DEPOK_KAWASAN_ASAL USUL KOTA DEPOK INDONESIA_EMIL-01.jpg

Berita Kawasan

Asal-usul Kota Depok Indonesia

Depok Indonesia merupakan salah satu wilayah satelit di DKI Jakarta. Banyak di antara para warganya yang lalu-lalang ke Ibu Kota untuk beraktivitas. Namun walau banyak yang sudah lama tinggal di sana, para warga Depok terkadang masih belum mengetahui asal-usul nama dari kota di Jawa Barat ini. Bila Anda salah satunya maka artikel ini cocok sebagai bahan bacaannya.

Munculnya Nama Depok Indonesia

Sebagaimana dilansir dari mohammadidris.id, mengulas bagaimana nama Depok bisa melekat di kota ini sebenarnya harus dipandang dari beberapa perspektif yang berbeda. Perspektif pertama adalah dari era masa Kerajaan Pajajaran (1037-1579). Usut punya usut, nama ini muncul karena Prabu Siliwangi singgah di area Beji. Saat itu, Prabu Siliwangi terpukau dengan pemandangan wilayah Depok dan ia pun senang duduk santai di area yang dekat dengan Sungai Ciliwung. Kegiatan inilah yang disinyalir menjadi asal nama Depok mengingat Prabu Siliwangi duduk dengan metode ‘deprok’ yang populer dilakukan oleh warga Melayu.

Persepektif kedua adalah dari masa Kesultanan Banten. Kala itu, Sultan Ageng Tirtayasa besama Pangeran Purba acap kali mengadakan perjalanan menuju Cirebon dan rombongan mereka melalui jalur yang ada di Kota Depok. Namun ketika rombongan tersebut menyempatkan diri untuk beristirahat di Beji, salah satu pengikut Pangeran Purba, Embah Raden Wujud, memutuskan untuk tinggal.

Alasan Embah Raden Wujud untuk tinggal adalah karena ia ingin menyebarkan Islam di wilayah tersebut melalui pendirian padepokan. Karena itulah pihak Kesultanan Banten menyebut area tersebut sebagai kawasan Depok yang diambil dari kata ‘padepokan’.

Persepektif ketiga adalah dari era kolonialisasi Belanda dan ini sangat berhubungan erat dengan terbentuknya Kota Depok yang resmi. Saat itu seorang mantan pejabat dari Perusahaan Hindia Timur Belanda atau VOC bernama Cornelis Chastelein membeli lahan di area Mampang sampai di Depok Lama.

Selama menjadi tuan tanah, Chastelein juga berprofesi sebagai misionaris dan menyebarkan agama Kristen di areanya. Kemudian ia pun membuat kongregasi yang memiliki nama De Eerste Protestante Organizatie Kerk (Organisasi Gereja Protestan Pertama) atau yang disingkat DEPOK.

Berdirinya Kota Depok Indonesia (1696-1999)

Berdirinya secara resmi Depok yang saat ini kita ketahui memiliki benang merah pada 18 Mei 1696. Tepatnya ketika Cornelis Chastelein membeli lahan dengan luas 12,44 kilometer persegi. Kala itu, lahan yang memiliki luas 6 persen dari area Depok saat ini tersebut digunakan sebagai perkebunan dengan mempekerjakan warga pribumi.

Hingga tahun 1700-an, banyak keluarga yang tinggal di tanah milik Chastelein berstatus sebagai budak. Namun, sesaat sebelum pria Belanda itu meninggal, Ia menulis surat wasiat yang menjelasan bahwa para keluarga budak di Depok telah dimerdekakan. Selain itu, mereka juga diberikan status sebagai tuan tanah dengan Chastelein membagi tanah miliknya kepada para keluarga tersebut.

Sebagaimana diwartakan Jakarta Globe, pada saat itu terdapat 12 keluarga yang mendapatkan gelar Mardijker (merdeka). Mereka terdiri dari keluarga dengan marga Bacas, Isakh, Jacob, Jonathans, Joseph, Laurens, Leander, Loen, Sadokh, Samuel, Soedia, Tholense. Belasan keluarga inilah yang akhirnya membuat munculnya istilah ‘Belanda Depok’ karena mereka menggunakan bahasa Belanda sebagai lingua franca atau bahasa pengantar. Belasan keluarga ini pun berhasil mengembangkan kawasan Depok dan ini membuat Pemerintah Kolonial Belanda pada 1871 memberikan hak otonomi untuk wilayah tersebut. Depok pun diizinkan untuk membentuk sistem pemerintahannya sendiri dengan sesosok presiden yang jadi pemimpinnya.

Namun ketika pecahnya perang kemerdekaan di Indonesia, Depok mengalami kehancuran dengan banyak warganya yang tewas terbunuh. Berdasarkan keterangan di laman Depok.nl, melihat kondisi perang tersebut, mayoritas orang-orang yang berasal dari 12 keluarga asli Depok pun melarikan diri ke Belanda dan memutuskan untuk tinggal di sana. Pasca-kemerdekaan, Depok Indonesia pun mengalami perombakan sistem. Tepatnya saat 1952, ketika Kepresidenan Depok dihapuskan dengan kontrol kawasan tersebut diserahkan ke pemerintah pusat.

Pada Maret 1982, Depok diklasifikasikan sebagai bagian dari Kabupaten Bogor. Namun pada 20 April 1999, Depok pun disatukan dengan beberapa area di Kabupaten Bogor dan mendirikan kota otonomi dengan luas area 200,29 kilometer persegi. Semenjak itulah Kota Depok Indonesia resmi berdiri dan tanggal tersebut pun ditetapkan sebagai hari jadinya.

Read More

Artikel Lainnya

Suntik Kromosom Untuk Kulit Lebih Ideal

Kecantikan dan Fashion

Suntik Kromosom Untuk Kulit Lebih Ideal

15 September 2019, 19:00  |  15 Views

Sekarang ini, kecantikan bukan hanya sebagai kebutuhan tambahan saja, tetapi menjadi sebuah keharusan yang dirawat secara rutin. Salah satunya adalah suntik kromosom.

Kurangi Polusi Udara di Jakarta dengan Memakai Bus Listrik

Berita Kawasan

Kurangi Polusi Udara di Jakarta dengan Memakai Bus Listrik

15 September 2019, 18:00  |  12 Views

Pelaksanaan workshop Shoot Free Urban Bus Fleet in Asia bertujuan untuk mencari solusi adanya pencemaran udara di kota-kota besar di Asia termasuk Jakarta.

Tulang Belakang Anda Suka Sakit Perhatikan Tips Ini

Kesehatan

Tulang Belakang Anda Suka Sakit? Perhatikan Tips Ini!

15 September 2019, 17:00  |  21 Views

Terlalu lama duduk saat di kantor atau dalam perjalanan panjang dapat menyebabkan sakit tulang punggung belakang.

Pilihan Tanaman Untuk Pekarangan Rumah Minimalis

Properti dan Solusi

Pilihan Tanaman untuk Pekarangan Rumah Minimalis

15 September 2019, 16:00  |  23 Views

Mendesain dan menata taman pada rumah minimalis tergolong tidak sulit, cukup berikan perhatian pada beberapa hal dan jangan lupa dirawat secara teratur.


Comments


Please Login to leave a comment.