Asita Surakarta Prediksi Lonjakan Wisatawan Setelah Pandemi COVID-19

Bisnis

Asita Surakarta Prediksi Lonjakan Wisatawan Setelah Pandemi COVID-19

Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia berimbas pada merosotnya bisnis pariwisata. Di Solo, empat hotel berbintang memutuskan untuk tutup sementara akibat pandemi COVID-19.

Hal tersebut terjadi karena sepinya jumlah wisatawan. Namun, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Surakarta memprediksi bila setelah pandemi, sektor pariwisata akan mempunyai pekerjaan besar karena melonjaknya jumlah wisatawan di berbagai tempat.

Asita Surakarta Prediksi Lonjakan Wisatawan Setelah Pandemi COVID-19

"Saat ini kan orang lebih banyak di rumah, setelah berlalunya COVID-19 ini akan ada lonjakan wisatawan yang sangat besar," kata Wakil Ketua Asita Jawa Tengah Daryono, seperti dilansir dari antaranews.com (14/4/2020).

Daryono juga mengatakan, karakter wisatawan akan berbeda setelah pandemi. Menurutnya, potensi wisata minat khusus seperti culture tourism atau wisata budaya akan lebih banyak dikunjungi.

"Jadi bukan mice tourism, tetapi lebih spesifik, seperti culture tourism, culinary tourism, dan objek wisata alam yang akan banyak didatangi karena orang ingin yang sifatnya fresh and healthy," katanya.

Wisata Premium

Setelah pandemi, kata Daryono masyarakat lebih peduli dengan keamanan dan kenyamanan. Mereka menjadi lebih selektif dalam memilih tempat wisata. Oleh karenanya, segmentasi pasar yang akan disasar untuk wisata minat khusus yaitu wisata premium.

"Ini yang dicari oleh premium tourism, mereka betul-betul ingin menikmati kunjungan wisatanya," katanya.

[Baca Juga: Pedagang Pasar Tradisional di Solo Buka Layanan Pesan Antar]

Mengingat akan adanya potensi ini, pihaknya pun mengimbau agar para pengelola tempat wisata mulai mempersiapkan diri. Sebab, wisatawan butuh tempat yang nyaman dan aman. Dalam hal ini, servis yang baik akan sangat diperlukan.

Dirinya pun berharap agar seluruh pengelola wisata memberi pelayanan yang sangat baik. Hal itu perlu dilakukan untuk menghindari penumpukan di objek wisata tertentu.

"Dengan demikian wisatawan bisa memiliki banyak pilihan tetapi tetap spesifik," katanya.


Read More

Artikel Lainnya

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Vaksinasi, Pemkot Surabaya Siap Sweepin g.jpg

Kesehatan

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Imunisasi, Pemkot Surabaya Siap Sweeping

27 January 2023, 13:57

Banyaknya kasus campak di wilayah perbatasan Surabaya-Madura, mendorong Pemkot Surabaya untuk bergerak secara agresif demi memastikan anak-anak Kota Pahlawan sudah mendapatkan imunisasi campak.

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak.jpg

Kesehatan

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak

27 January 2023, 10:55

Dinkes Kota Yogyakarta meminta agar orangtua melindungi buah hatinya dari ancaman penyakit campak dengan segera datang ke puskesmas untuk mendapatkan imunisasi.

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur In i.jpg

Bisnis

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur Ini

26 January 2023, 15:30

Baru-baru ini perusahaan startup manufaktur Imajin disebut berhasil meraih suntikan pendanaan awal yang dipimpin East Ventures.

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus.jpg

Pendidikan

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus

26 January 2023, 13:28

Tim dosen Unpad berhasil membuat inovasi tes khusus yang dapat menunjukan bagaimana kompetensi mahasiswa dalam berbahasa Indonesia.


Comments


Please Login to leave a comment.

  • Hanna56 2 years, 9 months lalu
    hanna56

    Jangan lewatkan kesempatan menjadi Milyarder ! Caranya sangat mudah, hanya bergabung di poker165.co dengan TCoin Atau ikuti babak kualifikasi untuk memenangkan tiketnya 😎 Untuk info lebih lanjut kunjungi roadto1billion.com