Konsumsi Cokelat Berlebih Tingkatkan Risiko Kanker

Kesehatan

Apakah Konsumsi Cokelat Berlebih Tingkatkan Risiko Kanker?

Siapa yang tidak suka dengan cokelat? Rasanya yang enak dan manis ini menjadi favorit semua kalangan. Cokelat juga sering menjadi hadiah favorit di momen kasih sayang seperti Valentine atau bahkan hadiah ulang tahun pasangan.

Menurut Ketua Umum Dewan Kakao Indonesia Dr. Soetanto Abdoellah, cokelat juga memiliki manfaat baik di dalamnya yakni karbohidrat, protein, lemak kakao, antioksidan dan lain-lain. Antioksidan yang banyak terdapat di kakao juga dapat meningkatkan insulin, mengurangi penyakit jantung, dan stres.

[Baca Juga: 5 Manfaat Cokelat Sebagai Bahan Utama Foot Spa]

Selain itu, cokelat juga memiliki kandungan theobroma untuk merangsang otak menghasilkan serotonin, dopamin, dan endorphin yang mampu mempengaruhi kebahagiaan seseorang. Manfaat tersebut tentunya bisa menjadikan seseorang lebih optimal ketika mengerjakan sesuatu.

Dengan segudang manfaat tersebut, tentunya banyak yang menjadikan coklat sebagai camilan favorit. Namun tunggu dulu, cokelat tidak sepenuhnya memiliki manfaat baik. Di balik itu, hasil olahan dari biji kakao ini juga mengandung kadmium.

Untuk diketahui, kadmium merupakan zat beracun yang membahayakan ginjal dan meningkatkan risiko kanker pada manusia. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang dapat membahayakan tubuh karena kadmium perlu lebih dari 10 sampai 30 tahun untuk dicerna.

Konsumsi Cokelat Berlebih Tingkatkan Risiko Kanker

Paparan kadmium yang berlebihan melalui makanan ini berefek besar terhadap kesehatan ginjal seperti terganggunya proses reabsorbsi atau tidak optimalnya penyerapan kembali garam protein yang masih dibutuhkan tubuh pada unit penyaringan dalam ginjal.

Terkait bahaya kadmiun dalam cokelat, Uni Eropa pun memberlakukan ambang batas untuk mengonsumi zat kimia tersebut. Menurut Uni Eropa, cokelat dengan kandungan kakao lebih dari 50 persen memiliki ambang kandungan kadmium tidak boleh lebih dari 0,80 mg/kg.

Sementara cokelat dengan kandungan kakao 30 sampai dengan 50 persen tidak boleh melampaui 0,60 mg/kg dan untuk cokelat dengan kakao dari 30 persen level kadmiumnya tidak boleh lebih dari 0,10 mg/kg.

[Baca Juga: Kakolait, Kafe Minimalis yang Serba-Cokelat]

Selain pada cokelat, kadmium juga terdapat dalam kerang-kerangan yang diambil dari perairan yang tercemar, tanaman yang dipanen dari tanah yang tercemar, serta asap rokok. Untuk itu, membatasi konsumsi cokelat menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko terpapar bahaya kadmium. Selain itu menjaga lingkungan dari potensi pencemaran kadmium juga harus mulai dilakukan saat ini.

Read More

Artikel Lainnya

Pemprov DKI Siapkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat

Berita Kawasan

Pemprov DKI Siapkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat

27 September 2020, 17:01

Pertumbuhan penduduk jika tidak disertai perbaikan sistem pengelolaan pembuangan air limbah domestik dapat menyebabkan pencemaran.

IBB TV Satelit Bandung132, Kado HUT ke-210 bagi Warga

Berita Kawasan

IBB TV Satelit "Bandung132", Kado HUT ke-210 bagi Warga

27 September 2020, 09:59

IBB TV Bandung132 diresmikan langsung oleh Wali Kota Bandung Oded M. Danial di Pendopo Kota Bandung, 25 September 2020.

Pelebaran Kreteg Wesi Sampangan, Kota Semarang Selesai Akhir November

Berita Kawasan

Pelebaran Kreteg Wesi Sampangan, Kota Semarang Selesai Akhir November

26 September 2020, 17:46

Menelan anggaran sebesar 20 milyar rupiah, pelebaran akses yang menghubungkan Gunungpati dan Gajahmungkur itu ditargetkan rampung November 2020.

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

Hobi dan Hiburan

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

26 September 2020, 11:39

Ini dilakukan outdoor. Mudah-mudahan tidak terlalu khawatir juga sama COVID-19. Karena kita berada di mobil sendiri relatif lebih aman.


Comments


Please Login to leave a comment.