BEKASI-KAWASAN-MENELISIK KARYA SASTRA KHAS BEKASI DARI SUDUT PANDANG AKTIVIS BUDAYA-KIKI-1100 px X 600 px-02.jpg

Pendidikan

Aktivis Budaya Menelisik Sastra Khas Bekasi

Sebelumnya, Pingpoint.co.id sudah pernah mengenalkan sosok aktivis budaya muda asal Bekasi, yang lebih dikenal dengan nama Iqbal. Ia mulai memperhatikan budaya tempat tinggalnya sejak duduk di bangku SMP, namun baru aktif berpartisipasi sejak duduk dibangku kuliah. Sebabnya karena saat memasuki universitas, Iqbal bertemu dengan aktivis dan budayawan Bekasi yang sudah lebih senior.

Keinginanya memperdalam budaya lebih kuat setelah bertemu dengan beberapa tokoh, misalnya Andi Sopandi yang merupakan dekan universitas tempatnya menuntut ilmu, ia juga bertemu dengan Bang Djiung yang merupakan budayawan muda Bekasi. Dari sekian banyaknya budaya Bekasi, Iqbal mengaku lebih menyukai mendalami karya sastra.

[Baca Juga: Jelajah Pendidikan Sejarah Bekasi di 5 Lokasi Ini]

Bahkan saat ditanyakan apa penyebab ia menyukai puisi, ia tak bisa mendeskripsikannya. “Kalau udah cinta, bingung alasannya apa,” jelasnya saat dihubungi Pingpoint.co.id lewat pesan singkat pada (23/11/2018). Puisi menurutnya adalah keanggunannya dia dalam menyampaikan keluh kesah atau pesan. Dengan puisi, Anda tak harus terang-terangan untuk menyampaikan pesan.

Lewat puisi, Anda bisa mempercantik pesan yang ingin disampaikan. Iqbal juga menambahkan, dari sastra ia telah belajar banyak mengenai cara pandang hidut lewat sudut pandang yang berbeda. Hal ini membuatnya menghargai seluruh makhluk yang ada di muka bumi.

Bekasi sendiri juga memiliki budaya khas dalam bidang sastra, bahkan karya sastra terkenal seperti "Karawang Bekasi" ciptaan Chairil Anwar, jelas-jelas menyebut dan menjadikan perjuangan rakyat Bekasi saat merebut kemerdekaan sebagai inspirasi puisinya yang melegenda.

Di Tepi Kali Bekasi, Pramoedya Ananta Toer

Karya Sastra Asli Bekasi

Bukan hanya itu, karya sastra yang asli Bekasi biasanya disebut Situn atau Puisi Pantun. Situn merupakan puisi yang dibuat dengan konsep pantun, yaitu dihitung suku kata, rima, namun tidak memiliki sampiran jadi semuanya merupakan isi. Puisi yang berpantun ini dipopulerkan oleh Kong Guntur Elmogas, seorang budayawan Bekasi yang aktif mempopulerkan karya sastra salah satunya situn.

Walaupun Bekasi merupakan kota pinggiran Jakarta, namun perjalanan sejarah dan peninggalan budayanya sangat banyak, selain puisi ciptaan Chairil Anwar yang amat populer masih banyak lagi karya sastra asli Bekasi atau berhubungan langsung dengan Bekasi, yaitu lagu karya Ismail Marzuki yang berjudul "Melati di Tapal Batas". Lagu ini didedikasikan untuk para pejuang perempuan di Bekasi pada masa itu.

[Baca Juga: Post Santa, Komunitas Pecinta Buku di Pasar Santa]

Selain lagu, ada juga novel karya Pramoedya Ananta Toer yang judulnya Di Tepi Kali Bekasi. Novel ini pertama kali terbit pada tahun 1951 dalam novel ini Pramoedya bercerita tentang semangat perjuangan dan kehidupan masyarakat saat masa revolusi pada tahun 1946-1949.

Menurut Iqbal, karya sastra yang diciptakan oleh budayawan Bekasi sebenarnya banyak, namun jarang diketahui atau tidak dipublikasikan secara masal seperti ketiga karya di atas. Harapannya, semoga anak muda ingin mempelajari sastra Bekasi khususnya Budaya. Menurutnya, jika sudah kenal akan timbul rasa cinta dan kepedulian untuk melestarikannya.

Read More

Artikel Lainnya

Penelitian Menemukan Kaitan Imunitas DBD dapat Membantu Melawan COVID-19

Kesehatan

Penelitian Menemukan Kaitan Imunitas DBD dalam Melawan COVID-19

22 September 2020, 17:03

Penelitian ini membandingkan distribusi geografis kasus virus corona dengan penyebaran demam berdarah pada 2019 dan 2020.

DKI Jakarta Perlu Penambahan Lahan Pemakaman Khusus COVID-19

Berita Kawasan

DKI Jakarta Perlu Penambahan Lahan Pemakaman Khusus COVID-19

22 September 2020, 16:20

Saat ini, terdapat dua TPU khusus COVID-19: Pondok Ranggon dan TPU Tegal Alur. Jika tak ada penambahan lahan, dikhawatirkan lahan itu akan habis.

Pemkot Bogor Luncurkan Pedoman PJJ dan WiFi Publik Gratis di 797 RW

Pendidikan

Pemkot Bogor Luncurkan Pedoman PJJ dan WiFi Publik Gratis di 797 RW

22 September 2020, 14:15

Ada sejumlah persoalan dalam penerapan PJJ, seperti persoalan akses wifi yang tidak merata, kemampuan untuk membeli kuota internet dan materi pembelajaran.

Dengan 620 Pompa, DKI Jakarta Siaga 24 Jam Hadapi Banjir

Berita Kawasan

Dengan 620 Pompa, DKI Jakarta Siaga 24 Jam Hadapi Banjir

22 September 2020, 13:17

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta memastikan mayoritas pompa mobile dan pompa stasioner di Jakarta dalam kondisi prima menghadapi musim hujan.


Comments


Please Login to leave a comment.