kepala Divisi Farmakologi Klinis di Universitas Toronto David Juurlink tetap mengapresiasi penelitian ini.

[Baca Juga: Mengenal Remdesivir dan Kevzara, Obat yang Diuji untuk COVID-19]

Chloroquine dapat menyebabkan peningkatan yang abnormal pada elektrodiagram, yang bisa menyebabkan seseorang mengalami kematian mendadak,” kata Juurlink tentang informasi yang dapat disimpulkan dari penelitian di Brasil itu.

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi telah mendatangkan tiga juta chloroquine untuk memerangi COVID-19 di Indonesia. Dalam Pedoman Penanganan Cepat Medis dan Kesehatan Masyarakat COVID-19 di Indonesia tertuang bila pasien dengan gejala berat akan diberikan chloroquine.

RSPI Sulianti Saroso, seperti diungkap oleh dr Hariyuki Dewi Faisal juga memberikan chloroquine pada pasiennya dengan gejala berat COVID-19.

Chloroquine dan hydroxychloroquine telah digunakan selama beberapa dekade untuk mengobati pasien malaria. Obat ini tidak aman diberikan pada orang-orang yang mengalami masalah ritme jantung atau aritmia


Read More

Artikel Lainnya

Wayang Jogja Night Carnival 2022 Siap Digelar Akhir Pekan Ini!.jpg

Berita Kawasan

Wayang Jogja Night Carnival 2022 Siap Digelar Akhir Pekan Ini!

04 October 2022, 17:54

Pekan ini warga Kota Gudeg akan dihibur dengan acara Wayang Jogja Night Carnival 2022 sebagai acara puncak HUT Kota Yogyakarta ke-266.

East Ventures Pimpin Pendanaan Startup Penyewaan Kebutuhan Rumah dan Kanto r.jpg

Properti dan Solusi

East Ventures Pimpin Pendanaan Startup Penyewaan Kebutuhan Rumah dan Kantor

04 October 2022, 15:58

Perusahaan startup product-as-a-service Bioma baru-baru ini disebut meraih suntikan pendanaan pre-seed yang dipimpon oleh East Ventures serta Init-6.

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam.jpg

Kecantikan dan Fashion

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam

03 October 2022, 17:32

Alih-alih menggunakan kulit sapi, kambing, atau reptil, salah satu brand di Kota Bandung menggunakan ceker ayam sebagai bahan baku produk sepatunya.

Melalui Buku Ini, Masyarakat Diajak Sajikan dan Lestarikan Kuliner Asli Betawi.jpg

Kuliner

Lestarikan Kuliner Asli Betawi Melalui Buku

03 October 2022, 14:30

Belum lama ini Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia, istri Gubernur DKI Jakarta dan istri mantan Sekda DKI Jakarta berkolaborasi guna menghasilkan buku yang mengulas resep tradisional khas Betawi.


Comments


Please Login to leave a comment.