Ayo Gunakan Barang Sehari-hari untuk Mainan Anak

Pendidikan

Ayo Gunakan Barang Sehari-hari untuk Mainan Anak!

Untuk meningkatkan kualitas waktu bermain di luar, sekolah-sekolah dasar di Australia telah meninggalkan fasilitas bermain tradisional (seperti perosotan dan panjat-panjatan) dan mulai memanfaatkan peralatan sehari-hari untuk dijadikan mainan.

Alat-alat permainan tersebut berasal dari alat-alat yang ditemukan di rumah tangga dan komunitas masing-masing. Penggunaan peralatan sehari-hari untuk bermain telah diketahui sebagai cara bermain yang efektif dari segi biaya, berkelanjutan) dan dapat terus menghasilkan manfaat kognitif, fisik, dan sosial untuk anak-anak sekolah dasar. Demikian seperti dilansir dari tulisan Senior Lecturer and Course Director of Postgraduate Studies in Education, Charles Sturt University Australia Brendon Hyndman di laman theconversation.com (4/2/2019).

[Baca Juga: Membuat Taman Bermain Anak Itu Mudah, Begini Caranya]

Penelitian di Australia telah menemukan bahwa pengenalan peralatan sehari-hari ke ruang bermain di sekolah telah meningkatkan aktivitas fisik, intensitas bermain, jumlah langkah dan bentuk-bentuk (serta kompleksitas) permainan, kualitas fisik hidup dan kenikmatan bermain anak secara signifikan serta dapat melengkapi kurikulum nasional.

Riset menunjukkan, menggunakan peralatan sehari-hari bisa sesuai dengan kebutuhan bermain anak-anak perempuan dalam ruang sekolah, sebab anak perempuan cenderung menikmati kesempatan bermain yang lebih kreatif, imajinatif dan sosial.

[Baca Juga: Bermain dan Belajar di Bricks 4 Kidz]

Ayo Gunakan Barang Sehari-hari untuk Mainan Anak

Bisa Dilakukan di Rumah

Karena peralatan sehari-hari ada di rumah, cara bermain dengan menggunakan peralatan sehari-hari dapat ditiru di luar waktu sekolah. Berikut beberapa tip yang dapat dicoba:

  1. Pastikan anak-anak memiliki ruang yang cukup untuk memiliki lebih dari satu area bermain untuk mencegah tabrakan
  2. Pastikan area bermain bebas dari bahaya seperti kabel dan gelas. Area berumput dengan pepohonan adalah pilihan terbaik sebab memberikan permukaan yang lebih lembut jika mereka terjatuh. Area tertutup dengan permukaan keras dapat menjadi alternatif kala hujan
  3. Gunakan peralatan-peralatan yang mudah dipindahkan dari rumah ke tempat lainnya sekitar seperti peti-peti susu, pipa, lembaran plastik, ban, papan kayu, berbagai bentuk bola, tongkat pemukul dan tali. Kotak-kotak kardus dan barang plastik seperti ember, keranjang atau hula hoop dapat berguna sebagai pilihan permainan untuk jangka pendek
  4. Mulai dengan mengenalkan sekitar lima jenis peralatan dan sesekali menambah lebih banyak barang dari waktu ke waktu. Para pengajar telah melaporkan bahwa strategi ini lebih baik daripada memberikan para siswa terlalu banyak pilihan sekaligus
  5. Sediakan area penyimpanan yang besar (kotak, kardus, atau kandang) untuk menyimpan semua peralatan pada akhir minggu, akhir sesi atau sebelum cuaca hujan. Kotak kardus bisa berubah bentuk dengan sangat cepat, khususnya setelah hujan
  6. Meskipun pengawasan penting, pastikan anak-anak dapat mengarahkan sendiri permainan mereka tanpa terlalu banyak campur tangan orang dewasa. Cara bermain yang ditentukan sendiri oleh anak-anak sehingga mereka bisa menentukan tingkat risiko yang akan mereka hadapi sangat penting untuk perkembangan anak-anak. Orang dewasa juga harus menerima bahwa permainan mereka bisa berantakan atau tidak teratur
  7. Tetapkan suatu peraturan yang memungkinkan anak-anak untuk memiliki suatu peralatan tertentu untuk satu minggu sebelum diberikan kepada anak-anak lain untuk minggu yang lain. Pertimbangkan pentingnya suatu peraturan seperti dilarang menumpuk atau meloncat dari peralatan yang lebih tinggi daripada pinggang di atas permukaan yang keras.
  8. Untuk para orang dewasa, buatlah rutinitas untuk memeriksa secara berkala peralatan yang rusak (seperti memisahkan peralatan dengan serpihan kayu atau plastik tajam). Orang dewasa juga dapat memikirkan bagaimana anak-anak menggunakan peralatan tersebut (misalnya, pertimbangkan apakah ada yang harus ditambah atau diambil untuk membantu pola bermain)

[Baca Juga: Dinas Pendidikan DKI Bangun Sekolah Percontohan Ramah Lingkungan]

Anda perlu memberikan anak-anak lebih banyak ruang untuk menjadi kreatif, khususnya di ruang luar sekolah, untuk membangun kemampuan kognitif, sosial dan fisik yang akan mereka butuhkan.


Read More

Artikel Lainnya

Launching TV Desa, Kota Batu Adakan Lomba Film Pendek

Berita Kawasan

Launching TV Desa, Kota Batu Adakan Lomba Film Pendek

27 September 2021, 22:08

Lomba film pendek yang tak bisa dilewatkan begitu saja.

BNS 1.jpg

Hobi dan Hiburan

Potret Pasar Malam yang Dimodernisasi Batu Night Spectacular

27 September 2021, 21:09

Desain-desain modern yang ditemukan di Jatim Park Grup kini bisa ditemukan di berbagai tempat wisata di Kota Batu.

Henju-2

Kecantikan dan Fashion

Henju By Gracy, Aksesori Jogja Sukses Taklukkan Pasar Dunia

27 September 2021, 20:08

Sampai saat ini Henju sudah tersebar di pasar-pasar aksesoris di berbagai negara. Konsumen terbesarnya berasal dari Amerika, Perancis , Inggris dan beberapa negara Eropa.

Penduduk Lansia Pada Masa Pandemi, Antara Meningkatnya Harapan Hidup dan Masuk Dalam Kelompok Rentan

Kesehatan

Lansia Kala Pandemi, Harapan Meningkat tapi Masih Kelompok Rentan

27 September 2021, 19:07

Lansia di Kota Semarang terus bertambah dengan semakin meningkatnya harapan hidup, di sisi lain mereka masuk kelompok rentan. Pelayanan kesehatan pada kelompok lansia pun terus ditingkatkan.


Comments


Please Login to leave a comment.