Baju Sadariah Khas Betawi Hasil Akulturasi Beragam Budaya

Kecantikan dan Fashion

Baju Sadariah Khas Betawi, Hasil Akulturasi Beragam Budaya

Baju Sadariah disebut juga baju sadarie, tikim atau koko. Biasa dipakai pemuda yang bertugas membawa sirih nanas lamaran, mas kawin, dan sirih nanas hiasan pada prosesi pernikahan adat Betawi.

Seperti dikutip dari jakartan.id (11/4/2019), baju resmi tradisional Betawi untuk laki-laki tersebut terdiri dari baju koko sadariah atau sering disebut baju gunting China. Sebagai bawahan dikenakan celana batik atau celana komprang. Alas kaki yang dipakai adalah terompah atau sandal jepit. Dan tentunya untuk kepala memakai peci atau kopiah berwarna hitam atau merah.

[Baca Juga: Wisata Rumah Tokoh Legendaris Betawi di Kampung Marunda]

Pada mulanya baju tersebut dikenakan untuk acara keagamaan, seperti ke masjid, atau sedekahan. Kini baju sadariah juga dikenakan untuk berbagai keperluan lain. Saat Joko Widodo menjabat Gubernur DKI Jakarta, ia mewajibkan seluruh pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Provinsi untuk mengenakan busana Betawi setiap hari Jumat.

Akulturasi Budaya

Keberadaan baju Sadariah merupakan hasil akulturasi dari beragam budaya, namun keberadaannya mencerminkan kesederhanaan masyarakat Betawi. Terutama dilihat dari model bajunya yang memang sederhana. Ciri khas budaya Betawi memang banyak dipengaruhi budaya Arab, China, dan Eropa. Hal itu tercermin pada keseluruhan tradisi budaya Betawi termasuk di antaranya baju Sadariah. Masyarakat Betawi mengembangkan tradisi budayanya dengan beragam pengaruh budaya yang mereka serap dari berbagai pendatang yang ada.

[Baca Juga: Walau Bau, Jengkol Jadi Makanan Favorit Orang Betawi]

Dalam buku Gado-Gado Betawi: Masyarakat Betawi dan Ragam Budayanya yang ditulis Emot Rahmat Taendiftia disebutkan, masyarakat Betawi sangat memerhatikan masalah penampilan. Mereka tidak hanya melihat dari fungsi pakaian itu saja, tetapi juga keindahan. Pengaruh budaya Arab dan China mendominasi pakaian tradisional Betawi yang biasa dikenakan untuk mengaji atau bersantai.

Mulai tanggal 1 Februari 2017, Pemprov DKI Jakarta juga menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Ikon Budaya Betawi. Baju sadariah menjadi satu dari delapan ikon budaya Betawi yang wajib dilestarikan, selain ondel-ondel, manggar, gigi balang, kebaya kerancang, batik betawi, kerak telor, dan bir pletok.

[Baca Juga: Topeng Blantek, Warisan Budaya Betawi Sejak Abad 19]

Pergub tersebut menyebut makna baju sadariah adalah sebagai identitas lelaki rendah hati, sopan, dinamis, dan berwibawa. Sedangkan fungsi dan penggunaannya adalah sebagai seragam karyawan berbagai kantor pemerintah dan swasta, industri pariwisata, sekolah dan berbagai acara seremonial, serta obyek dan atraksi pariwisata maupun pentas seni budaya. Setelah disahkan sebagai ikon budaya Betawi, baju sadariah makin populer ke berbagai kalangan.

Read More


Artikel Lainnya

4 Strategi Utama Kemenpar Capai Target Wisatawan Mancanegara

Berita Kawasan

4 Strategi Utama Kemenpar Capai Target Wisatawan Mancanegara

14 June 2019, 10:00  |  9 Views

Kemenpar bersama pelaku bisnis pariwisata menyiapkan sembilan strategi, namun akan terapkan empat strategi utama untuk capai target kunjungan wisaman pada tahun ini.

6 Akibat Menggunakan Rokok Elektrik untuk Kesehatan

Kesehatan

6 Akibat Menggunakan Rokok Elektrik untuk Kesehatan

14 June 2019, 11:00  |  20 Views

Rokok elektrik digunakan beberapa orang sebagai alternatif rokok tembakau. Namun rokok ini juga memiliki risiko untuk kesehatan.

5 Buah yang Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes

Kesehatan

5 Buah yang Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes

14 June 2019, 09:00  |  26 Views

Penderita diabetes tak bisa sembarangan makan buah, walaupun termasuk makanan sehat. beberapa buah mampu meningkatkan kadar gula.

Ikuti 4 Trik Ini Sebelum Membeli Furnitur Di Internet

Properti dan Solusi

Ikuti 4 Trik Ini Sebelum Membeli Furnitur Di Internet

14 June 2019, 12:00  |  8 Views

Belanja online memang menyenangkan karena lebih mudah dan cepat, namun Anda juga tetap harus waspada.


Comments


Please Login to leave a comment.