Benarkah Berjemur Bisa Membunuh Virus Corona

Kesehatan

Benarkah Berjemur Bisa Membunuh Virus Corona?

Berjemur menjadi pilihan masyarakat saat ini agar terhindar dari virus corona SARS-CoV-2. Meski belum terbukti secara klinis, namun banyak orang percaya dengan berdiam diri di bawah terik matahari selama 15 menit mampu membunuh virus corona.

Hal itu berawal dari pesan seorang pasien yang mengaku sembuh dari COVID-19 setelah diisolasi di Rumah Sakit (RS) Persahabatan. Dalam kabar tersebut, sang pasien menuliskan bahwa dirinya sembuh setelah melakukan treatment yang diberikan pihak rumah sakit.

[Baca Juga: Penyemprotan Chlorine Ke Seluruh Tubuh Tak Efektif Bunuh Virus Corona]

Salah satu treatment yang dijalani adalah berjemur langsung di bawah sinar matahari selama 15 menit mulai dari pukul 10.00 WIB. Lalu apa benar dengan melakukan hal tersebut dapat membuat seseorang sembuh dari COVID-19?

Melansir dari artikel yang ditulis China Daily berjudul Can sun exposure kill the novel coronavirus?, ternyata paparan sinar matahari tak bisa membunuh virus corona baru (SARS-CoV-2). Meski begitu beberapa peniliti percaya jika virus tersebut bisa mati jika terkena suhu di atas 56 derajat celcius selama 30 menit.

Seperti yang kita tahu, radiasi matahari tidak bisa mencapai 56 derajat celsius. Di Indonesia sendiri, suhu paling panas yang pernah dirasakan sekitar 37-39 derajat celcius. Maka dari itu, mustahil jika virus corona bisa mati hanya dengan cara berjemur di bawah terik matahari.

Benarkah Berjemur Bisa Membunuh Virus Corona

Pernyataan tersebut diperkuat oleh sebuah artikel yang diposting politifact.com. Dalam postingan tersebut juga menyatakan bahwa sampai dengan saat ini tidak ada bukti jika paparan sinar matahari mampu membunuh Coronavirus 2019.

Begitupun dengan keterangan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menegaskan bahwa berjemur di bawah sinar matahari atau terpapar suhu yang lebih tinggi dari 25 derajat Celcius tidak mencegah COVID-19.

[Baca Juga: Ini Arti Dari Istilah 'Super-Spreader' Virus Corona]

"Siapa pun bisa terinfeksi COVID-19, tak peduli seberapa cerah atau panasnya cuaca. Negara-negara dengan cuaca yang panas telah melaporkan kasus COVID-19,” tulis WHO. Bahkan WHO pun menyatakan sampai sekarang tidak ada pengobatan khusus untuk virus tersebut.

Langkah terbaik untuk mencegah COVID-19 menurut WHO adalah mencuci tangan dengan sabun dan air, menghindari menyentuh wajah, menghindari kontak dekat dengan orang sakit, menutup batuk dan bersin serta melakukan penyemprotan disinfektan.

Read More

Artikel Lainnya

Ganjar Minta Mahasiswa Ikut Edukasi Masyarakat Tentang Pandemi Covid-19.jpeg

Pendidikan

Ganjar Minta Mahasiswa Ikut Edukasi Masyarakat Tentang Pandemi

02 June 2020, 21:00

Mahasiswa dapat membantu masyarakat mulai mengedukasi, pendataan hingga menggerakkan ekonomi masyarakat desa.

Mulai 12 April, Pengguna Transportasi Umum Jakarta Wajib Pakai Masker

Bisnis

Selain Masalah Protokol Kesehatan, Ini Tantangan Transportasi Umum Di Masa New Normal

02 June 2020, 20:28

Bila nantinya wacana new normal ini benar-benar diterapkan, maka perlu kesiapan dalam pengaktifan transportasi umum di Ibu Kota.

Atasi Gerah di Rumah Tanpa AC_1.jpg

Properti dan Solusi

Atasi ‘Gerah’ di Rumah Tanpa AC dengan Cara Ini

02 June 2020, 20:23

Selain menggunakan AC, cara berikut dapat dipraktikkan agar tidak merasa kepanasan di dalam rumah.

Masa Transisi di Malang, Karyawan Boleh Tetap Kerja dari Rumah

Berita Kawasan

Masa Transisi di Malang, Karyawan Boleh Tetap Kerja dari Rumah

02 June 2020, 20:00

Selama masa pandemi COVID-19, perusahaan dapat menentukan pekerja yang perlu bekerja di kantor atau bekerja dari rumah.


Comments


Please Login to leave a comment.

  • Saraa 1 month, 3 weeks lalu
    saraa

    Jangan lewatkan kesempatan menjadi Milyarder ! Caranya sangat mudah, hanya bergabung di poker165.co dengan TCoin Atau ikuti babak kualifikasi untuk memenangkan tiketnya 😎 Untuk info lebih lanjut kunjungi roadto1billion.com