Atasi Kasus Kluster Perkantoran, Perusahaan di DKI Jakarta Diminta Kooperatif

Bisnis

Atasi Kasus Kluster Perkantoran, Perusahaan Diminta Kooperatif

Tim Pakar Satuan tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan, ada 90 klaster perkantoran di DKI Jakarta dengan catatan 459 kasus positif. "Kalau kami melihat angkanya, hampir 10 kali lipat atau ada penambahan 416 kasus sebelum penerapan masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang hanya 43 kasus," kata Dewi seperti diberitakan kompas.com (29/7/2020).

Dia menambahkan, terdapat dua kemungkinan penyebab peningkatan kasus tersebut. Pertama, ada orang positif di lingkungan perkantoran yang menularkan pada orang lain. Orang yang positif tersebut, ujar dia, kemungkinan bisa juga telah terpapar selama di perjalanan menuju kantor misalnya di transportasi umum dan sebagainya. "Kemudian bisa juga ia terpapar di lingkungan rumah," katanya. Selain itu, faktor ventilasi udara menjadi salah satu penyebab tingginya klaster ini. Satgas menyebut ventilasi yang buruk bisa meningkatkan risiko penularan.

Atasi Kasus Kluster Perkantoran, Perusahaan di DKI Jakarta Diminta Kooperatif

Menanggapi kenaikan kluster perkantoran, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertrans dan Energi) DKI Jakarta Andri Yansyah meminta pihak perusahaan agar kooperatif apabila ada pekerja di kantor atau tempat kerja yang positif COVID-19.

Selain itu, pihak perusahaan atau perkantoran diminta tidak menganggap pengawasan protokol pencegahan penularan COVID-19 yang dilakukan sebagai momok. Sebab, dibutuhkan kerja sama untuk membuat lingkungan perusahaan terus sehat, bisa beraktivitas, dan produktif kembali.

"Jangan ditutup-tutupi. Maksud dan tujuan kami melakukan pengawasan supaya perusahaan itu sehat dan bisa beraktivitas kembali. Kerja sama ini penting agar pandemi COVID-19 segera berakhir," ujar Andri seperti dikutip dari beritajakarta.id (28/7/2020).

[Baca Juga: Apakah Pendingin Ruangan Meningkatkan Penyebaran COVID-19?]

Andri menjelaskan, salah satu butir pada Surat Keputusan Nomor 1477 Tahun 2020 tentang Protokol Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Perkantoran/Tempat Kerja Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif yakni pembentukan Tim Gugus Tugas COVID-19 Internal Perusahaan. Tim ini perlu secara aktif melaksanakan protokol kesehatan dan melaporkan adanya pekerja yang berstatus positif COVID-19 kepada Kepala Dinas Nakertrans dan Energi DKI Jakarta. Sehingga, dapat ditindaklanjuti oleh SKPD terkait untuk penanganannya.

"Saya minta kepada perusahaan dan perkantoran agar betul-betul mengaktifkan yang namanya Tim Gugus Tugas COVID-19 Internal Perusahaan. Jadi mereka lapor, karena itu bagian iktikad baik dari perusahaan untuk melindungi karyawannya, melindungi masyarakat dan melindungi keluarganya," ungkapnya.

Perlunya Laporan Masyarakat

Ia menambahkan, selain pengawasan secara intensif protokol pencegahan penularan COVID-19 di perkantoran, Dinas Nakertrans dan Energi DKI Jakarta juga merespons dan menindaklanjuti bentuk laporan dari masyarakat, baik dari internal maupun eksternal perusahaan.

Pihak internal perusahaan tidak perlu khawatir melaporkan karyawan atau pimpinan perusahaan yang terpapar COVID-19. Pasalnya, Dinas Nakertrans dan Energi DKI Jakarta bakal merahasiakan identitas karyawan yang positif COVID-19. "Identitas karyawan tersebut kami rahasiakan. Jangan takut melakukan pelaporan kalau ada karyawan terpapar, jangan takut juga dilakukan pemeriksaan kesehatan," ungkapnya.

Menurutnya, untuk laporan dari eksternal masyarakat akan ditindaklanjuti dengan sidak ke perusahaan yang dimaksud untuk memastikan ada tidaknya kasus karyawan positif COVID-19.

[Baca Juga: Hindari Berada dalam Ruangan Padat Tertutup Rapat dan Saling Dekat]

Sejumlah upaya penanganan penularan COVID-19 di perusahaan atau perkantoran sudah disiapkan. Untuk kasus pekerja yang terpapar, langsung dilakukan penutupan sementara terhadap perusahaannya selama tiga hari. Pekerja yang terpapar COVID-19 harus dirumahkan selama 14 hari, atau dirawat di rumah sakit yang ditunjuk perusahaan atau ke Wisma Atlet. Terhadap rekan-rekan yang berinteraksi juga demikian, isolasi mandiri selama 14 hari.

"Selama tiga hari kita lakukan setop operasi, perusahaan tersebut harus rapid test terhadap seluruh pekerja yang ada dan di kantornya juga dilakukan penyemprotan disinfektan rutin. Sehingga, betul-betul kita pastikan kantor tersebut tidak terjangkit COVID-19 dan memastikan pekerja yang aktif kembali bekerja betul-betul dalam keadaan sehat," urainya.

Andri menuturkan, bagi perusahaan yang membandel dan tidak kooperatif melaksanakan protokol pencegahan penularan COVID-19 bakal dikenakan sanksi penyegelan dan setop operasional selama 14 hari. "Saya sampaikan jangan takut karena virus ini kan tidak mengenal strata. Jadi saya minta perusahaan dan perkantoran untuk kooperatif untuk kebaikan bersama dan mempercepat penuntasan COVID-19," tegas Andri.

Atasi Kasus Kluster Perkantoran, Perusahaan di DKI Jakarta Diminta Kooperatif

Sebelumnya, Sekretaris Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Dany Anwar meminta Disnakertrans dan Energi untuk lebih gencar melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan di gedung-gedung perkantoran.

Menurutnya, hal ini perlu segera dilakukan karena saat ini gedung perkantoran diindikasikan menjadi kluster baru penyebaran COVID-19 di Jakarta. Untuk mengantisipasinya, lanjut Dany, Dinaskertrans dan Energi dapat melakukan penutupan aktivitas di gedung perkantoran yang diketahui ada karyawan yang terpapar COVID-19. "Jika diketahui ada perkantoran yang menjadi kluster baru penyebaran COVID, kami minta segera ditutup untuk sementara," ujar Dany pada Jumat, 24 Juli 2019.

Selanjtunya, kata Dany, Disnakertrans dan Energi harus mengumumkan kepada publik gedung-gedung perkantoran yang ditutup karena terpapar COVID-19 tersebut. "Jadi masyarakat bisa mengantisipasi atau memetakan penyebaran COVID-19," tandasnya.

Read More

Artikel Lainnya

Pastikan Tak Ada Buaya, Damkar Kota Depok Sisir Kali Pesanggrahan.jpg

Berita Kawasan

Pastikan Tak Ada Buaya, Damkar Kota Depok Sisir Kali Pesanggrahan

06 August 2020, 19:00

Pekan ini Damkar Depok mengerahkan anggotanya untuk menyisir area Kali Pesanggarahan demi memastikan tak ada buaya yang berkeliaran.

Sate H.Romli, Sate RSPP yang Legendaris.jpg

Kuliner

Sate H.Romli, Sate RSPP yang Legendaris

06 August 2020, 18:00

Jika berbicara mengenai menu sate populer di kawasan Jakarta Selatan, maka warung Sate H. Romli atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sate RSPP bisa dipastikan sebagai salah satunya.

Ada Target Gula Darah untuk Pasien Diabetes Agar Terhindar Perparahan COVID-19

Kesehatan

Ada Target Gula Darah untuk Pasien Diabetes Agar Terhindar Perparahan COVID-19

06 August 2020, 16:50

Penyandang diabetes akan lebih rentan mengalami perparahan bahkan menyebabkan kematian jika terinfeksi COVID-19.

Apa yang Bisa Anda Persiapkan Hadapi Resesi Ekonomi 2020

Bisnis

Apa yang Bisa Anda Persiapkan Hadapi Resesi Ekonomi 2020?

06 August 2020, 15:30

Sektor industri, penurunan kinerja ekspor impor, dan tingginya pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa mengakibatkan peningkatan angka kemiskinan.


Comments


Please Login to leave a comment.

  • Hanna56 1¬†week lalu
    hanna56

    Live Sexy Casino Baccarat Bertemu Langsung Dengan Dealer Sexy yang pasti akan membuat permainan Anda semakin Bergairah Serta Dapatkan Penawaran TRIPLE BONUS dari (link: http://QQHarian.com) QQHarian.com Info Lanjut Hub CS di WA: +63 9954825268 | Line : qqharian