Warga Palmerah Waspada DBD 1.jpg

Kesehatan

Bahas DBD, Warga Palmerah Diminta Waspada

Kelurahan Palmerah, Jakarta Barat mengelar Musyawarah Perencanaan Pembangungan atau Musrenbang. Dalam Musrenbang itu, kasus demam berdarah dan antisipasi genangan atau banjir menjadi salah satu topik pembahasan.

Sekertaris Kota Jakarta Barat H. Eldi Andi menjelaskan, penanggulangan kasus Demam Bedarah Dengue (DBD) di wilayah Jakarta Barat tidak hanya diserahkan pada kader jumantik. Penanggulangannya harus melibatkan peran serta masyarakat. Masyarakat diminta terlibat untuk menjadi jumantik pada masing-masing rumah. Mereka bertugas melakukan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus.

[Baca Juga: Cegah Demam Berdarah dengan 3M Plus]

“Warga harus melakukan 3M Plus, bahkan sekarang 4M Plus yakni Menutup, Menguras, Mengubur, dan Memantau jentik nyamuk seminggu sekali. Sementara plusnya, menggunakan kelambu, menanam tanaman lavender dan memelihara ikan cupang,” tutur Eldi seperti dikutip dari barat.jakarta.co.id (11/2/2019).

Ikan Cupang

Soal memelihara ikan cupang, Eldi menjelaskan bahwa Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat akan membantu sebanyak 1500 ikan cupang untuk wilayah Kecamatan Kalideres. Ikan cupang ini bermanfaat untuk memberantas jentik-jentik nyamuk.

Eldi juga mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai kasus demam berdarah, meski angka kasus DBD di wilayah Kelurahan Palmerah terbilang rendah dibandingkan wilayah lain. Meskipun begitu tetap waspada, karena kasus DBD bisa ditekan atau dicegah dengan cara aktif melakukan PSN.

Terkait antisipasi genangan atau banjir, Wali Kota Jakarta Barat, H. Rustam Effendi telah menginstruksikan kepada jajaran dan instansi terkait untuk memperhatikan kondisi saluran air pada masing-masing wilayah.

Ia meminta pastikan kondisi saluran air tidak tersumbat serta melakukan pengurasan, serta cek kondisi mesin pompa air. “Walikota selalu minta memperhatikan tali-tali air, saluran dan pompa air. Semuanya harus berfungsi dengan baik,” jelas Effendi.

Warga Palmerah Waspada DBD

Saluran Air Mampet

Sebelumnya, Lurah Palmerah Muh. Ilham memaparkan, sejumlah kondisi saluran air yang mampet. Penyebabnya, selain kontur wilayah berbentuk cekungan, juga banyak jaringan utilitas. Permasalahan ini pun telah diusulkan warga melalui musrenbang.

Menanggapi masalah itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat, Imron menjelaskan bahwa pihaknya mendapat sekitar 700 limpahan dengan anggaran Rp1.000.000.000.000 yang menjadi kewenangan Sudis Bina Marga, tahun 2017.

[Baca Juga: Sosialisasi Safety Riding di Jakarta Barat]

Banjir limpahan kewenangan itu membuat Sudis SDA, tak berdaya. Mereka tak mampu membereskan semua pekerjaan itu. “Kami pun kordinasi sekaligus konsultasi dengan Wahyu (Kakappenko Jakbar). Akhirnya, kami pilah-pilah, minimal kami bisa melakukan pengurasan,” kata Imron.

Sudis SDA Jakarta Barat telah melakukan pengecekan lapangan. Namun pihaknya tak bisa bekerja karena masih banyak jaringan utilitas.”SDA akan bergerak bila sudah clear & clean. Penyelesaian masalah jaringan utilitas, ada pada kordinasi dengan Sudis Bina Marga,” tambahnya.

Read More

Artikel Lainnya

Wah, Ada Takoyaki Rasa Kari Jepang di Gindaco.jpg

Kuliner

Wah, Ada Takoyaki Rasa Kari Jepang di Gindaco

30 September 2020, 18:14

Brand takoyaki Gindaco baru-baru ini menghadirkan menu baru dengan rasa kari otentik dari Negeri Sakura.

5 Pilihan Warna Monokromatik untuk Bangun Suasana Baru di Rumah

Properti dan Solusi

5 Pilihan Warna Monokromatik untuk Bangun Suasana Baru di Rumah

30 September 2020, 16:07

Memilih palet warna monokromatik berarti berkomitmen pada satu warna, tentu saja, tetapi penggemar warna sejati tidak akan menghindar tantangan itu.

Anda Hanya Egois atau Benar Narsistik Ini 3 Tendensi Penentunya

Kesehatan

Anda Hanya Egois atau Benar Narsistik? Ini 3 Tendensi Penentunya

30 September 2020, 15:03

Mengartikan tingkat narsistik "normal" itu rumit, tetapi tiga tendensi penentu berikut dapat lebih memperjelas apa masalah yang Anda hadapi.

Pasca Kafe Broker, Wali Kota Bekasi Kumpulkan Pengusaha Kafe dan Hiburan Malam .jpg

Bisnis

Pasca Kafe Broker, Wali Kota Bekasi Kumpulkan Pengusaha Kafe dan Hiburan Malam

30 September 2020, 14:02

Pepen baru-baru ini mengumpulkan semua pengusaha kafe hingga hiburan malam demi mencegah keadaan seperti di Kafe Broker Galaxy Bekasi kembali terjadi.


Comments


Please Login to leave a comment.