16.jpg

Pendidikan

Belajar Sejarah di Museum Tengah Kebun Kemang Timur

Pengalaman adalah guru yang terbaik, demikian kata pepatah. Pengalaman yang dimaksud bukan saja pengalaman pribadi, tapi juga pengalaman bangsa, suku, pengalaman perabadan manusia. Pengalaman itu terangkum dalam ilmu sejarah. Mempelajari sejarah berarti belajar dari pengalaman agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa lampau. Anda bisa melakukan ini sambil berjalan-jalan di Museum Tengah Kebun yang terletak di kawasan Kemang Timur.

Koleksi Milik Pribadi

Tidak banyak orang yang mengetahui keberadaan Museum Tengah Kebun ini. Ditilik dari namanya juga tidak menyebutkan secara spesifik benda bersejarah apa saja yang menjadi koleksi museum. Koleksi museum yang dimiliki swasta itu memang beragam dan sangat bernilai.

Ada lukisan, patung, arca, wayang, keramik, topeng, kursi, meja, hiasan dinding, peti kayu, lemari, payung, dan tongkat. Ada juga tempat perhiasan, tempat manisan, peralatan makan, vas bunga, lampu, perhiasan, dan masih banyak lagi. Semuanya tertata dengan apik di setiap sudut rumah, dilengkapi dengan penamaan dan tahun barang itu dibuat.

Sebenarnya, Museum di Tengah Kebun ini merupakan rumah tinggal Sjahrial Djalil, tapi pada tahun 2009 ia mengesahkannya sebagai museum di tangan notaris. Koleksi Berharga Museum di Tengah Kebun memiliki 2.841 koleksi. Semua koleksi itu tersebar di 17 ruangan di bangunan utama seluas 700 meter persegi, yang merupakan rumah Sjahrial Djalil, mulai dari pintu masuk, kamar tidur, sampai kamar mandi.

Semua barang didapatkan dengan kisahnya sendiri. Salah satunya adalah patung Kuda kecil yang berasal dari Dinasti Tang, China pada abad ke-9. Selain berbagai koleksi yang bernilai sejarah tinggi. Beberapa material bangunan museum, yang sebenarnya masih menjadi rumah tinggal Sjahrial Djalil ini, juga berasal dari material-material bersejarah, seperti batu bata dan engsel pintu.

Batu bata didapatkan dari pembongkaran gedung-gedung tua di Pasar Ikan yang ternyata merupakan bangunan VOC yang berusia 400 tahun. Sementara engsel pintu berasal dari abad ke-18, bekas dari penjara wanita di Bukit Duri. Asal barang-barang yang beragam dan tahun pembuatannya yang berbeda-beda juga memberikan pelajaran tersendiri bagi setiap pengunjung museum.

Semua koleksi yang dimiliki Sjahrial Djalil pun berasal dari 63 negara dan 21 provinsi di Indonesia. Misi Sjahrial Djalil adalah untuk mengembalikan barang-barang heritage Indonesia yang ada di luar negeri. Semua ini diawali sejak Sjahrial Djalill masih duduk di bangku sekolah. Ia sangat menyukai sejarah. Ia juga tertarik pada barang-barang kuno. Rasa nasionalisme yang begitu besar jugalah yang membuatnya membangun misi tersebut dan membangun museum ini. Pasalnya, barang-barang sejarah Indonesia memang banyak yang tersebar di luar negeri.

Tempat Tidak Biasa

Museum yang terletak di Jalan Kemang Timur No 66, Jakarta Selatan ini tidak mudah ditemui. Tidak ada papan nama yang besar dan mencolok mata, tidak ada pula bangunan megah dengan arsitektur zaman Belanda atau arsitektur kuno ala museum kebanyakan. Yang ada hanyalah pintu gerbang kayu yang besar, yang menutupi bentuk bangunan di dalamnya dan nama museum yang tertempel di tembok kanan, dan kiri sebagai penanda.

Untuk bisa memasuki Museum di Tengah Kebun, pengunjung tidak dikenakan biaya apa pun. Tapi, sulit sekali memang untuk bisa masuk melihat-lihat koleksi museum itu. Anda harus memiliki rombongan paling sedikit tujuh orang dan paling banyak 12 orang untuk bisa masuk museum. Waktu berkunjung pun harus ditetapkan jauh-jauh hari dan harus dirundingkan dengan pengelola museum. Kira-kira, begitulah keterangan yang bisa didapatkan dari selembar kertas yang tertempel di pagar kayu besar museum.

Memasuki gerbang utama, di balik pagar kayu besar yang menutupi seluruh pemandangan rumah, saya sudah dikejutkan dengan halaman yang begitu luas. Bagunan utama menyerupai rumah terletak sekitar cukup jauh dari tempat saya berdiri. Sebelum mencapai bangunan utama, Anda harus melewati kebun sepanjang 60 meter dengan lebar 7 meter.

Pengunjung sering menyebut tempat ini sebagai lorong waktu. Suasana sejuk dan nyaman saya rasakan ketika melintasi “lorong waktu” tersebut. di bagian kanan dan kiri terdapat tanaman-tanaman hijau yang tertata apik dan terlihat subur. Seketika saya merasa seperti bukan berada di Jakarta.

Museum di Tengah Kebun ini merupakan tempat untuk belajar dan mengetahui peradaban manusia. Anda mengetahui seberapa maju peradaban kita ini dengan melihat hasil peradaban di masa lalu. Belajar sejarah tidak perlu jauh-jauh, cukup ke Kemang Timur, Jakarta Selatan.

Read More

Artikel Lainnya

Timsus Penindak Pelanggar COVID-19 Siap Bertugas di Kepulauan Seribu

Berita Kawasan

Timsus Penindak Pelanggar COVID-19 Siap Bertugas di Kepulauan Seribu

23 September 2020, 16:09

Tercatat dalam kegiatan ini Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Morry Ermond melakukan penyematan rompi kepada anggota Timsus Penindak Pelanggar Prokes COVID-19.

OMRON Berkontribusi dalam Pengembangan Ventilator Bersama Tim

Kesehatan

OMRON Berkontribusi dalam Pengembangan Ventilator Bersama Tim VENINDO

23 September 2020, 15:27

Untuk menjawab urgensi kebutuhan pasokan alat medis pada masa pandemi ini, Departemen Perindustrian Indonesia merangkul produsen otomotif lokal untuk membantu dalam memproduksi ventilator.

600 Jakpreneur Binaan Dinas PPAPP Ikut Bazar Online

Bisnis

600 Jakpreneur Binaan Dinas PPAPP Ikut Bazar Online

23 September 2020, 15:15

Pandemi COVID-19 membawa dampak luar biasa kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah, terutama dalam pemasaran produk.

Terminal Madyopuro Malang Siap Berkompetisi Lomba Terminal Sehat

Berita Kawasan

Terminal Madyopuro Malang Siap Berkompetisi Lomba Terminal Sehat

23 September 2020, 13:33

Terminal Madyopuro Kota Malang yang merupakan terminal tipe C menjadi salah satu peserta bersaing dengan terminal di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur seperti Blitar, Ngawi dan Situbondo.


Comments


Please Login to leave a comment.