Asesmen, Langkah Awal Mengembangkan Keunikan Anak Autisme

Pendidikan

Asesmen, Langkah Awal Mengembangkan Keunikan Anak dengan Autisme

Anak dengan autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) tergolong dalam Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan istilah yang digunakan pada anak dengan karateristik khusus yang berbeda dari anak pada umumnya. Hal ini tidak selalu menunjukkan pada gangguan mental, emosi, ataupun fisik. Justru, istilah ABK memudahkan pemberian layanan pendidikan yang sesuai sebagai usaha pengembangan diri dan kemampuan pada anak ASD.

Layanan ini pun termasuk untuk mengembangkan keunikan anak ASD. Psikolog Anak Afada Alhaque mengatakan, orang tua perlu tekun memahami dan sangat terlibat selama perkembangan anak. Keterlibatan orangtua, terutama dalam proses pemeriksaan awal hingga selama pengembangan diri anak ASD.

Rahasia di Balik Keahlian Cemerlang Anak Autisme

Afada lebih lanjut memaparkan, semakin banyak penelitian yang menunjukkan perkembangan positif pada kasus ASD yang ditangani sejak dini dibandingkan pada penanganan yang tertunda atau terlambat. Oleh karena itu, sebaiknya orangtua melibatkan banyak bantuan ahli dalam proses pemeriksaan awal dan intervensi penanganan sesuai kebutuhan anak. Adapun hasil optimal terutama ditemukan pada kasus-kasus di mana keterlibatan orang tua, penanganan ahli klinis serta terapis, dan karateristik kemampuan anak saling mendukung satu sama lain.

Dari pemeriksaan awal atau biasa dikenal dengan istilah asesmen, orang tua bisa mengetahui beberapa hal, di antaranya:

1) Tingkat Keparahan

Orang tua dapat mengetahui apakah anaknya termasuk dalam ASD di tingkat keparahan satu, dua, atau tiga. Tingkat keparahan ini menunjukkan karakteristik masing-masing anak ASD. Afada menjelaskan, anak ASD pada tingkat keparahan satu biasanya memiliki kecerdasan rata-rata atau di atas rata-rata, dan cenderung mampu mempelajari strategi menghadapi masalah dengan lebih baik di banding pada tingkat keparahan lainnya. Mereka umumnya mampu berbicara satu kalimat utuh, tetapi cenderung sulit melakukan komunikasi timbal balik dengan orang lain.

[Baca Juga: Hari Kesadaran Autisme Sedunia, Mengenal Apa Itu ASD]

“Mereka yang berada di tingkat ini cenderung hanya membutuhkan sedikit bantuan dari orang lain di beberapa aspek kehidupannya,” kata Afada kepada PingPoint.co.id pada Jumat (10/4/2020)

Sedangkan, anak ASD di tingkat keparahan dua memiliki keparahan sedang. Artinya, anak cukup butuh bantuan dari orang lain dan biasanya hanya mampu berbicara untuk mendapatkan kebutuhan dasarnya. Anak ASD pada tingkat ini akan lebih terlihat terganggu kemampuan bahasanya dibandingkan anak ASD dengan keparahan ringan.

Sementara itu, Afada melanjutkan, tingkat keparahan tiga merupakan tingkat keparahan yang berat. Anak ASD di level ini sangat butuh bantuan dari orang lain hampir di semua aspek kehidupannya.

2) Kemampuan

Tujuan asesmen yang kedua adalah melihat seberapa jauh kemampuan yang dimiliki anak ASD, termasuk kemampuan bahasa “Kita bisa tahu kemampuan dia [anak ASD] apa saja, yang belum dia bisa apa saja. Kita bisa lihat kemampuan bahasanya di mana; apakah cukup baik, atau cukup parah, serta pada area mana anak ini paling perlu dikembangkan, terapi apa saja yang akan dibutuhkan, dan lain-lain” tutur Afada.

3) Tingkat kecerdasan

Ketiga, melalui asesmen juga dapat kita lihat tingkat kecerdasan yang dimiliki anak ASD. Afada menjelaskan, anak ASD memiliki tingkat kecerdasan atau Intelligence Quotient (IQ) yang berbeda-beda. Ada anak ASD yang memiliki kecerdasan rata-rata, ada pula yang di atas rata-rata. Pun ada anak ASD yang tingkat kecerdasannya di bawah rata-rata. “Di bawah rata-rata atau kecerdasannya istilahnya intellectual disability,” jelas Afada.

4) Treatment

Anak ASD akan dilihat treatment yang sudah pernah didapatkan, yang sedang didapatkan, dan perlu didapatkan ke depannya.

5) Dukungan Orangtua

Kemudian, akan dilihat pula dari aspek orangtua dalam memberikan dukungan pada anaknya. “Seberapa orangtua sudah memberikan dukungan atau sudah memberikan dukungan apa saja; seberapa jauh impact nya terhadap perkembangan anak saat ini, apa saja hambatannya, dan bagaimana sekiranya strategi atau layanan yang dibutuhkan untuk bantu anak lebih optimal di perkembangan lanjutan. Jadi kita benar-benar harus lihat satu individu [satu anak ASD] itu bagaimana secara utuh dari berbagai aspek kehidupannya,” imbuhnya.

Setelah mengetahui hal-hal tersebut, kata Afada, akan lebih mudah mengembangkan keunikan anak ASD. “Karena kalau kita sudah dapat gambaran utuh mengenai anak, maka usaha mengembangkan keunikannya akan jauh lebih mudah. Kita sudah kenal oh anak ini ada di tingkat keparahan yang ini, tingkat kecerdasan seperti ini, kemampuan bahasanya dan treatment yang sudah didapat apa saja,” kata Afada.

[Baca Juga: Menelisik Perkembangan Anak dengan Autisme]

Langkah berikutnya adalah melihat hal yang paling sering dilakukan anak ASD. Biasanya mereka memiliki salah satu ciri, yaitu melakukan aktivitas tertentu secara berulang, inilah yang harus dilihat orangtua. Afada memberi contoh anak ASD yang memiliki aktivitas berulang mendengarkan musik

“Misalnya dia sering dengerin musik. Ditinjau lebih jauh lagi, musik apa yang dia sering dengar. Apa kalau musik itu mati dia marah dan minta dinyalakan lagi? Nah, itu bisa jadi salah satu clue tentang hal yang bisa kita bantu kembangkan dari anak tersebut,” kata Afada.

“Kita teliti lagi apa dia suka mendengar semua genre musik? Apakah suka dengarnya penyanyi tertentu saja?. Pokoknya kita lihat teliti, hati-hati, dan detail,” lanjutnya.

Setelah itu, orangtua dapat mencoba memberikan alat musik dan melihat reaksi anak tersebut. Orangtua juga bisa mencoba memperlihatkan orang yang memainkan alat musik secara langsung. Melalui permainan alat musik secara langsung, dapat diketahui apakah anaknya tertarik mendengar musik secara langsung, bukan dari music player saja. Bila ternyata anak tertarik, orangtua dapat memberinya alat musik untuk dimainkan dan membimbingnya dalam bermain alat musik.

Asesmen, Langkah Awal Mengembangkan Keunikan Anak Autisme

Kemampuan anak ASD yang sudah dikembangkan mungkin kelak bisa menjadi arah pendidikan lanjutannya. Untuk kasus khusus, lanjut Afada, kemampuan tersebut bisa menjadi bidangnya dalam berkarir.

“Jadi intinya harus di-assess [dilakukan asesmen pada anak tersebut] untuk membantu mengembangkan keunikan anak ini,” imbuhnya.

Afada menegaskan tingkat keparahan anak ASD tidak menjamin kesuksesannya dalam mengembangkan keunikan. Hanya karena tergolong dalam tingkat keparahan satu, bukan berarti anak tersebut pasti sukses. Banyak faktor yang memengaruhinya, contonya personal trait, apakah anak tersebut tekun, malas, atau gampang menyerah. Faktor lainnya adalah dukungan orangtua dan keluarga. Seberapa jauh orangtua mencari tahu hambatan yang dialami anak, mencari bantuan untuk membantu anak, dan seberapa sabar mereka dalam mengembangkan keunikan anak.

“Jadi harus hati-hati membuat kesimpulan tentang anak ASD karena banyak sekali faktor yang berpengaruh dalam keberhasilan mereka. Misal dia [anak ASD] telat berbicara dan tidak mendapat treatment. Walau orangtuanya gigih tetapi anaknya tidak mendapat treatment yang sesuai ya pasti beda dong dengan anak yang mendapatkan treatment. Jadi banyak sekali faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Tapi, semakin banyak faktor-faktor tadi positif, semakin besar pula peluang keberhasilannya,” jelas Afada.


Read More

Artikel Lainnya

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah.jpg

Bisnis

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah

03 February 2023, 16:35

Demi memastikan tidak adanya ketimpangan digital di daerah pedesaan luar Jawa, Amartha Foundation baru-baru ini meresmikan desa digital di wilayah Sulawesi Tengah.

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.jpg

Bisnis

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

03 February 2023, 14:20

Melalui kemitraan dengan PT KCIC, pengguna tiket.com ke depannya bisa memesan tiket untuk layanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

Berita Kawasan

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

02 February 2023, 17:41

Peresmian unit tempat parkir sepeda dilakukan oleh Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Chaidir, dan Ketua Umum B2W Fahmi Saimima.

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023.jpg

Hobi dan Hiburan

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023

02 February 2023, 15:41

Setelah memberikan teaser siapa saja yang akan tampil, akhirnya pihak penyelenggara mengumumkan siapa saja yang nanti siap menghibur Anda di Woke Up Fest 2023.


Comments


Please Login to leave a comment.