Beda Dengan Jabodebek, Warga Bandung Raya Dilarang Mudik Lokal

Berita Kawasan

Beda Dengan Jabodebek, Warga Bandung Raya Dilarang Mudik Lokal

Berkumpul bersama keluarga besar menjadi momen yang dinantikan saat Lebaran tiba. Meski begitu nampaknya momen tersebut bakal sulit terwujud pada lebaran tahun ini mengingat pandemi COVID-19 yang masih melanda tanah air. Apalagi saat ini pemerintah juga membatasi masyarakat yang ingin mudik ke luar kota.

Bahkan baru-baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah melarang warganya untuk melaksanakan mudik lokal di Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Sumedang saat Hari Raya Idul Fitri.

Untuk menyukseskan aturan ini, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengimbau kepada perangkat kewilayahan seperti RT dan RW untuk memantau warganya yang lolos dari penjagaan petugas check point dan terlanjur melaksanakan mudik lokal.

Beda Dengan Jabodebek, Warga Bandung Raya Dilarang Mudik Lokal

Sebab Yana pun mengakui hingga saat ini, Pemkot Bandung masih cukup kesulitan untuk mengawasi pemudik yang pergi dan keluar Kota Bandung. Hal itu dikarenakan pos penjagaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak beroperasi selama 24 jam.

[Baca Juga: Lebaran Dilarang Mudik? Lakukan Ini untuk Keluarga di Kampung Halaman]

Salah satu yang harus dilakukan para perangkat kewilayahan ini kata Yana, dengan mengingatkan warga yang terlanjur mudik untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

"Kalau keluar (mudik lokal dari Bandung) cukup sulit, kalau yang masuk (ke Bandung) teman kewilayahan harus memantau dan isolasi mandiri 14 hari (untuk pemudik)," ujar Yana.

Larangan Juga Berlaku Bagi ASN

Sementara itu menurut Sekda Kota Bandung Ema Sumarna, pelarangan mudik lokal ini berlaku untuk seluruh masyarakat di Bandung Raya, tak terkecuali para Aparatur Sipil Negara (ASN). Ema menegaskan bahwa ASN dilarang mudik kecuali bagi yang memiliki urusan mendesak dan krusial seperti ibu yang sedang sakit atau istri yang hendak melahirkan. Di luar hal tersebut, ASN sama sekali tidak diperbolehkan mudik.

[Baca Juga: Larangan Mudik Diharapkan Tak Kurangi Semangat Bulan Ramadan]

Apabila ditemukan masih ada ASN yang nekat mudik, maka Pemkot Bandung pun tak segan untuk memberikan sanksi penundaan kenaikan pangkat hingga tidak menutup kemungkinan bisa diberhentikan.

"Ada konsekuensi (sanksi) ringan hingga sedang, mungkin tidak sampai kalau ancaman pemberhentian terlalu jauh. Bisa saja (diberhentikan) kalau dia menyengaja dan bukan termasuk yang dikecualikan. Bisa saja nanti masuk kategori sedang ditahan kenaikan pangkat. Hukuman dikembalikan ke UU soal disiplin pegawai," terang Ema.


Read More

Artikel Lainnya

Melalui Buku Ini, Masyarakat Diajak Sajikan dan Lestarikan Kuliner Asli Betawi.jpg

Kuliner

Lestarikan Kuliner Asli Betawi Melalui Buku

03 October 2022, 14:30

Belum lama ini Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia, istri Gubernur DKI Jakarta dan istri mantan Sekda DKI Jakarta berkolaborasi guna menghasilkan buku yang mengulas resep tradisional khas Betawi.

3 Startup Naungan East Ventures Ini Dukung Ekosistem Kopi Tanah Air.jpg

Bisnis

3 Startup Naungan East Ventures Ini Dukung Ekosistem Kopi Tanah Air

03 October 2022, 11:28

East Ventures setidaknya telah mendanai tiga perusahaan startup yang mendukung perkembangan ekosistem kopi di Tanah Air.

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung - Copy.jpg

Bisnis

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung

30 September 2022, 13:44

Pada momen pembukaan cabang Selma terbaru di daerah Ciledug, ritel mebel di bawah naungan Kawan Lama Group itu menggelar program edukasi kesehatan jantung.


Comments


Please Login to leave a comment.