Beberapa Peneliti Bersiap Lakukan Uji Coba Antivirus Corona

Kesehatan

Beberapa Peneliti Bersiap Lakukan Uji Coba Antivirus Corona

Menyebarnya Virus Corona di seluruh dunia, membuat beberapa peneliti mencari cara untuk mencegah penyebarannya dengan mencoba mendapatkan sebuah vaksin atau obat yang dapat melawan virus yang menyebabkan penyakit Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 itu.

Beberapa peneliti telah mengembangkan vaksin dan mulai melakukan tes vaksin terhadap binatang, bila berjalan dengan baik, tes tersebut akan dicoba kepada manusia. Namun, dalam hal ini akan memerlukan waktu yang cukup lama. Biasanya, para peneliti akan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menguji kemungkinan peningkatan vaksin pada hewan.

Beberapa Peneliti Bersiap Lakukan Uji Coba Antivirus Corona

Mengingat urgensi untuk meminimalisir penyebaran Virus Corona, beberapa peneliti membuat obat yang langsung diujikan ke manusia, tanpa menunggu selesainya tes hewan tersebut.

Seperti dilansir medicalnewstoday (12/03/2020). Di Eropa, European Medicines Agency mengumumkan pada bulan lalu, mereka mempercepat pengembangan dan ketersediaan obat untuk perawatan dan pencegahan COVID-19.

Sama seperti di Amerika, para peneliti siap melakukan uji coba vaksin untuk Virus Corona yang oleh para pakar dinamakan sebagai SARS-CoV-2 itu, langsung pada manusia secepatnya. Pada bulan April 2020, hal tersebut akan dilakukan National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) bagian dari National Institutes of Health (NIH).

[Baca Juga: Apa Arti Status Pandemi dari WHO bagi COVID-19?]

Di Kaiser Permanente Washington Health Research Institute, para peneliti telah mulai merekrut orang untuk menguji vaksin. Ada dua penumpang AS yang berada di kapal pesiar Diamond Princess untuk dibawa ke Nebraska dan dikarantina. Mereka ini telah setuju untuk berpartisipasi dalam percobaan remdesivir, yaitu uji obat antivirus yang awalnya dikembangkan untuk Ebola.

Uji coba obat untuk antivirus corona ini tidak mengambil sembarang orang yang dapat dijadikan percobaan penelitian ini. NIAID merekrut pasien yang positif COVID-19 dan memiliki pneumonia. Dan di kapal pesiar tersebut, ditemukan dua pasien yang menderita pneumonia.

Warga Green Bay Pluit Ikut Sosialisasi Virus Corona

“Kedua pasien ditanya apakah mereka ingin menjadi sukarelawan untuk penelitian ini, dan keduanya setuju,” kata Profesor Kedokteran di Divisi Penyakit Menular University of Nebraska Medical Center Dr. Andre Kalil seperti dikutip time.com (12/03/2020).

Melansir laman fortune.com (12/03/2020). Pada awal Februari, Gilead Sciences bekerjasama dengan Rumah Sakit Persahabatan China-Jepang di Beijing untuk menguji remdesivir antivirus eksperimental pada pasien positif COVID-19.

Gilead akan melibatkan sekitar 1.000 pasien yang telah mengontrak COVID-19. Para peserta sebagian besar berada di Asia, wilayah yang paling parah terkena pandemi yang berasal dari China ini. Meskipun demikian, negara-negara lain dengan jumlah kasus yang tinggi juga akan terlibat.

[Baca Juga: Ini Arti Dari Istilah 'Super-Spreader' Virus Corona]

Dalam kasus remdesivir, Gilead mengatakan, pasangan uji coba baru akan menguji dua rejimen dosis yang berbeda untuk obat tersebut. Satu kelompok dengan bentuk penyakit yang lebih parah akan mendapatkan antivirus secara intravena (pemberian obat melalui infus) selama lima atau sepuluh hari.

Kelompok lain dengan COVID-19 yang lebih ringan akan mendapatkan pengobatan selama lima atau 10 hari, atau menerima perawatan yang sudah ada di pasaran dan digunakan untuk jenis Virus Corona lain (sebagai catatan Virus Corona yang menyebabkan penyakit COVID-19 masih berkerabat dengan virus penyebab flu biasa, SARS, dan juga MERS, red.).

Dua kelompok pasien sengaja dipisahkan untuk menilai manakah yang mengalami peningkatan signifikan terhadap antivirus, dari pengobatan Gilead atau bukan.


Read More

Artikel Lainnya

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah.jpg

Bisnis

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah

03 February 2023, 16:35

Demi memastikan tidak adanya ketimpangan digital di daerah pedesaan luar Jawa, Amartha Foundation baru-baru ini meresmikan desa digital di wilayah Sulawesi Tengah.

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.jpg

Bisnis

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

03 February 2023, 14:20

Melalui kemitraan dengan PT KCIC, pengguna tiket.com ke depannya bisa memesan tiket untuk layanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

Berita Kawasan

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

02 February 2023, 17:41

Peresmian unit tempat parkir sepeda dilakukan oleh Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Chaidir, dan Ketua Umum B2W Fahmi Saimima.

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023.jpg

Hobi dan Hiburan

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023

02 February 2023, 15:41

Setelah memberikan teaser siapa saja yang akan tampil, akhirnya pihak penyelenggara mengumumkan siapa saja yang nanti siap menghibur Anda di Woke Up Fest 2023.


Comments


Please Login to leave a comment.

  • Suki 2 years, 10 months lalu
    suki

    Game dengan kemenangan tiada batas, Game dengan penghasilan terbesar, Game dengan sensasi yang luar biasa, Kekayaan menanti anda..... Daftarkan diri anda dan bergabunglah, Hanya di bola165 ,co