Anies Baswedan Zonasi Sekolah PPDB di Jakarta Telah Disesuaikan

Pendidikan

Anies Baswedan: Zonasi Sekolah PPDB di Jakarta Telah Disesuaikan

Pendaftaran untuk Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB tahun 2019 di DKI Jakarta dengan jalur zonasi sudah mulai resmi dibuka semenjak Senin (24/6/2019). Tak bisa dipungkiri, kekhawatiran tampaknya membayangi para orangtua siswa di Ibu Kota terkait sistem zonasi sekolah. Pasalnya, sistem ini banyak dikeluhkan para orangtua siswa di sejumlah wilayah Indonesia. Namun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan sistem zonasi sekolah telah dilakukan penyesuaian.

Beberapa hari terakhir, media Tanah Air diramaikan oleh kabar mengenai PPDB melalui jalur zonasi di sejumlah wilayah Indonesia. Dari mulai perebutan sekolah negeri favorit yang tidak didapatkan siswa yang rumahnya jauh, hingga orangtua yang terpaksa mengantre dari mulai subuh hingga terpaksa tidak masuk kerja demi memasukan anaknya ke sekolah pilihan mereka. Selain itu dari sisi sekolah, seperti contohnya di SMAN 1 Kota Mojokerto, karena kurangnya memicu mereka mengalami kekurangan siswa.

Anies Baswedan Zonasi Sekolah PPDB di Jakarta Telah Disesuaikan

Melihat kabar di atas, tak bisa dipungkiri bahwa orangtua di DKI Jakarta pun dibayangi kekhawatiran terkait sistem zonasi sekolah tersebut. Namun Gubernur Anies meyakinkan warganya bahwa sistem zonasi sekolah telah disesuaikan dan meminta warganya tenang terkait PPDB 2019. “Karena itu di DKI sejak tahun 2018 sudah merapatkan, membuat riset, kajian, dan kita sampai pada kesimpulan bahwa kita memiliki pola untuk SD, SMP, SMA,” ucap Anies, sebagaimana dikutip dari antaranews.com (25/6/2019).

[Baca Juga: Sistem PPDB 2019 Tangerang Selatan Ditentukan Per kelurahan]

Untuk tingkat SD, sistem zonasi yang diterapkan adalah untuk kelurahan sekira 70 persen, dari provinsi 25 persen, dan dari luar DKI lima persen. Sedangkan untuk tingkat SMP serta SMA, sistem zonasi sekolahnya untuk kelurahan 60 persen, dari luar kelurahan 30 persen, dari luar DKI Jakarta lima persen, dan jalur prestasi lima persen. Gubernur Anies menegaskan, untuk SMK di Jakarta tidak menerapkan jalur zonasi.

Pemicu kekhawatiran sistem zonasi sekolah membayangi orangtua di DKI Jakarta juga dipicu oleh kualitas pendidikan dari anaknya jika tidak disekolahkan di lokasi yang favorit. Padahal, menurut pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sistem zonasi sekolah ini memberikan akses pendidikan yang bersifat pemerataan dan membantu proses tumbuh kembang anak karena jarak sekolah yang dekat dengan rumah.

[Baca Juga: Sudin Pendidikan Jakut Telah Membuka Sistem Online PPDB 2019/2020]

“Sistem ini membuat hemat karena ke sekolah bisa naik sepeda atau jalan kaki, anak tidak terlalu lelah di jalan dan cukup berisitirahat. Pencernaan sehat karena sempat sarapan dan bisa diantarkan makan siang oleh keluarganya, menghindari kekerasan karena teman main anak di rumah dan di sekolah sebagian besar sama dan orangtuanya saling mengenal,” ucap Komisioner KPAI Retno Listyarti, sebagaimana dikutip dari beritasatu.com (25/6/2019).

Read More

Artikel Lainnya

Pengaruh Musik Metal Terhadap Kegalauan

Kesehatan

Pengaruh Musik Metal Terhadap Kegalauan

21 October 2019, 20:00  |  14 Views

Musik metal sering dianggap sebagai musik dengan konotasi yang negatif. Meski demikian, musik metal dipercaya dapat mengatasi masalah kegalauan.

5 Manfaat Jahe Ampuh Usir Penyakit Ini

Kesehatan

5 Manfaat Jahe Ampuh Usir Penyakit Ini

21 October 2019, 19:00  |  17 Views

Selain bermanfaat untuk menghangatkan badan, jahe juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Berikut penjelasannya.

Temui Diecast Langka dan Spesial di Gelaran The 6th IDE 2019

Berita Kawasan

Temui Diecast Langka dan Spesial di Gelaran The 6th IDE 2019

21 October 2019, 18:41  |  17 Views

Ajang tahunan ini bakal memberikan kesempatan bagi para diecaster untuk melihat dan memiliki diecast langka yang hanya tersedia di The 6th IDE 2019 saja.

Himavoperta IPB Menggelar Seminar Agripreneur

Pendidikan

Himavoperta IPB Menggelar Seminar Agripreneur

21 October 2019, 18:00  |  14 Views

Seminar ini dilaksanakan untuk menambah pengetahuan generasi milenial mengenai pengelolaan sektor pertanian di Indonesia.


Comments


Please Login to leave a comment.