Banksy dan Ragam Lukisannya di Masa Pandemi COVID-19

Hobi dan Hiburan

Banksy dan Ragam Lukisannya di Masa Pandemi COVID-19

Seniman Inggris misterius Banksy tidak diam saja di masa pandemi COVID-19. Seniman sekaligus aktivis yang menjadi satu dari 100 tokoh paling berpengaruh versi Time pada tahun 2010 itu sudah empat kali mengunggah karyanya ke Instagram di tengah pandemi.

Keempat karya tersebut memperlihatkan kejadian-kejadian penting yang muncul selama Virus Corona baru menyerang dunia. Bila menengok kembali lukisan-lukisan itu, siapa pun mungkin akan diingatkan kembali dengan kejadian besar yang melanda dunia di tahun 2020.

Saat awal masa pandemi COVID-19, tepatnya 16 April lalu, Banksy memamerkan foto berisi kawanan tikus berulah, merusak kamar mandi rumahnya. Di sudut kiri kamar mandi, ia melukis tikus dengan ekor tergantung di tali. Tepat di samping tikus yang tergantung, ada dua ekor lainnya yang sedang berusaha menggoyangkan cermin.

Banksy dan Ragam Lukisannya di Masa Pandemi COVID-19  (1).jpg

Kemudian, Banksy melukis tikus di atas gulungan tisu yang lembarannya sudah menjuntai di lantai kamar mandi. Bila diperbesar, terlihat pula tikus yang Banksy buat di tutup toilet duduk, sedang buang air sambil berdiri. Semua tingkah tikus tersebut lengkap menggambarkan kondisi kamar mandi yang berantakan.

“Istriku benci ketika aku kerja dari rumah,” tulis Banksy dalam keterangan unggahannya. Fenomena yang coba ia abadikan dalam karya itu adalah para pekerja di seluruh dunia yang melakukan Work from Home untuk menghindari penyebaran COVID-19. Sang seniman seperti tak mau kalah ingin juga menyapa penggemar bahwa ia juga sedang melukis di rumah.

[Baca Juga: Lukisan Ilmuan Ternama Dunia Hiasi Kelurahan Lagoa]

Berselang sebulan setelahnya, 6 Mei 2020, Banksy kembali mengunggah lukisan yang cukup mencuri perhatian. Bertajuk Game Changer, lukisan tersebut menunjukkan seorang anak yang memainkan boneka tenaga medis mengenakan masker. Anak laki-laki berbaju kodok itu lebih memilih boneka perawat dibandingkan Batman dan Spiderman, dua ikon pahlawan mahsyur bagi anak-anak di penjuru dunia. Perwakilan tokoh pahlawan dari Marvel dan DC itu dibiarkan mendekam di sebuah kerajang oleh Banksy.

Banksy dan Ragam Lukisannya di Masa Pandemi COVID-19  (2).jpg

Mengutip CNN (15/6/2020), Banky kemudian mendonasikan lukisan bertajuk Game Changer itu ke University Hospital Southampton di Inggris. Pihak rumah sakit meminta izin menamakannya sebagai Painting for Saints. Nama itu terinspirasi dari tim sepak bola di Liga Inggris yang dikenal dengan The Saint.

Melalui lukisan keduanya ini, Banksy ingin menunjukkan betapa besarnya jasa tenaga medis kala pandemi COVID-19. Mereka merupakan tokoh yang berjuang di garda terdepan dalam mengobati para pasien positif COVID-19 di seluruh dunia.

[Baca Juga: 6 Pelukis Padukan Karakter dalam Pameran Lukisan Six Signs]

Belum berhenti di situ, Banky ikut bersuara kala dunia dihebohkan insiden menginggalnya George Floyd oleh polisi di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, 25 Mei lalu.

Banksy dan Ragam Lukisannya di Masa Pandemi COVID-19  (3).jpg

Banksy menciptakan gambar sosok berwarna hitam dalam sebuah bingkai. Di atasnya, ada bendera Amerika Serikat yang sedikit terbakar lilin. Dalam unggahan itu, Banksy mengkritik sistem kulit putih yang menjadi akar masalah insiden kematian Floyd.

“Pada mulanya, saya berpikir saya harus diam dan mendengarkan orang-orang kulit hitam tentang masalah ini. Tetapi kenapa saya melakukan itu? Ini bukan masalah mereka. Ini masalah saya,” tulis Banksy dalam unggahannya.

“Orang-orang kulit berwarna gagal karena sistem, sistem kulit putih. Seperti pipa rusak yang membanjiri apartemen orang-orang yang tinggal di bawahnya. Kesalahan ini membuat hidup mereka sengsara, tetapi bukan tugas mereka menanggulanginya. Mereka tidak bisa, tidak ada yang akan membiarkan mereka tinggal di atas,” lanjutnya.

[Baca Juga: Lewat Lagu, Cara Seniman Singapura Dukung Dunia Melawan Pandemi]

Banksy menegaskan persoalan rasialisme yang belum terhapus sejak dulu memang harus diselesaikan oleh orang kulit putih. Jika orang-orang kulit putih tidak juga memperbaikinya, menurut Banksy, harus muncul pelopor yang berani memperbaiki kegagalan itu.

Terakhir sejauh ini, Banksy masih melukiskan tema rasialisme. Ia menggambarkan Patung Edward Colston yang dirobohkan di Inggris saat warga melakukan demostrasi atas kematian Floyd. Dikutip dari kompas.com (15/6/2020), Edward Colston adalah seorang pedagang budak kulit hitam yang terkenal dalam sejarah Inggris. Ia dikisahkan sebagai tokoh terkemuka di sebuah perusahaan yang berhasil menjual 100.000 orang Afrika Barat di Karibia dan Amerika Serikat.

Banksy dan Ragam Lukisannya di Masa Pandemi COVID-19  (4).jpg

Untuk diketahui, belum terungkap secara pasti hingga saat ini mengenai sosok Banksy yang sebenarnya. Ada yang percaya bahwa Banksy bukanlah satu orang, melainkan kawanan seniman. Banksy dikenal dan dihormati karena karya-karya grafitinya di dinding-dinding Bristol, Inggris sejak 1990. Pada 2018 lalu, Banksy juga membuat peristiwa mengejutkan, yaitu menghancurkan lukisannya sendiri setelah laris terjual sebesar Rp21 miliar dalam sebuah pelelangan.

Kini, pandemi COVID-19 belum berakhir. Apakah Banksy akan kembali mencetak karya?


Read More

Artikel Lainnya

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah.jpg

Bisnis

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah

03 February 2023, 16:35

Demi memastikan tidak adanya ketimpangan digital di daerah pedesaan luar Jawa, Amartha Foundation baru-baru ini meresmikan desa digital di wilayah Sulawesi Tengah.

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.jpg

Bisnis

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

03 February 2023, 14:20

Melalui kemitraan dengan PT KCIC, pengguna tiket.com ke depannya bisa memesan tiket untuk layanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

Berita Kawasan

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

02 February 2023, 17:41

Peresmian unit tempat parkir sepeda dilakukan oleh Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Chaidir, dan Ketua Umum B2W Fahmi Saimima.

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023.jpg

Hobi dan Hiburan

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023

02 February 2023, 15:41

Setelah memberikan teaser siapa saja yang akan tampil, akhirnya pihak penyelenggara mengumumkan siapa saja yang nanti siap menghibur Anda di Woke Up Fest 2023.


Comments


Please Login to leave a comment.