Bangun Anak Berkualitas di Era Revolusi Industri 4.0

Pendidikan

Bangun Anak Berkualitas di Era Revolusi Industri 4.0

Era revolusi industri 4.0 memiliki begitu banyak tantangan. Tidak hanya tuntutan sumber daya manusia (SDM) dengan kompetensi khusus, tapi juga mampu bersaing dengan robot. Selain itu, gaya hidup yang aktif menggunakan media digital juga menyedot energi yang luar biasa.

Rata-rata orang Indonesia menggunakan ponsel atau komputer selama delapan jam sehari, khusus untuk mengakses media sosial sekitar 3,5 jam. Dengan waktu seperti itu, jika digunakan mengasuh anak bisa untuk beragam aktivitas dan mengajari beragam hal.

[Baca Juga: Buku Digital Kemendikbud untuk Gerakan Literasi Nasional]

Hal itu disampaikan Guru Besar Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Euis Sunarti dalam seminar Peluang dan Tantangan Mendidik Generasi PAUD Milenial Berbasis Keluarga di Era Distruptif 4.0 seperti dikutip dari Sahabat Keluarga Kemendikbud, (16/3/2019).

“Dampak dari kebiasaan ini membuat kita menjadi lelah padahal tidak menghasilkan apa-apa,” kata Euis.

Menurut Euis pula, tugas keluarga untuk membangun dan melahirkan anggota keluarga yang memenuhi syarat dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Selain kompetensi, yang sangat penting adalah adab atau karakter.

[Baca Juga: Jauhkan Anak dari Gawai Bersama Klub Buku Nyala Matahari]

Orang yang tinggi adab walaupun kekurangan ilmu lebih mulia daripada orang yang tinggi ilmu tetapi kekurangan adab. Dengan begitu, keluarga harus mampu menjadi intitusi pertama dan utama pembangunan anak berkualitas, memenuhi hak-hak anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

“Melalui bonding (kelekatan) merupakan landasan pengembangan kepribadian individu. Ketahanan keluarga, khususnya fungsi ekspresif, menentukan pengasuhan dan kelekatan karakter anak,” tukas Euis.

[Baca Juga: Kemendikbud Gelar Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2019]

Lebih lanjut Euis menyatakan, gaya pengasuhan yang sesuai dengan tahap perkembangan emosi anak akan mampu membangun hubungan yang berarti, memiliki empati, dan mampu menyediakan batasan yang tepat.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sukiman menyatakan bahwa pelibatan keluarga dalam pendidikan anak sangat penting dan menjadi salah satu solusi persoalan yang muncul saat ini. Pendidikan itu dimulai sejak dalam kandungan.

”Saat berada di dalam kandungan, anak belajar melalui suara-suara ibunya dan suara-suara lain yang mampu didengar. Untuk itu, sejak usia kehamilan lima bulan sebaiknya anak diberi stimulasi pendidikan melalui suara-suara, seperti bacaan Alquran, lagu-lagu, dan mengajaknya berbicara,” terang Sukiman.

Selain itu, dalam menghadapi abad 21 ini pendidikan diarahkan untuk membentuk anak yang mampu berpikir kritis, komunikatif, mempunyai kreativitas dan mampu berkolaborasi.

Read More

Artikel Lainnya

Waspada Dampak La Nina, Pemkot Bndung Ajak Warga Bersihkah Saluran Air

Berita Kawasan

Waspada Dampak La Nina, Pemkot Bandung Ajak Warga Bersihkah Saluran Air

30 October 2020, 17:22

Saat ini Kota Bandung harus waspada terhadap dampak dari fenomena La Nina yang dapat meningkatkan curah hujan.

Pantai Sakura di Pulu Untung Jawa Akan Bakal Dibuat Makin Ikonik

Berita Kawasan

Pantai Sakura di Pulu Untung Jawa Akan Bakal Dibuat Makin Ikonik

30 October 2020, 14:03

Pantai Sakura ini cukup luas, saat ini baru ada puluhan pohon sakura, Pemkab akan tambah lagi agar semakin rimbun. Diharapkan, Pantai Sakura ini semakin ikonik.

Libur Panjang Maulid Nabi Lonjakan Penumpang di Bandara Juanda Lampaui Prediksi

Berita Kawasan

Libur Panjang Maulid Nabi: Lonjakan Penumpang di Bandara Juanda Lampaui Prediksi

30 October 2020, 09:52

Peningkatan penumpang selama libur panjang Maulid Nabi SAW dan cuti bersama pada akhir Oktober ini di Bandara Juanda Surabaya jauh lampaui prediksi.

Ideafest Kala Pandemi COVID-19 Jadi Momentum Evaluasi Industri Kreatif

Bisnis

Ideafest Kala Pandemi COVID-19 Jadi Momentum Evaluasi Industri Kreatif

29 October 2020, 18:06

Ideafest yang diselenggarakan secara virtual pada 5-15 November 2020 ini dapat memantik ide, kreativitas, dan inovasi pelaku usaha pada masa pandemi.


Comments


Please Login to leave a comment.