Olahraga Kardio untuk Lansia 1.jpg

Kesehatan

Apa Olahraga Kardio yang Aman untuk Lansia?

Saya sudah tua; nanti badan saya sakit-sakit; jantung saya lemah; saya tidak mampu; saya sudah tidak bisa bergerak seperti dulu; tidak ada teman untuk olahraga. Itulah alasan yang biasa digunakan para lansia untuk tidak berolahraga. Semua itu hanya mitos.

Kesehatan itu untuk semua usia. Demikian dikutip dari webmd.com (28/1/2019), kesehatan Anda secara lahir dan batin akan lebih terjaga bila aktif bergerak di usia berapa pun. Namun memang terkadang Anda merasa tidak nyaman bergerak, apalagi jika terkena sakit yang cukup berat.

[Baca Juga: Pentingnya Rutin Cek Kesehatan untuk Pencegahan Penyakit]

Menurut para pakar, tidak berolahraga lebih berisiko untuk kesehatan Anda dan mempercepat proses penuaan. Berdasarkan beberapa penelitian, orang yang tidak aktif bergerak dua kali berisiko terkena penyakit jantung, serta mengunjungi dokter dan mengonsumsi obat lebih banyak.

Bila Anda sudah tidak berolahraga dalam waktu cukup lama, mulai perlahan dengan olahraga kardio berintensitas rendah tapi tetap memacu denyut jantung, seperti berenang. Selain itu, olahraga kardio apa saja yang bisa Anda lakukan di masa lansia?

Berikut lima jenis kardio yang bisa Anda coba seperti dilansir dari situs layanan olahraga dan fisioterapi untuk lansia hugo-indonesia.org:

Berdansa Bisa jadi Olahraga Kardio untuk Lansia

1. Menari

Aktivitas ini termasuk olahraga terbaik karena menyenangkan dan tidak perlu biaya mahal. Anda hanya perlu musik, video tutorial dari Youtube, kostum terbaik, ruang yang aman, alas kaki yang aman, dan kepercayaan diri. Mainkan lagu favorit Anda dan menarilah terus. Jika Anda menderita nyeri sendi, Anda bisa mencoba menari di kursi. Gerakkan tangan dan kaki sebisa Anda hingga Anda melupakan rasa nyeri. Jangan lupa untuk tersenyum saat menari!

2. Jalan Mundur

Jalan mundur dianggap berbahaya untuk lansia. Iya, jika dilakukan di lingkungan keramaian dan permukaan yang tidak rata. Padahal, Anda bisa olahraga jalan kaki atau jalan cepat seperti biasa, kemudian di 5 menit terakhir, cobalah untuk jalan mundur. Jalan mundur sangat baik untuk keseimbangan, meningkatkan proprioseptif atau indera yang memberitahu posisi dan gerak tubuh. Kalori yang terbakar pun dua kali lebih banyak dibanding jalan kaki biasa. Pastikan, permukaan rata, tidak licin, dan sambil menempelkan tubuh di dinding bila ada. Hal ini akan membuat Anda merasa lebih aman. Tidak ada salahnya jika Anda minta bantuan orang lain untuk memastikan keamanan.

Berenang Bisa jadi Olahraga Kardio untuk Lansia

3. Berenang

Berenang dapat membakar kalori sekitar 400 kalori per jam bila menggunakan gaya bebas. Olahraga air ini juga terbukti aman dan memberikan efek relaksasi. Bagi Anda yang mengalami nyeri lutut, bahu, atau sendi lainnya, berenang adalah pilihan tepat. Jika Anda tidak memiliki keberanian untuk berenang, tidak masalah. Anda bisa duduk di pinggir kolam, kemudian mengerak-gerakkan kaki sambil melawan air, ini akan membantu otot paha Anda menjadi lebih kuat. Jangan lupa untuk mengerakkan pergelangan kaki dan bahu saat duduk dipinggir kolam atau berada di dalam air. Lakukan pula peregangan sebelum berenang untuk menghindari kram.

4. Eliptikal

Eliptikal atau cross trainer adalah alat kardio yang sering ditemukan di gym dan mungkin di rumah Anda. Eliptikal sangat efisien dalam pembakaran lemak dan pembentukan otot. Lakukan gerakan dari depan ke belakang untuk otot hamstring atau paha belakang. Dan sebaliknya, belakang ke depan untuk otot quadricep atau paha depan. Jika pertama kali mencoba, Anda bisa berpegangan di handrail yang rata, setelah sudah terbiasa dengan alatnya, cobalah berpegangan pada pegangan bergerak.

5. Treadmill Incline

Jika Anda biasanya menggunakan treadmill dengan permukaan yang rata, alangkah baiknya mencoba menaikkan derajat ketinggian pada treadmill tersebut. Hal ini akan sangat bermanfaat dalam mengurangi tekanan pada lutut, pembentukan otot, serta pembakaran kalori yang lebih banyak meski dalam kecepatan yang lambat. Dengan menaikkan derajat treadmill, Anda tidak perlu berlari. Lakukan secara perlahan mulai dari elevasi 4 dengan kecepatan 2 km per jam, perlahan ditingkatkan setelah 1 minggu.

[Baca Juga: 5 Manfaat Berjalan-jalan di Area Hutan untuk Kesehatan]

Untuk latihan kardio demi menjaga kesehatan jantung Anda, American Heart Association merekomendasikan latihan selama 30 menit per hari dan 5 hari per minggu. Tambah dengan latihan beban 2 hari per minggu untuk menyempurnakan rutinitas olahraga Anda. Jika meragukan diri untuk berolahraga setengah jam sehari, pendekkan durasinya. Bahkan jalan kaki 10 menit per hari sudah bisa jadi awal yang baik.

Read More

Artikel Lainnya

Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus Bisa Lakukan Ini di Rumah Selama Pandemi

Pendidikan

Orangtua ABK Bisa Lakukan Tips Ini di Rumah Selama Pandemi

12 July 2020, 17:00

Anak ABK yang tidak bisa pergi-pergi dari rumah akibat kebijakan PSBB, tetap bisa berkembang dengan bantuan orangtua dengan melakukan tips dari dua pakar berikut.

Cukup Rp5.000 Bisa Nonton Film Indonesia Secara Legal di Rumah

Hobi dan Hiburan

Cukup Rp5.000 Bisa Nonton Film Indonesia Secara Legal di Rumah!

12 July 2020, 15:00

Tidak seperti platform streaming lain yang sifatnya berlangganan, Bioskop Online memungkinkan Anda untuk mengakses film dan konten lain per karya.

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Disdik DKI Luncurkan Siap Belajar Jakarta

Pendidikan

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Disdik DKI Luncurkan Siap Belajar Jakarta

12 July 2020, 13:00

Para guru, orangtua, dan peserta didik dapat mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan untuk menjalankan pembelajaran masa transisi pada portal ini.

Berakhir Pekan dengan Dongeng Asal Muasal Cirebon di Pasar Ikan Explorer 2020

Hobi dan Hiburan

Berakhir Pekan dengan Dongeng Asal Muasal Cirebon di Pasar Ikan Explorer

12 July 2020, 11:00

Babad Walangsungsang yang menceritakan asal muasal Kota Cirebon didongengkan dalam rangkaian kegiatan Pasar Ikan Explorer 2020 di Museum Kebaharian, Jakarta Utara.


Comments


Please Login to leave a comment.