Bank Jago.jpg

Bisnis

Bank Jago Terus Bertumbuh, Kredit Bank Capai 695 Persen

Bank Jago terus melakukan ekspansi setelah merampungkan penerbitan saham baru pada April 2021. Dalam tiga bulan terakhir berhasil meningkatkan penyaluran kredit dan memperluas kolaborasi dengan digital ekosistem. Kolaborasi diwujudkan melalui kerjasama dengan sejumlah perusahaan peer to peer (P2P) lending, multifinance, digital ekosistem dan integrasi aplikasi dengan platform investasi Bibit serta Gojek.

Direktur Utama Bank Jago Kharim Siregar menjelaskan pencapaian selama semester I 2021 ini menunjukkan Bank Jago berada di jalur yang tepat sebagai bank berbasis teknologi yang tertanam dalam ekosistem. “Kolaborasi mendalam dengan ekosistem menjadi kesempatan bagi Bank Jago untuk memperluas penetrasi pasar sekaligus memberikan pengalaman baru bagi nasabah dalam mengakses layanan bank,” kata Kharim Siregar.

Dalam rilis yang diterima PingPoint (28/7/2021) menyebutkan, integrasi aplikasi Jago dengan Bibit terwujud pada 5 Juli lalu. Sementara integrasi aplikasi dengan Gojek pada 22 Juli. Integrasi aplikasi antara bank dengan ekosistem ini tidak saja tonggak bersejarah bagi Bank Jago. Hal ini juga menunjukkan pencapaian penting industri perbankan digital di tanah air.

“Ini akan membawa bank dan ekosistem digital ke level lebih tinggi. Berbagai bentuk kolaborasi dan integrasi akan memberikan manfaat kepada nasabah dan tentu pada akhirnya akan berdampak positif ke kinerja Bank Jago,” tuturnya.

Bank Jago Terus Bertumbuh, Kredit Bank Capai 695 Persen

Sementara kolaborasi dengan fintech lending direalisasikan dalam bentuk kerjasama pembiayaan atau partnership lending. Saat ini Bank Jago telah menjalin kemitraan dengan Akseleran, BFI Finance, Logisly, Adakami dan beberapa mitra lainnya.

“Kolaborasi ini akan terus diperluas. Bersama para mitra, kami berupaya menciptakan akses keuangan ke para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, serta masyarakat luas. Dengan meningkatkan pembiayaan, kami ingin berkontribusi dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi,” ucap Kharim Siregar.

Bank Jago telah menyalurkan kredit Rp 2,17 triliun hingga akhir Juni 2021. Tumbuh 695 persen dari posisi yang sama tahun lalu. Jika dihitung secara kuartalan, kredit meningkat 68 persen. Jika ditarik dari posisi akhir Desember 2020 maka kredit melesat 139 persen.

Bank Jago selama pandemi masih bisa mengoptimalkan fungsi intermediasi dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian.

Bank Jago Terus Bertumbuh, Kredit Bank Capai 695 Persen

Prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di level 0 persen. Dengan NPL sangat rendah, Bank Jago tidak perlu membentuk pencadangan dalam jumlah besar sehingga mampu menekan biaya kredit.

Pertumbuhan kredit mengerek pendapatan bunga sebesar 289 persen. Dengan beban bunga yang hanya meningkat 46 persen mampu membukukan kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 423 persen menjadi Rp139 miliar.

Hal ini berdampak pada penurunan rasio cost to income dari 289 persen pada Semester I 2020 menjadi 129 persen pada Semester I 2021. Kondisi ini turut mendongkrak rasio net interest margin (NIM) dari 4,1 persen menjadi 5 persen pada kurun yang sama.

Bank Jago sebagai bank teknologi yang tengah berkembang terus mengalokasikan belanja modal untuk investasi IT, pengembangan aplikasi, dan rekruitmen talenta baru. Hal ini membuat biaya operasional meningkat 135 persen menjadi Rp183 miliar.

Bank Jago Terus Bertumbuh, Kredit Bank Capai 695 Persen

Kenaikan biaya operasional ini berdampak ke perolehan laba periode semester I-2021 yang masih membukukan rugi bersih Rp47 miliar.

Namun, kinerja Bank Jago sejatinya semakin membaik jika dihitung secara kuartalan. Pada kuartal I 2021 membukukan kerugian Rp38 miliar. Dengan kenaikan kredit dan penempatan dana lebih dari hasil rights issue di instrumen produktif lainnya, kerugian dapat diperkecil menjadi Rp9 miliar pada kuartal II 2021.

Kharim Siregar menerangkan kinerja Bank Jago belum positif karena faktor investasi. “Kami menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar dan masih sejalan dengan perencanaan awal. Investasi ini tentu akan bisa dinikmati hasilnya di masa mendatang,” katanya. Dari sisi aset, terdapat kenaikan yang signifikan sebesar 491 persen dari Rp1,7 triliun menjadi Rp10 triliun. Adapun ekuitas meningkat 538 persen dari Rp1,3 triliun menjadi Rp8,1 triliun.

Dari sisi perolehan dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan 326 persen menjadi Rp1,73 triliun yang mencerminkan tingginya kepercayaan publik terhadap bisnis model Bank Jago. “Berbagai indikator keuangan menunjukkan Bank Jago memiliki fundamental yang sangat kuat dan mampu menopang target untuk tumbuh secara berkelanjutan,” tutup Kharim Siregar.


Read More

Artikel Lainnya

Ingin Berlayar di Australia Secara Gratis Princess Cruises Gelar Ko mpetisi Daring.jpg

Hobi dan Hiburan

Ingin Berlayar di Australia Secara Gratis? Princess Cruises Gelar Kompetisi Daring

30 June 2022, 15:13

Dalam momen peluncuran program liburan di atas kapal pesir ke Tasmania, Princess Cruises menggelar kompetisi daring untuk mendapatkan tiket berlayar gratis selama delapan hari di Australia.

Mulai Pekan Depan! Serial Suka Duka Berduka Ditayangkan Perdana di Vidi o.jpg

Hobi dan Hiburan

Mulai Pekan Depan! Serial Suka Duka Berduka Ditayangkan Perdana di Vidio

30 June 2022, 13:12

: Bagi Anda penggemar komedi Tanah Air, maka bersiaplah untuk menyaksikan serial Suka Duka Berduka yang diperankan bintang papan atas Indonesia yang mulai tayang pekan depan di Vidio.

Stadion Patriot Bekasi Siap Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-19 202 2.jpg

Berita Kawasan

Stadion Patriot Bekasi Siap Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-19 2022

30 June 2022, 11:09

Akhir pekan ini, Stadion Patriot Bekasi akan menjadi saksi gelaran perdana timnas di Piala AFF U-19 2022.

Hindari Obat, Ini Tips Tidur dari Pakar Unair Bagi Penderita Insomnia.jpg

Kesehatan

Hindari Obat, Ini Tips Tidur dari Pakar Unair Bagi Penderita Insomnia

29 June 2022, 16:22

Menurut pakar Unair, demi mendapatkan tidur yang berkualitas, penderita insomnia seharusnya berupaya menghindari penggunaan obat tidur.


Comments


Please Login to leave a comment.