Alat Sterilisasi Virus COVID-19 Portabel Bagi Masker Kain Buatan LIPI

Kesehatan

Alat Sterilisasi Virus COVID-19 Portabel Bagi Masker Kain Buatan LIPI

Dr Eng Gadang Priyotomo, peneliti Pusat Penelitian Metalurgi dan Material dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan saat ini LIPI sedang membuat alat sterilisasi virus COVID-19 portabel bagi masker kain berbasis sinar ultraviolet C (UVC) dalam beberapa menit. Alat itu diberi nama UVC Merah Putih.

Menurut Dr Eng Gadang Priyotomo yang sekaligus koordinator pembuat alat UVC Merah Putih menerangkan jika keunggulan UVC Merah Putih ini adalah handy, mudah dibawa, ekonomis, aman, dan harga yang murah. Demikian keterangan tertulis yang diterima oleh tim redaksi PingPoint.co.id, Senin (19/7/2021).

Selain itu, cara kerja alat sterilisasi virus COVID-19 portabel juga cukup mudah yaitu masker kain yang telah dipakai selama empat jam dimasukkan ke dalam penyimpanan (storage) dalam waktu tertentu. Setelah itu, masker kain bebas dari virus corona penyebab COVID-19.

“Alat sterilisasi ini portabel bersifat ringan sehingga mudah disimpan dalam saku dan terjangkau bagi masyarakat luas. Cocok untuk traveling,” ungkap Gadang.

Sementara itu, Dr Eng Gadang Priyotomo juga menerangkan bagaimana proses awal mulai tercetus ide membuat alat sterilisasi virus COVID-19 portabel hingga prosesnya sampai saat ini melalui saluran podcast yang diikuti oleh kami secara daring. Berikut petikan wawancaranya.

Alat Sterilisasi Virus COVID-19 Portabel Bagi Masker Kain Buatan LIPI

Sejak pandemi COVID-19, agar tidak mudah terinfeksi virus maka kita perlu melakukan sterilisasi pada permukaan benda- benda yang sering kita pakai. Salah satu teknologi yang bisa digunakan yaitu teknologi ultraviolet. Meski teknologi ultraviolet merupakan teknologi yang sudah ada sejak lama, bahkan sering kita jumpai dalam kehidupan sehari- hari seperti digunakan untuk memindai uang. Namun teknologi ultraviolet memiliki jenisnya masing- masing

Ada empat jenis teknologi ultraviolet antara lain grade A, grade B, grade C, dan grade vacuum UV. Penentuan grade ini terkait dengan rentang panjang gelombang tertentu yang dihasilkan oleh teknologi ultraviolet. Sedangkan untuk alat sterilisasi virus COVID-19 menggunakan teknologi ultraviolet grade C atau bisa dikenal dengan teknologi UVC.

Fungsi dari teknologi UVC ini memiliki manfaat mampu mendisinfeksi suatu mikroorganisme atau bakteri agar steril kembali. Hal ini yang menyebabkan teknologi UVC saat ini banyak beredar di pasaran. Namun sungguh disayangkan semua produknya berasal dari luar negeri. Padahal teknologi UVC mudah sekali dibuat di dalam negeri.

Singkat kata, kenapa negara Indonesia tidak produksi sendiri teknologi UVC tetapi oleh kami LIPI melakukan inovasi melalui modifikasi dalam bentuk portabel. “Kami ingin mendisinfeksi virus atau bakteri dengan cara memasukkan masker kain ke dalam box selama 2-3 menit, maka bisa steril. Box kecil ukuran 20-30 cm, handy,” ungkap Gadang.

Alat Sterilisasi Virus COVID-19 Portabel Bagi Masker Kain Buatan LIPI

Kenapa hanya masker kain yang bisa disterilisasi oleh alat ini? Sebab cuma masker kain yang bisa digunakan kembali setelah durasi penggunaan 4-6 jam, berbeda dengan masker medis dan masker N-95 yang sifatnya habis sekali pakai.

Dr Eng Gadang Priyotomo juga menyoroti penggunaan masker masa PPKM Darurat ini, dimana berdasarkan Instruksi Mendagri dianjurkan memakasi double masker yaitu memakai masker bedah di dalam dan masker kain di luar. Masker bedah ini digunakan sekali pakai sedangkan masker kain bisa dipakai kembali. Tujuan penggunaan double masker supaya bisa menangkal infeksi virus hingga 95 persen seperti kegunaan masker N-95

Oleh karena harga masker N-95 cukup mahal dan diproduksi terbatas maka diminta menggunakan double masker. Ditambahkan pula jika masker kain yang dianjurkan adalah masker kain tiga lapis karena bisa menangkal infeksi virus 50- 70 persen. Lalu masker medis bisa menangkal infeksi virus hingga 80 persen. Jadi double masker digunakan agar memiliki fungsi yang sama dengan kita menggunakan masker N-95.

Sebagai penutup Dr Eng Gadang Priyotomo menerangkan kembali soal alat sterilisasi virus COVID-19 portabel ini sedangn dalam tahap proses prototype dan membutuhkan waktu uji klinis hingga akhir tahun sambil kami mengurus hingga hak paten alat ini keluar.


Read More

Artikel Lainnya

Kolepa.jpg

Bisnis

Uniknya Kolepa, Merasakan Nuansa Coffe Shop Bersanding Mini Golf

05 August 2021, 22:31

Berbeda dengan coffe shop pada umumnya, Kolepa di Kota Tangerang Selatan tawarkan nuansa ngopi dan fasilitas mini-golf di sekelilingnya.

Menelusuri Rumah Pengabdi Setan di Bukit Pangalengan, Bikin Merinding!.jpg

Hobi dan Hiburan

Rumah Pengabdi Setan di Bukit Pangalengan Bikin Merinding!

05 August 2021, 22:02

Anda penikmat horor? Silakan datang ke Rumah Pengabdi Setan yang berada di Kawasan Perkebunan Teh Kertamanah Pangalengan, Kab. Bandung. Rasakan sensasinya!

Endik 1.jpg

Bisnis

Bengkel Endik, Tanpa Perlu Nama Mobil-Mobil Sudah Berdatangan

05 August 2021, 21:09

Tanpa perlu memasang papan nama, sebuah bangunan petak milik Mas Endik didatangi pengendara mobil untuk servis.

Kalijaga 2.jpg

Berita Kawasan

Musala Sunan Kalijaga Kota Batu, Bangunan Kecil Bersejarah

05 August 2021, 20:08

Memberikan nuansa bersejarah dalam sebuah musala kecil di pinggir jalan Giripurno, Musala Sunan Kalijaga bikin hati dipenuhi berkah.


Comments


Please Login to leave a comment.