Anemia Pada Remaja Putri dan Pentingnya Tablet Tambah Darah

Kesehatan

Anemia Pada Remaja Putri dan Pentingnya Tablet Tambah Darah

Nutrition International (NI), bermitra dengan Pemerintah Indonesia dan Kanada mendukung penguatan pelaksanaan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri di provinsi Jawa Barat dan Banten sejak 2015 sampai 2025.

Country Director Nutrition International, Sri Kusyuniati, Ph.D mengatakan, anemia di kalangan remaja putri merupakan salah satu masalah kesehatan menonjol di Indonesia. Berdasarkan data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa 25,7% remaja usia 13-15 tahun dan 26.9% remaja usia 16-18 tahun mengalami gizi pendek dan sangat pendek. “Sementara beberapa penelitian menunjukkan data yang lebih tinggi (anemia diperkirakan 40%-50% pada remaja putri) di beberapa daerah di Indonesia,” kata Sri dalam webminar Ada Apa Jika Anemia pada Kamis, 14 Januari 2021.

Anemia Pada Remaja Putri dan Pentingnya Tablet Tambah Darah

Anemia adalah penyebab nomor satu Disability Adjusted Life-Years (DALY) di kalangan remaja putri, sehingga dapat menghalangi mereka untuk berperan aktif di sekolah dan melakukan kegiatan-kegiatan produktif, lalu pada akhirnya menghambat mereka untuk mencapai potensi penuh.

Prof. Endang L. Achadi, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menjelaskan, anemia adalah keadaan dimana konsentrasi hemoglobin (Hb) yang berada di dalam sel darah merah, lebih rendah dari seharusnya, yaitu: Hb > 13 g/dL pada laki- laki dewasa, dan Hb > 12 g/dL pada perempuan dewasa. Hemoglobin sendiri merupakan pembawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh termasuk otak dan otot.

“Bila Hb rendah, oksigen yang dibawa pun kurang. Maka jaringan akan kekurangan oksigen dan memicu gejala 5L, yaitu letih, lemah, lesu, lelah dan lalai. Ditambah pusing atau berputar-putar dan nafas pendek,” kata Prof. Endang khawatir.

[Baca Juga: Kenali Penyebab dan Cara Cegah Anemia]

Bila dibandingkan dengan remaja putra, remaja putri lebih rentan mengalami anemia karena mereka kehilangan zat besi saat menstruasi ditambah dengan pola makan yang tidak tepat. Program gizi remaja, khususnya program suplementasi Tablet Tambah Darah diprioritaskan bagi remaja putri untuk pencegahan anemia , juga untuk mengatasi ketimpangan gender antara remaja putra dan putri.

Mengapa pencegahan anemia pada remaja putri penting? Yuni Zahraini, SKM, MKM, Kepala Seksi Masalah Gizi Mikro, Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan mengatakan, jika remaja putri tidak mendapat asupan zat besi yang cukup maka dapat menurunkan konsentrasi belajar dan berujung pada turunnya prestasi dan produktivitas di sekolah.

Anemia Pada Remaja Putri dan Pentingnya Tablet Tambah Darah

Anemia menghambat tumbuh kembang remaja, menurunkan daya tahan tubuh, meningkatkan risiko pendarahan, lahirnya bayi prematur, sampai memiliki anak yang kerdil atau stunting. Karena itu Yuni menegaskan, remaja putri harus mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan mengandung zat besi. “Meminum tablet tambah darah dan makan makanan fortifikasi zat besi harus dilakukan. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan pribadi, serta rutin kontrol penyakit infeksi,” kata Yuni mengingatkan.

Fortifikasi dan suplementasi gizi sendiri kata Yuni adalah bahan makanan tepung terigu dan beras yang mengandung zat besi, seng, asam folat, vitamin B1 dan B2. “Sementara TTD harus memiliki sekurang-kurangnya 60 mg elemental besi dan 400 mcg asam folat,” kata Yuni.

Anemia di Tengah Pandemi

Pandemi COVID-19 secara langsung memperburuk status gizi di seluruh dunia termasuk Indonesia. Penyebaran COVID-19 memengaruhi banyak faktor, termasuk penutupan sekolah secara nasional. Hal tersebut akhirnya membuat pendidikan gizi serta program suplementasi TTD tidak dapat diberikan kepada remaja putri.

Jika keadaan ini berlangsung terus, maka prevalensi anemia di Indonesia akan meningkat. Beberapa inovasi dan pendekatan untuk melanjutkan pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri selama karantina wilayah telah diterapkan di beberapa kota dan kabupaten di Jawa Barat dan Banten, seperti Cilegon, Bekasi, dan Garut.

[Baca Juga: Aplikasi Ponsel Bantu Remaja Putri Atasi Anemia]

“Oleh karena itu, sektor kesehatan di semua tingkat perlu mengadvokasi pemangku kepentingan multi sektor termasuk guru dan orang tua dalam mendukung pelaksanaan program suplementasi TTD saat pandemi COVID-19,” kata Sri Kusyuniati menyarankan.

Lewat seminar ini diharapkan guru dan orang tua dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang pencegahan anemia pada remaja putri melalui konsumsi makanan kaya asam folat dan zat besi. Guru dan orang tua juga dapat meningkatkan pengetahuannya tentang konsumsi TTD mingguan termasuk berapa dosis TTD bagi remaja putri.

Read More

Artikel Lainnya

Berhasil Kendalikan Covid-19, Kabupaten Bogor Ditetapkan Sebagai Zona Orange.jpg

Berita Kawasan

Berhasil Kendalikan COVID-19, Kabupaten Bogor Masuk Zona Oranye

04 March 2021, 19:03

Pemprov Jawa Barat menetapkan Kabupaten Bogor ke dalam 17 Kabupaten/Kota yang masuk ke dalam Zona Resiko Sedang atau oranye.

Aksi Tanggap Bencana, Toyota Serahkan Donasi Rp1,25 Miliar Untuk PMI

Bisnis

Aksi Tanggap Bencana, Toyota Serahkan Donasi Rp1,25 Miliar Untuk PMI

04 March 2021, 18:51

Dana yang diberikan kepada PMI akan dikelola untuk kebutuhan masyarakat yang menjadi korban bencana alam.

RS Lapangan Beroperasi Harapan Kota Bogor yang Kritis

Kesehatan

Bagor Baru Terima 69.570 Dosis Vaksin COVID-19

04 March 2021, 18:02

Kegiatan vaksinasi massal tahap kedua di Kota Bogor yang menyasar pelayanan publik sedang berlangsung. Dari target 86.143 orang, Pemkot baru menerima 69.570 dosis vaksin COVID-19.

Mutasi Virus SARS-CoV-2 yang Lebih Menular Ditemukan di Indonesia

Kesehatan

Singgung Mutasi Baru COVID-19, Ganjar Minta Warga Jateng Tetap Tenang

04 March 2021, 17:31

Meskipun sudah mendapatkan vaksin, warga diminta untuk tetap menaati protokol kesehatan karena itu sangat penting untuk mengantisipasi virus ini.


Comments


Please Login to leave a comment.