Atasi Obesitas Mohammad Naufal Abdillah Jalani Bedah Bariatrik 1.jpg

Kesehatan

Atasi Obesitas, Mohammad Naufal Abdillah Jalani Bedah Bariatrik

Pasien pengidap obesitas morbid dan memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi membutuhkan penurunan berat badan secara ekstrim. Bedah bariatrik bisa menjadi solusi penurunan berat badan lebih cepat.

Tindakan bedah bariatrik juga dapat menjadi solusi bagi pesien yang memiliki riwayat diabetes. Oleh karenanya efektivitasnya terhadap penyakit diabetes ini, bedah bariatrik juga sering disebut dengan bedah metabolik.

Dengan teknik gastric bypass, dapat dicapai remisi atau hilangnya gejala sehingga tidak memerlukan pengobatan lagi pada lebih dari 80 persen penderita diabetes tertentu. Remisi ini dapat terjadi dalam beberapa hari sesudah operasi dan tidak harus menunggu berat badan pasien menurun.

[Baca Juga: Cara Diet Warga Jakarta Menurut Pakar]

Prosedur tersebut telah dijalani Mohammad Naufal Abdillah. Pria berusia 23 tahun ini memiliki bobot 238 kilogram dengan IMT 95,3 pada Oktober 2018 lalu, ketika berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinis RS Pondok Indah dr. David Fadjar Putra, S. S, Sp. GK.

“Pada dasarnya asupan yang dianjurkan protein rendah kalori dan tidak konsumsi gula. Untuk olahraga, bisa melakukan jalan cepat atau sepeda statis,” beber dr. David dalam keterangan rilis yang diterima PingPoint.co.id (15/3/2019).

Atasi Obesitas Mohammad Naufal Abdillah Jalani Bedah Bariatrik

Didukung Tenaga Medis Ahli

Setelah disarankan berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah konsultan bedah digestif RS Pondok Indah Dr. dr. Peter Ian Limas, Sp. B-KBD, Naufal memutuskan untuk menjalani tindakan bariatrik untuk mengatasi permasalahan obesitas yang telah dialaminya sejak remaja.

Sebelum tindakan, Naufal juga dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik dan diabetes RS Pondok Indah dr. Nanang Soebijanto, Sp. PD-KEMD, FINASIM, FACE.

[Baca Juga: Diet Menurunkan Berat Badan Tidak Harus Menyiksa]

Setelah tindakan dilakukan pada November 2018, Naufal secara berkala berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik untuk menjaga jumlah asupan makanan agar hasil tindakan yang didapat lebih optimal. Sampai saat ini, empat bulan setelah menjalani tindakan bariatrik, bobot Naufal telah berkurang sebanyak 36 kilogram dengan penurunan IMT menjadi 80,9.

Chief Executive Officer (CEO) RS Pondok Indah Group dr. Yanwar Hadiyanto, MARS mengatakan, angka pasien penyakit tidak menular akibat obesitas di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga diperlukan penanganan yang menyeluruh dengan tetap menyesuaikan kebutuhan setiap pasien.

[Baca Juga: RS Tebet Melayani Pengobatan Holistik untuk Diabetes]

“Melihat hal ini, kami berusaha untuk menyediakan salah satu solusinya, yaitu melalui tindakan bariatrik. Dengan hadirnya teknologi medis terkini untuk menegakkan diagnosa dan didukung oleh tenaga medis ahli yang meliputi dokter spesialis dan konsultan bedah dari berbagai sub-spesialisasi, tindakan bariatrik ini kami harapkan dapat menjadi layanan kesehatan terdepan yang berkualitas. Kami akan terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan yang mengutamakan kebutuhan pasien di masa mendatang,” kata dr. Yanwar.


Read More

Artikel Lainnya

Launching TV Desa, Kota Batu Adakan Lomba Film Pendek

Berita Kawasan

Launching TV Desa, Kota Batu Adakan Lomba Film Pendek

27 September 2021, 22:08

Lomba film pendek yang tak bisa dilewatkan begitu saja.

BNS 1.jpg

Hobi dan Hiburan

Potret Pasar Malam yang Dimodernisasi Batu Night Spectacular

27 September 2021, 21:09

Desain-desain modern yang ditemukan di Jatim Park Grup kini bisa ditemukan di berbagai tempat wisata di Kota Batu.

Henju-2

Kecantikan dan Fashion

Henju By Gracy, Aksesori Jogja Sukses Taklukkan Pasar Dunia

27 September 2021, 20:08

Sampai saat ini Henju sudah tersebar di pasar-pasar aksesoris di berbagai negara. Konsumen terbesarnya berasal dari Amerika, Perancis , Inggris dan beberapa negara Eropa.

Penduduk Lansia Pada Masa Pandemi, Antara Meningkatnya Harapan Hidup dan Masuk Dalam Kelompok Rentan

Kesehatan

Lansia Kala Pandemi, Harapan Meningkat tapi Masih Kelompok Rentan

27 September 2021, 19:07

Lansia di Kota Semarang terus bertambah dengan semakin meningkatnya harapan hidup, di sisi lain mereka masuk kelompok rentan. Pelayanan kesehatan pada kelompok lansia pun terus ditingkatkan.


Comments


Please Login to leave a comment.