Bekasi Perpanjang PSBB Hingga 14 Hari Ke Depan

Berita Kawasan

Bekasi Perpanjang PSBB Hingga 14 Hari ke Depan

Tepat pada tanggal 28 April, pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bekasi berakhir. Namun, jumlah kasus COVID-19 masih terus meningkat di 56 kelurahan yang ada di Kota Bekasi. Hal ini membuat, pemerintah Kota Bekasi memperpanjang masa PSBB hingga 14 hari ke depan.

Berdasarkan data per tanggal (27/4/2020), terjadi kenaikan hingga 162 persen yang awalnya 757 orang saat ini sudah bertambah jumlahnya menjadi 1.232 orang, dengan rincian, 788 orang dalam pengawasan (ODP), 364 pasien dalam pemantauan (PDP), 26 orang positif, meninggal dunia 9 orang, dan sembuh 39 orang.

Bekasi Perpanjang PSBB Hingga 14 Hari Ke Depan

Dilansir dari kotabekasi.go.id, perpanjangan pemberlakuan PSBB juga diharapkan dapat mempercepat penanganan serta memutus mata rantai penyebaran COVID-19. "Usai rapat terbatas dengan Kepala Daerah Bodebek. Kita sepakat untuk perpanjang pemberlakuan PSBB. Harapannya upaya kita bersama ini dapat memutus rantai penyebaran COVID-19," ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Diketahui bahwa Kota Bekasi merupakan wilayah kategori Zona Merah dan pemerintah daerah telah memberlakukan PSBB pada tanggal 15 April 2020 lalu, sejumlah aturan diterapkan saat pemberlakuan PSBB tersebut.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan, terjadi penurunan tren penyebaran penularan COVID-19 di tiga wilayah di Jawa Barat, yaitu Kota dan Kabupaten Bogor, serta Depok. Sedangkan di Kota dan Kabupaten Bekasi, masih terdapat kenaikan kasus.

[Baca Juga: Perbatasan Bekasi-Karawang Terbanyak Kendaraan Pelanggar PSBB]

Selama PSSB di kota Bekasi berlangsung, masih banyak ditemukan pelanggaran yang dilakukan masyarakat. Bahkan jumlah pelanggar selama beberapa hari belakangan ini ditemukan ada 201 pengendara di tiga titik penyekatan di kawasan perbatasan Kota Bekasi. Mengutip dari kompas.com, jumlah pelanggar terus meningkat di hari-hari akhir penerapan PSBB. Hal tersebut terjadi mungkin saja karena tak ada ketentuan pidana, sehingga polisi hanya menegur para pelanggar.

Sekretaris Dinas Perhubungan Enung Nurholis menyebutkan, masih banyak pula warga yang bepergian ke DKI Jakarta. Walau begitu, pergerakan masyarakat di sekitaran Kota Bekasi telah berkurang hingga 60 persen.

DI Kota Bekasi juga masih banyak perusahaan yang beroperasi dan tidak bisa ditindak karena terkendala izin dari Kementrian Perindustrian. Hal-hal ini lah yang dinilai PSBB di Kota Bekasi tak berjalan efektif, karena pergerakan orangnya masih cukup tinggi.


Read More

Artikel Lainnya

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Vaksinasi, Pemkot Surabaya Siap Sweepin g.jpg

Kesehatan

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Imunisasi, Pemkot Surabaya Siap Sweeping

27 January 2023, 13:57

Banyaknya kasus campak di wilayah perbatasan Surabaya-Madura, mendorong Pemkot Surabaya untuk bergerak secara agresif demi memastikan anak-anak Kota Pahlawan sudah mendapatkan imunisasi campak.

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak.jpg

Kesehatan

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak

27 January 2023, 10:55

Dinkes Kota Yogyakarta meminta agar orangtua melindungi buah hatinya dari ancaman penyakit campak dengan segera datang ke puskesmas untuk mendapatkan imunisasi.

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur In i.jpg

Bisnis

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur Ini

26 January 2023, 15:30

Baru-baru ini perusahaan startup manufaktur Imajin disebut berhasil meraih suntikan pendanaan awal yang dipimpin East Ventures.

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus.jpg

Pendidikan

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus

26 January 2023, 13:28

Tim dosen Unpad berhasil membuat inovasi tes khusus yang dapat menunjukan bagaimana kompetensi mahasiswa dalam berbahasa Indonesia.


Comments


Please Login to leave a comment.