Obat Sakit Kepala 1.jpg

Kesehatan

Bahaya di Balik Obat Sakit Kepala

Fairus Rizki, misalnya. Mahasiswa sastra Belanda di salah satu universitas negeri ini kerap membeli parasetamol untuk mengobati keluhan migrain yang ia rasakan.

"Nggak perlu ke dokter-lah kalau nggak parah. Minum parasetamol aja terus dibawa tidur juga sembuh," kata remaja berusia 20 tahun itu kepada Pingpoint.co.id melalui aplikasi pesan singkat (24/1/2019).

Sebuah studi yang dilakukan The National Institute for Health and Clinical Excellence (Nice) mungkin akan membuat Anda berpikir dua kali untuk minum obat pereda sakit terlalu sering.

[Baca Juga: Mengenal Berbagai Permasalahan pada Kulit Kepala]



Pasalnya, hasil studi menyebutkan bahwa obat pereda sakit seperti aspirin, parasetamol, dan triptans justru menyebabkan sakit kepala yang lebih parah.

Anggota peneliti dari Warwick Medical School Profesor Martin Underwood mengatakan setiap keluhan di kepala memiliki jenis yang berbeda di mana perawatannya pun tidak bisa disamakan.

Waspada Konsumsi Obat Sakit Kepala


Obat migrain adalah yang paling berkurang efektivitasnya jika diminum lebih dari 15 hari. Jika gejala tidak berkurang dalam maksimal tiga hari, sebaiknya segera pergi ke dokter.

"Orang yang sakit kepala seperti dalam lingkaran setan di mana sakit mereka makin parah dengan dosis obat berlebihan dan diagnosa yang salah," ujar Underwood seperti dikutip dari Huffington Post, (19/9/2018).

Riset yang dilakukan Nice memaparkan bahwa satu dari 50 orang yang menderita sakit kepala mengaku minum obat lebih dari 10 hari. Obat tersebut seperti 'kebal' dan berbalik menyerang tubuh seseorang.

[Baca Juga: RS Pluit Dukung Penanggulangan Stres]

"Obat pereda sakit akan efektif bila diminum sesekali, " ujarnya.

Wakil Kepala Eksekutif Nice Gillian Leng menuturkan, meskipun sakit kepala adalah masalah neurologis yang paling umum dilihat oleh dokter dan ahli saraf, banyak orang yang tidak menerima diagnosis yang benar dan tepat.

"Kami berharap penelitian ini akan membantu dokter dan profesional kesehatan lainnya untuk melakukan diagnosa yang tepat terhadap jenis gangguan sakit kepala," ucap Leng.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui sejauh mana obat pereda sakit efektif melakukan fungsinya pada manusia.


Read More

Artikel Lainnya

Sentuhan Airy Matte Finish dari Y.O.U Cloud Touch Fixing Tint

Kecantikan dan Fashion

Sentuhan Airy Matte Finish dari Y.O.U Cloud Touch Fixing Tint

17 August 2022, 09:57

Y.O.U Cloud Touch Fixing Tint hadir untuk menambah pilihan bagi para perempuan yang ingin merasakan lip tint dengan formulasi low transfer dengan matte finish yang tahan lama.

tiket.com Buka Pemesanan Konser Internasional Perdana BCL.jpg

Hobi dan Hiburan

tiket.com Buka Pemesanan Konser Internasional Perdana BCL

16 August 2022, 17:28

Pada pekan ini penyanyi Bunga Citra Lestari siap manggung di konser internasional perdananya melalui BCL Blossom Intimate Concert di Singapura dan tiketnya sudah bisa dipesan melalui tiket.com.

Perdana Pasca-Pandemi, Paskibraka di Kota Surabaya Dikukuhkan dengan Formasi Lengkap.jpg

Pendidikan

Perdana Pasca-Pandemi, Paskibraka Surabaya Dikukuhkan dengan Formasi Lengkap

16 August 2022, 15:27

Setelah selama dua tahun upacara HUT RI di Kota Surabaya dihadiri dengan pasukan Paskibraka di bawah 10 orang, untuk upacara besok, formasi 99 anggota telah kembali diterapkan.

Guna Kembangkan Metode WGS, East Ventures Dukung Peluncuran BGSi Kemenkes.jpg

Kesehatan

East Ventures Dukung Peluncuran BGSi Kemenkes

16 August 2022, 13:25

Demi mendorong pengembangan Whole Genome Sequencing di Indonesia, East Ventures memberikan dukungan program BGSi dari Kemenkes RI.


Comments


Please Login to leave a comment.