Aplikasi Ponsel Bantu Remaja Putri Penderita Anemia

Kesehatan

Aplikasi Ponsel Bantu Remaja Putri Atasi Anemia

Hampir 23 persen remaja putri di Indonesia mengalami anemia alias kurang darah. Dengan jumlah remaja putri kurang lebih 21 juta, terdapat setidaknya 4,8 juta yang mengidap kekurangan jumlah sel darah merah (yang mengandung protein hemoglobin, Hb). Sel ini yang memungkinkan oksigen dari jantung diangkut ke seluruh bagian tubuh.

Anemia remaja putri disebabkan asupan makanan rendah kandungan zat besi hewani maupun nabati. Anemia pada remaja bisa menurunkan kemampuan daya ingat sehingga prestasi akademik tidak optimal. Selain itu, dampak anemia pada remaja putri berpeluang berlanjut ketika hamil. Demikian diambil dari tulisan Dosen Gizi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Ratri Ciptaningtyas yang dimuat di theconversation.com (2/4/2019)

[Baca Juga: Siswi Ini Berhasil Membuat Aplikasi untuk Bantu Donor Darah]

Meski terdapat berbagai penanganan kasus anemia, di antaranya, pemberian tablet tambah darah dan penambahan zat besi pada tepung terigu, yang telah dilakukan, kasus anemia di kalangan remaja putri masih tetap tinggi. Karena itu, diperlukan cara alternatif yang efektif untuk mengurangi anemia pada remaja putri.

Aplikasi Ponsel Bantu Remaja Putri Penderita Anemia

Uji Coba di Depok

Di Kota Depok, tempat saya meneliti, persentase penderita anemia lebih besar dibanding angka nasional, yakni 33,7 persen atau 37 ribu remaja putri. Selama enam bulan (24 minggu), 228 siswi dari enam SMP di sana mengikuti uji coba penggunaan aplikasi ponsel berbasis Android dan 250 siswi menjadi sasaran uji coba modul cetak kertas.

Modul cetak berisi pedoman yang memuat definisi anemia, penyebab anemia, cara mencegah dan mengatasi anemia. Dalam pedoman tersebut, kartu monitoring konsumsi tablet tambah darah sekaligus informasi singkat tentang anemia dijadikan alat edukasi untuk remaja putri dalam versi cetak kertas.

Langkah pertama dalam riset ini adalah studi literatur dan studi formatif (baseline) di satu sekolah menengah pertama di Depok untuk mengembangkan aplikasi Android yang dinamakan Remaja Putri Anti Anemia. Desain aplikasi menggunakan prinsip emotion design untuk meyakinkan remaja mengikuti pesan yang disampaikan. Prinsip ini digunakan dalam fitur komik.

[Baca Juga: Pemprov DKI Luncurkan Aplikasi Jakarta Aman]

Ratri kemudian menguji efektivitas aplikasi ini. Murid-murid di tiga sekolah yang paling banyak memiliki Android dijadikan sebagai kelompok intervensi Android. Sedangkan siswa di tiga sekolah lainnya dijadikan kelompok intervensi dengan modul cetak.

Selama 20 minggu pertama, siswa enam sekolah tersebut dilatih di ruang kelas tentang cara menggunakan kedua media sesuai dengan pembagiannya. Hasil dari 20 minggu pertama tersebut, pada kelompok intervensi Android saya menemukan peningkatan Hb (median awal 11,8 g/dl menjadi 12 g/dl) sedangkan tidak ada perubahan kadar Hb pada kelompok modul cetak.

[Baca Juga: Pemkot Jakarta Selatan Tekankan Pentingnya Gizi Seimbang]

Dalam penelitian tersebut disimpulkan, intervensi via aplikasi Android saja tidak efektif mengubah tingkat Hb dan asupan zat besi. Dalam waktu 20 minggu pertama ketika dipaparkan sesi edukasi dalam kelas, memungkinkan remaja putri lebih patuh mengikuti instruksi penggunaan media Android dibandingkan saat tidak ada sesi dalam kelas.

Dengan sistem teknologi ini, remaja putri dapat melihat hasil pengawasan dan rekomendasi di dalam fitur pencatatan makanan. Hasilnya bisa dibagikan melalui Facebook dan Twitter yang bisa dipantau orang tua, guru, dan tenaga kesehatan. Jika ini dilakukan, menggunakan Android menjadi lebih optimal dan hasilnya dapat diakses lebih cepat.


Read More

Artikel Lainnya

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

Berita Kawasan

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

02 February 2023, 17:41

Peresmian unit tempat parkir sepeda dilakukan oleh Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Chaidir, dan Ketua Umum B2W Fahmi Saimima.

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023.jpg

Hobi dan Hiburan

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023

02 February 2023, 15:41

Setelah memberikan teaser siapa saja yang akan tampil, akhirnya pihak penyelenggara mengumumkan siapa saja yang nanti siap menghibur Anda di Woke Up Fest 2023.

Program PHINLA Sukses Bantu Pemprov DKI Jakarta Kelola Sampah .jpg

Berita Kawasan

Program PHINLA Sukses Bantu Pemprov DKI Jakarta Kelola Sampah

02 February 2023, 11:33

Baru-baru ini WVI serta DCA menggelar seminar yang didukung pemerintah terkait bagaimana program PHINLA sukses membantu pengelolaan sampah di Ibu Kota.

Karang Taruna Ratujaya Depok Adakan Festival BBM untuk Pembangunan Masjid

Berita Kawasan

Karang Taruna Ratujaya Depok Adakan Festival untuk Pembangunan Masjid

01 February 2023, 16:19

Festival BBM tersebut telah digelar oleh Katar RW 04 Ratujaya pada Sabtu, 28 Januari 2023 lalu.


Comments


Please Login to leave a comment.