Antisipasi Banjir, Wali Kota Jakarta Barat Koordinasi Pencegahan Genangan .jpg

Berita Kawasan

Antisipasi Banjir Kebon Jeruk, Pemkot Jakarta Barat Koordinasi Pencegahan Genangan

Dengan musim penghujan yang sudah membayangi Ibu Kota maka tak heran bila titik genangan mulai muncul bila intensitas curah hujan tinggi. Di mana salah satu wilayah yang kerap muncul genangan di kala musim hujan adalah Kecamatan Kebon Jeruk dan ini yang berusaha diantisipasi Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat. Demi memastikan menurunkan potensi terjadinya banjir, Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto pun melakukan rapat koordinasi bersama camat dan lurah se-Kebon Jeruk.

Wilayah Kebon Jeruk sendiri disinyalir memang salah satu wilayah di Jakarta Barat yang terbilang langganan banjir. Seperti yang baru-baru ini terjadi wilayah Kelurahan Sukabumi Selatan. Di mana akibat hujan deras yang terjadi pada 18 Oktober 2020, beberapa jalanan di kelurahan itu tergenang banjir bahkan ada yang mencapai ketinggian sekitar satu meter.

Antisipasi Banjir, Wali Kota Jakarta Barat Koordinasi Pencegahan Genangan.jpg

“Bila ada genangan dipastikan surut di bawah enam jam. Itu bisa diukur dari tinggi permukaan genangan, sebelum air limpasan, saat hujan turun. Setelah melihat tinggi air permukaanm, pastikan bisa surut tidak lebih dari enam jam,” tutur Wali Kota Jakarta Barat di depan camat dan para lurah se-Kebon Jeruk, sebagaimana dikutip dari barat.jakarta.go.id (22/10/2020).

Instruksi dari Uus Kuswanto ini sebenarnya meneruskan arahan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait penanganan dampak banjir serta antisipasinya. Menurut orang nomor satu di Jakarta Barat tersebut, camat serta lurah harus peka dengan kondisi wilayahnya, khususnya area yang memang rawan terjadinya genangan yang dapat memicu banjir. Dengan kepekaan ini mereka diharapkan bisa bertindak cepat jika memang ada genangan yang tak surut selama lebih dari enam jam.

[Baca Juga: Pemkot Jakarta Barat Fokus Antisipasi Banjir]

Salah satu langkah yang bisa dilakukan camat dan para lurah Kebon Jeruk ketika melihat genangan tersebut adalah melakukan koordinasi dengan suku dinas terkait untuk turut membantu menyurutkan genangan. “Kalau belum surut juga, kordinasi dengan SDA (Sumber Daya Air) atau damkar (Pemadam Kebakaran) untuk melakukan penyedotan air agar genangan cepat surut,” tambahnya.

Salah satu kelurahan di Kebon Jeruk juga sudah bergerak untuk mengantisipasi genangan yang memicu banjir sejak awal pekan ini. Kelurahan Kedoya Utara telah melakukan normalisasi saluran air di Perumahan Green Garden Blok A14 demi memperbesar saluran yang lebarnya hanya 50 cm dengan kedalaman 30 cm menjadi lebar 150 cm dan kedalaman satu meter. Rencananya pengerjaan normalisasi saluran air ini membutuhkan waktu sekitar dua bulan.


Read More

Artikel Lainnya

UM UndipOK3.jpg

Pendidikan

Tak Lolos SBMPTN 2021? UNDIP Buka Jalur Mandiri Hingga 17 Juni 2021

16 June 2021, 18:06

Ujian Mandiri (UM) UNDIP akan dilaksanakan dengan menggunakan dua macam tes sekaligus, yaitu ujian online dan unggahan portofolio.

pengaruh-media-untuk-anak.jpg

Pendidikan

Perkembangan Anak Akan Terhambat Karena Informasi Tak Seusai Usia

16 June 2021, 16:04

Hal itu mengemuka dalam webinar Eksploitasi Anak Di Media yang dilaksanakan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Medan Area (Fisipol UMA).

jalur-mandiri-unimed.jpg

Pendidikan

Unimed Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur Mandiri

16 June 2021, 15:35

Seleksi Jalur Mandiri merupakan seleksi yang dilakukan oleh PTN secara mandiri berdasarkan hasil ujian tertulis berbasis komputer (CBT) dan penilaian portofolio.

3 Pilar Datangi Kantor di Glodok yang T etap Beroperasi Setelah Pegawainya Positif COVID-19.jpg

Berita Kawasan

3 Pilar Datangi Kantor di Glodok yang Tetap Beroperasi Setelah Pegawainya Positif COVID-19

16 June 2021, 15:03

Unsur tiga pilar di Kelurahan Glodok mendatangi kantor di wilayahnya yang nekat beroperasi setelah empat pegawainya positif COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.