BINTARO_KESEHATAN_AWAS-JANGAN-SEPELEKAN-GANGGUAN-IRAMA-JANTUNG_GALIH_1100-px-X-600-px.jpg

Kesehatan

Awas! Jangan Sepelekan Gangguan Irama Jantung

Detak jantung Anda tidak beraturan? Jangan anggap sepele gangguan tersebut. Pasalnya, bisa jadi hal itu merupakan tanda dari penyakit fibrilasi atrium (FA) atau kelainan irama jantung. Jantung dengan denyut yang tidak teratur bisa diartikan ada yang tak beres dengan kerja jantung. Sayangnya, gangguan irama jantung kerap kali diabaikan oleh penderita. Padahal, dampaknya bisa berbahaya, bahkan jika didiamkan bisa berujung pada kematian.

Irama Jantung Seperti Apa yang Disebut Kelainan?

Menurut dr. Beny Hartono, Sp.JP, FIHA, Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, Rumah Sakit Premier Bintaro, ada beberapa gangguan irama jantung yang harus diwaspadai seseorang. Salah satunya adalah kelainan irama jantung yang melambat atau disebut Bradikardi. Gangguan jantung ini dikarenakan kurangnya impuls listik dari Simpul Sinoatrial (SA node), sekelompok sel ditempatkan pada dinding atrium kanan, dekat pintu masuk vena kava superior.

“Sel tersebut memiliki filamen kontraktil dasar, namun kontraksinya relatif lemah. Ibarat aki yang soak, jantung tidak dapat berfungsi dengan baik. Keadaan ini dapat berdampak pada rasa pusing kliyengan, cepat lelah, hingga merasa mau pingsan. Biasanya terjadi pada penderita usia 60 tahun ke atas akibat proses degeneratif atau penuaan dari fungsi organ,” jelas Beny seperti dikutip dari laman rs.premierbintaro, Jumat (5/10/2018).

Selanjutnya adalah kelainan irama jantung yang tidak teratur. Gangguan ini membuat irama jantung menjadi tidak menentu, kadang cepat, kadang lambat, dan tidak teratur antara satu denyut ke denyut yang lain. Faktor risiko gangguan ini adalah usia lanjut, hipertensi, kencing manis, penyakit tiroid dan adanya penyakit jantung koroner. “Yang ditakutkan, penderita bisa terserang stroke dan bisa menyebabkan penurunan fungsi pompa jantung,” ungkap Beny.

Dari dua gangguan tersebut, kata Beny, kasus yang paling sering ditemui adalah Supraventrikel Takikardi (SVT), di mana denyut jantung tiba-tiba akan menjadi sangat cepat sehingga pasien berdebar-debar, bahkan terkadang disertai sesak nafas dan ingin pingsan. “Pada umumnya, SVT tidak menyebabkan fatalitas, namun sebaliknya takikardi yang berasal dari bilik jantung (Ventrikel Takikardi) atau VT dapat menyebabkan kematian mendadak bila tidak segera ditangani,” ujar Beny.

Cara Mendeteksi Gangguan Irama Jantung

Langkah awal untuk medeteksi gangguan irama jantung adalah memeriksa denyut nadi sendiri setiap hari. Memeriksa denyut nadi per 1 menit ialah paling akurat. Idealnya, dilakukan pada saat pagi hari. Seperti diketahui normalnya denyut jantung per menit adalah 60-90 kali. Namun bila setelah dihitung hanya 50 kali per menit, asalkan tidak ada keluhan, maka tak ada masalah.

Keluhan umum yang kerap diderita penderita gangguan irama jantung adalah kerap mengeluh cepat lelah dan berdebar lalu cepat lelah. Namun perlu diingat, setiap pasien memiliki keluhan yang berbeda.

Penanganan Gangguan Irama Jantung

Langkah pertama adalah didiagnosis dengan pemeriksaan elektrokardiografi (EKG). Tujuannya untuk merekam aktivitas listrik jantung. Jika EKG tidak dapat menangkap irama jantung, maka opsi kedua adalah menggunakan monitor yang merupakan alat perekaman yang dipakai pasien terus menerus selama 24 jam ketika beraktivitas.

Sementara penanganan pasien irama jantung lambat atau Bradikardi dapat dilakukan dengan pemasangan pacu jantung (pacemaker). Sementara pasien dengan gangguan jantung fatal, dapat dipasang alat defibrilasi. Bagi penderita jantung dengan irama cepat, harus ditangani dengan tindakan kateter ablasi.

Jika Anda merasakan gangguan irama jantung dengan keluhan seperti artikel di atas, disarankan untuk segera periksakan ke dokter. Di sisi lain, hal yang harus diperhatikan adalah menjaga pola hidup sehat. Pola hidup sehat akan menjadi perisai dari berbagai gangguan kesehatan.

Read More


Artikel Lainnya

MMA Ajak Startup Indonesia Ikut Penghargaan Smarties

Bisnis

MMA Ajak Startup Indonesia Ikut Penghargaan Smarties

20 June 2019, 10:00  |  11 Views

MMA sebentar lagi menggelar penghargaan Smarties, asosiasi ini mengajak pengusaha lokal di Indonesia untuk ikut dalam perhelatan tersebut.

Mengenal Kanker Otak Seperti yang Diderita Agung Hercules

Kesehatan

Mengenal Kanker Otak Seperti yang Diderita Agung Hercules

20 June 2019, 11:00  |  13 Views

Kanker masih jadi penyakit yang menyeramkan di Indonesia. Kenali kanke rotak lebih dalam agar bisa ditangani dengan tepat.

Ayo Persiapkan Diri di Kelas Berlari MILO

Berita Kawasan

Ayo Persiapkan Diri di Kelas Berlari MILO

20 June 2019, 09:00  |  10 Views

Kelas Berlari MILO merupakan wadah bagi para peserta khususnya pelari pemula untuk mempersiapkan diri mengikuti MILO Jakarta International 10K.

Pemkot Jaktim dan PT JIEP Bekerjasama Memajukan Wilayah Jakarta Timur

Berita Kawasan

Pemkot Jaktim dan PT JIEP Kerjasama Majukan Wilayah Jakarta Timur

20 June 2019, 12:00  |  4 Views

Pemkot Jaktim menerima audiensi PT. JIEP pada 17 Juni 2019. Kedua pihak membahas penataan kota demi bersama memajukan wilayah kota Jakarta Timur.


Comments


Please Login to leave a comment.