Alarm Berbunyi Beep Vs Bermelodi, Mana yang Lebih Baik

Kesehatan

Alarm Berbunyi Beep Vs Bermelodi, Mana yang Lebih Baik?

Alarm menjadi senjata jitu untuk bangun di pagi hari. Cukup mengaturnya di ponsel pintar, maka alarm akan berbunyi pada waktu yang diinginkan tuannya. Bunyinya pun berbeda, lagi-lagi sesuai preferensi si pengatur. Ada yang menyukai bunyi beep lawas bawaan ponsel, ada juga yang berlabuh pada lagu favorit di playlist. Namun, apa dampak memasang bunyi beep untuk alarm? Adakah bedanya dengan memasang musik bermelodi?

Pertanyaan ini bisa terjawab lewat hasil penelitian Stuart McFarlane dan tim yang dipublikasi akhir Januari 2020. Melansir Healthline (21/02/2020), Peneliti di Royal Melbourne of Technology (RMIT) University, Australia dan timnya itu membagikan kuesioner kepada lima puluh responden.

Alarm Berbunyi Beep Vs Bermelodi, Mana yang Lebih Baik

Pertanyaan pada kuesioner seputar bunyi alarm. Itu di antaranya jenis bunyi apa yang mereka pasang untuk alarm, apa yang mereka rasakan saat menggunakan jenis bunyi itu, dan seberapa mudahnya mereka bangun atau merasa pening ketika bangun.

Hasilnya, ada hubungan antara musik bermelodi dengan mudahnya seseorang untuk bangun tidur. Tim peneliti asal Australia itu menemukan bahwa orang-orang yang memasang musik bermelodi sebagai bunyi alarm lebih cepat bangun serta siaga setelah bangun.

[Baca Juga: Ikuti Kebiasaan Sehat Ini Setelah Bangun Tidur]

Lalu apa kriteria bunyi bermelodi menurut McFarlane? Pemimpin penelitian itu lebih lanjut menjelaskan jika bermelodi yang dimaksud seperti lagu yang dilantunkan Sang Ratu Pop Madonna, Borderline. Borderline tidak beritme terlalu cepat maupun lambat. Namun, lagu itu tetap menyuguhkan nada naik turun bervariasi. McFarlane menyimpulkan nada itulah yang membuat otak manusia lebih fokus dan perhatian ketika bangun.

Lain halnya dengan bunyi lawas bawaan ponsel yang hanya mengandung nada monoton. Mereka yang menyetel bunyi ini cenderung merasa cemas dan pusing ketika bangun tidur.

[Baca Juga: Pusing Setelah Bangun Tidur? Ini Tips Meredakannya]

Penelitian ini sangat berguna untuk orang-orang yang mengalami sleep inertia. Mereka yang menderita sleep inertia merasakan pusing ketika bangun tidur. Normalnya pusing setelah bangun tidur berlangsung selama tiga puluh menit, tapi sleep inertia membuatnya lebih lama hingga mencapai 2-4 jam. Rasa pusing itu dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam berpikir dan mengingat.

Ini menjadi masalah ketika mereka adalah yang menderita sleep inertia adalah orang-orang yang harus bangun pagi untuk menghindari macet ke kantor atau ke sekolah. Terlebih lagi, mereka yang dituntut untuk selalu siap siaga seperti polisi, dokter, atau supir transportasi umum.

Read More

Artikel Lainnya

Sensus Penduduk Tetap Berjalan Secara Daring Selama Pandemi COVID-19

Berita Kawasan

Sensus Penduduk Tetap Berjalan Secara Daring Selama Pandemi COVID-19

07 April 2020, 11:00

Menurut data Disdukcapil Kota Tangerang, per 2 April, sejumlah 103.667 keluarga Kota Tangerang telah berpartisipasi sensus penduduk online 2020.

Kemendikbud Akan Beri Sertifikat Penghargaan 15.000 Relawan Mahasiswa

Pendidikan

Kemendikbud Akan Beri Sertifikat Penghargaan 15.000 Relawan Mahasiswa

07 April 2020, 10:00

Relawan mahasiswa kesehatan yang membantu menangani COVID-19 ini akan diberikan sertifikat yang dapat dikonversikan menajdi SKS.

4 Rekomendasi Film Romantis Selama Isolasi Diri

Berita Kawasan

4 Rekomendasi Film Romantis Selama Isolasi Diri

07 April 2020, 09:00

Film-film romantis berikut bisa temani Anda isolasi diri di rumah. Ada empat film pilihan kami yang bisa ditonton dari beberapa aplikasi streaming film.

Terminal Giwangan Rajin Disinfeksi untuk Antisipasi Covid-19

Berita Kawasan

Terminal Giwangan Rajin Disinfeksi untuk Antisipasi COVID-19

07 April 2020, 08:00

Sebagai salah satu upaya untuk mencegah menyebarnya Virus Corona, Terminal Giwangan rajin didisinfeksi per tiga hari.


Comments


Please Login to leave a comment.