Ayo Dongeng Indonesia Ajak Anak Nikmati Indahnya Dunia Cerita 1.jpg

Berita Kawasan

Ayo Dongeng Indonesia Ajak Anak Nikmati Indahnya Dunia Cerita

Jauh sebelum gawai telah beredar dan mudah digunakan, mendongeng adalah kegiatan mengasyikan yang ditunggu-tunggu anak-anak di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Namun, perkembangan zaman telah membalikan keadaan sehingga mampu memengaruhi polah dan tingkah masyarakat di dalamnya.

Mendongeng kini bukan lagi tradisi, dan mulai dilupakan manfaatnya. Kondisi inilah yang membuat Mochamad Ariyo Faridh Zidni, mencetuskan komunitas Ayo Dongeng Indonesia (AyoDI).

Kak Aio Pendiri Ayo Dongeng Indonesia

Pada 3 Desember 2011, Aio sapaan akrabnya, meluncurkan gerakan sepenuh hati yang dibalut dalam sebuah komunitas sosial bersama rekan-rekan dari profesi atau latar belakang berbeda-beda.

“AyoDI merupakan komunitas yang punya target untuk memopulerkan kembali dongeng dengan cara sederhana dan menyenangkan. Kami melihat banyak yang mendongeng dengan gimmick yang terlalu ribet, seperti penggunaan kostum, boneka, atau ada teatrikalnya. Saya ingin buat dengan sesederhana mungkin,” ujar Aio yang dilansir dari situs Ayodongengindonesia.com (11/3/2019).

[Baca Juga: Tumbuhkan Minat Baca Anak dengan Metode Read Aloud]

Aio menjelaskan bahwa kegiatan mendongeng atau bercerita ini juga ingin mengembalikan cerita rakyat supaya kembali populer. Biasanya, para anggota AyoDI mendongeng bersumber dari buku bacaan. “Selain dari buku, kami juga tak menutup kemungkinan untuk mendapatkan berita dari mana pun. Asal literasi dan sumbernya jelas dan memiliki sisi edukasi untuk anak-anak,” ucapnya.

[Baca Juga: Literasi Media untuk Jakarta Cerdas Gelar Dongeng di RPTRA]

“Selain dari buku, kami juga tak menutup kemungkinan untuk mendapatkan berita dari mana pun. Asal literasi dan sumbernya jelas dan memiliki sisi edukasi untuk anak-anak,” ucapnya.

AyoDI sendiri secara mandiri telah meluncurkan buku dongeng untuk anak-anak. Aio dan rekannya sesama komunitas percaya bahwa dengan menciptakan buku dongeng bisa terus menjaga mimpi anak-anak.

“Kami sudah mengeluarkan satu buku yang isinya kumpulan 13 cerita anak-anak. Rencananya tahun ini kembali keluarkan buku,” ujarnya.

[Baca Juga: Post Santa, Komunitas Pecinta Buku di Pasar Santa]

Tak sulit bagi Anda yang ingin ikut berpartisipasi di AyoDI. Karena untuk bergabung dalam komunitas AyoDI tak ada syarat khusus. Bahkan, beberapa anggota AyoDI ada yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, guru, reporter, dan lain-lain.

Anda tak perlu khawatir jika tak memiliki bakat mendongeng. Karena tugas jadi relawan tak cuma mendongeng. Anda bisa menyalurkan bakat Anda pada bidang foto, atau membantu menjalankan media sosial AyoDi. “Yang penting punya komitmen untuk menjaga imajinasi anak-anak,” ujar Aio.


Read More

Artikel Lainnya

UM UndipOK3.jpg

Pendidikan

Tak Lolos SBMPTN 2021? UNDIP Buka Jalur Mandiri Hingga 17 Juni 2021

16 June 2021, 18:06

Ujian Mandiri (UM) UNDIP akan dilaksanakan dengan menggunakan dua macam tes sekaligus, yaitu ujian online dan unggahan portofolio.

pengaruh-media-untuk-anak.jpg

Pendidikan

Perkembangan Anak Akan Terhambat Karena Informasi Tak Seusai Usia

16 June 2021, 16:04

Hal itu mengemuka dalam webinar Eksploitasi Anak Di Media yang dilaksanakan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Medan Area (Fisipol UMA).

jalur-mandiri-unimed.jpg

Pendidikan

Unimed Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur Mandiri

16 June 2021, 15:35

Seleksi Jalur Mandiri merupakan seleksi yang dilakukan oleh PTN secara mandiri berdasarkan hasil ujian tertulis berbasis komputer (CBT) dan penilaian portofolio.

3 Pilar Datangi Kantor di Glodok yang T etap Beroperasi Setelah Pegawainya Positif COVID-19.jpg

Berita Kawasan

3 Pilar Datangi Kantor di Glodok yang Tetap Beroperasi Setelah Pegawainya Positif COVID-19

16 June 2021, 15:03

Unsur tiga pilar di Kelurahan Glodok mendatangi kantor di wilayahnya yang nekat beroperasi setelah empat pegawainya positif COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.