Angkot 1.jpeg

Berita Kawasan

PPKM Darurat Kota Tangerang, Dishub Batasi Kapasitas Transportasi Umum

Belum lama ini masyarakat diramaikan dengan lonjakan COVID-19 yang sampai saat ini belum melandai. Buntut dari lonjakan tersebut, pemerintah pusat menerbitkan kebijakan terbaru terkait pembatasan aktivitas masyarakat per 3 sampai 20 Juli 2021 mendatang. Kebijakan yang disosialisasikan dengan istilah PPKM Darurat tersebut bakal diberlakukan di seluruh wilayah Jawa dan Bali.

Menyusul kebijakan baru tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berencana mendukung serta mensukseskan penuh demi memutus rantai penyebaran COVID-19. Berbagai kebijakan daerah yang bersifat meneruskan PPKM Darurat sudah dipersiapkan dan segera disosialisasikan ke masyarakat Kota Tangerang untuk diterapkan. Salah satunya adalah terkait pembatasan operasional transportasi umum di Kota Tangerang.

Kebijakan yang dikeluarkan Pemkot Tangerang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tersebut bukan tanpa alasan. Terlebih, antusias masyarakat Kota Tangerang dalam menggunakan moda transportasi umum terbilang cukup tinggi. Pergerakan aktivitas masyarakat juga sebagian besar dihubungkan melalui akomodasi berbagai transportasi umum.

Mempertimbangkan keadaan yang sedang terjadi, Dishub Kota Tangerang melalui mandat kebijakan PPKM Darurat bakal memperketat pembatasan operasional transportasi umum di Kota Tangerang.

Angkot 2.jpeg

Ada pun bentuk pembatasan tersebut sudah direncanakan agar tidak merugikan para pekerja di bidang tersebut. Pembatasan yang diperketat hanya diperuntukkan untuk jam operasional yang dibatasi mulai pukul 04.30 – 22.00 WIB, serta kapasitas maksimal tiap moda transportasi yang dibatasi hanya sampai 70% dari total kapasitas maksimal. Di samping kewajiban para penumpang menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan menerapkan sanksi berat untuk para pelanggar.

“Selain itu, seluruh petugas Dishub juga ditugaskan untuk memastikan seluruh pengemudi dan penumpang menerapkan protokol kesehatan secara benar. Serta menegur dan menindak mereka yang melanggar.” Ungkap Wahyudi, Kepala Dishub Kota Tangerang, Sabtu (3/7/2021).

Dalam proses penegakkan aturan baru tersebut, Dishub Kota Tangerang akan bertotalitas dalam menerapkan aturan yang telah dibuat. Rencananya, Dishub Kota Tangerang bakal menerjunkan 214 personil dalam pengendalian lalu lintas selama PPKM Darurat berjalan. Dengan perincian, 64 personil telah disiapkan khusus sebagai tim sweeping transportasi umum, didampingi 20 personil yang sudah disiapkan juga menjadi tim khusus penertiban.

“Tim khusus sweeping kita sebar di terminal, agen, hingga stasiun. Memastikan syarat perjalanan dipatuhi dengan baik dan benar. Sedangkan penertiban, merupakan tim yang akan bergabung dengan OPD lainnya, di segala aktivitas penertiban PPKM Darurat,” lanjutnya.

Angkot 3.jpeg

Selain itu, untuk memastikan kebijakan baru ini dapat ditaati secara ketat oleh para pengemudi dan penumpang, Dishub Kota Tangerang bakal bekerja sama dengan Polres Metro Tangerang Kota untuk memastikan secara serius dan tegas terkait penertiban pembatasan operasional tranportasi umum di Kota Tangerang.

Kebijakan ini juga akan menyasar seluruh moda transportasi umum yang ada, mulai dari angkutan kota, Si Benteng, Tayo, bus kota, dan angkutan-angkutan lainnya tanpa tebang pilih demi terciptanya aktivitas masyarakat sesuai dengan kebijakan PPKM Darurat yang diterapkan demi melandaikan lonjakan COVID-19 yang masih terus bergerak naik.


Read More

Artikel Lainnya

ITB Luluskan 2.596 Wisudawan dengan Menggelar Wisuda Hybrid, Wisudawan Program Magister dan Doktor Raih IPK Tertinggi.jpg

Pendidikan

ITB Luluskan 2.596 Wisudawan dengan Menggelar Wisuda Hybrid

26 October 2021, 15:32

ITB menggelar wisuda periode Oktober Tahun Akademik 2021/2022 secara Hybrid. Pelaksanaan tersebut berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya.

Romaldi 1.jpg

Kesehatan

Ini Klinik yang Banyak Dituju Warga Bumiaji di Giripurno

26 October 2021, 15:01

Dengan biaya pemeriksaan mulai dari Rp10.000 dan selebihnya harga proses pengobatan tergantung jenis produk yang dipakai, klinik ini menjadi acuan bagi warga Bumiaji.

Grab dan ViarOK.jpg

Bisnis

Kurangi Emisi Karbon, Grab Pesan 6.000 Unit Motor Listrik VIAR

26 October 2021, 14:32

Kolaborasi yang salah satu tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan akan BBM ini akan dilanjutkan dengan mempersiapkan 6.020 kendaraan listrik yang siap didistribusikan di akhir tahun 2021 di seluruh Indonesia.

rshOK2.jpg

Berita Kawasan

Pertama di Semarang! Bonbin Mangkang Akan Miliki Rumah Sakit Hewan

26 October 2021, 14:02

Rumah Sakit Hewan yang akan dibangun ini merupakan rumah sakit pertama yang ada di Kota Semarang karena belum pernah ada rumah sakit hewan di kota Atlas ini sebelumnya.


Comments


Please Login to leave a comment.