MIXED-PENDIDIKAN-BANGUN KARAKTER ANAK SEJAK DINI MELALUI DISKUSI-RACHLI-1100 px X 600 px-01.jpg

Pendidikan

Bangun Karakter Anak Sejak Dini Melalui Reward dan Diskusi

Pada saat usia antara nol sampai enam tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi. Masa itu merupakan masa perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak mulai terbentuk, dan banyak yang menyebut itu sebagai masa emas anak atau golden age.

Melihat kondisi tersebut, orangtua hendaknya memanfaatkan masa itu untuk memberikan pendidikan karakter. Di dalam keluarga misalnya, memberikan pendidikan karakter bisa dilakukan dengan pembahasan, keteladanan, dan pengkondisian.

[Baca Juga: Mengenal Metode Pendidikan Montessori untuk Anak]

Pengkondisian dilakukan dengan memberikan anak ruang dan waktu untuk mengembangkan nilai karakter dalam dirinya sendiri. Mengutip Sahabat Keluarga Kemendikbud (10/12/2018), pengkondisian dapat dilakukan dengan memberikan reward atas keberhasilan anak dalam mengembangkan karakter. Pemberian reward ini merupakan salah satu strategi yang cukup efektif untuk mendorong dan memotivasi anak untuk memiliki perilaku sesuai yang diharapkan.

Pentingnya Diskusi dan Bermain dengan Anak

Ajak Diskusi

Hal penting yang tidak boleh dilupakan dalam pengembangan karakter adalah mengajaknya berdiskusi soal boleh atau tidaknya melakukan sesuatu.

Pengenalan karakter diharapkan tidak menjadi nilai-nilai yang terdoktrin dalam diri anak tanpa memahami mengapa anak harus melakukan atau tidak boleh melakukan. Anak akan lebih mudah melakukan sesuatu ketika dirinya memahami mengapa harus melakukan sesuatu, maka ajaklah anak mendiskusikannya.

Ada beberapa keterampilan yang harus dikuasai anak sejak usia dini yakni fokus dan mengontrol diri sendiri, memahami sudut pandang orang lain, komunikasi, membuat hubungan, berpikir kritis, berani menerima tantangan, dan terbiasa mengarahkan dirinya sendiri untuk terus belajar.

[Baca Juga: Ketahui Bahaya Posisi Duduk W Pada Anak]

Keterampilan tersebut juga didasari oleh karakter. Karakter percaya diri, sabar, disiplin, mudah menyesuaikan diri, mandiri, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi menjadi dasar dalam pengembangan keterampilan tersebut.

Pendidikan anak usia dini tidak cukup hanya dengan mengajarkan kemampuan akademik. Sebaliknya, pendidikan karakter adalah utama di pendidikan anak usia dini. Sahabat Keluarga Kemendikbud mengutip, berdasarkan hasil kajian dari Universitas Harvard, karakter merupakan salah satu hal penting yang menentukan keberhasilan seseorang.

Dalam kajian tersebut dinyatakan bahwa 85 persen dari sebab-sebab kesuksesan, pencapaian sasaran, promosi jabatan, dan lain-lain, adalah karena karakter seseorang. Hanya 15 persn disebabkan oleh keahlian atau kompetensi teknis yang dimilikinya.

Oleh karenanya sangat penting bagi orangtua untuk mengembangkan karakter anaknya sejak dini melalui pengasuhan yang baik sesuai dengan tumbuh kembang anak.

Read More

Artikel Lainnya

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik .jpg

Berita Kawasan

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik

29 September 2020, 16:08

Salah satu inovasi yang diterapkan di Terminal Jatijajar di masa pandemi seperti sekarang adalah pemberlakukan sistem e-ticketing.

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir.jpg

Berita Kawasan

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir

29 September 2020, 15:03

Wali Kota Tangerang memastikan pihaknya sudah mempersiapkan skenario antisipasi terhadap potensi terjadinya banjir akibat musim hujan.

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember.jpg

Berita Kawasan

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember

29 September 2020, 14:02

Pemkot Tangerang saat ini tengah bekerja keras untuk mengubah status wilayahnya dari zona orange menjadi zona hijau COVID-19.

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September .jpg

Berita Kawasan

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September

29 September 2020, 13:01

Pasar Ciplak di wilayah Jakarta Selatan disebut ditutup pada pekan ini usai ada pedagang yang positif COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.