TBERBURU KULINER MURAH MERIAH DI PASAR TEBET

Kuliner

Berburu Kuliner dengan Harga Terjangkau di Pasar Tebet

Pasar Tebet yang berada di Jalan Tebet Timur Dalam Raya, awalnya merupakan pasar tradisional yang telah telah berubah menjadi bangunan modern. Meskipun telah menjadi pusat kuliner dan nongkrong yang diminati warga sekitar, gedung pasar itu masih menjadi sentra untuk penjualan sembako hingga emas.

Ada sekitar 600 pedagang di Pasar Pasar Tebet Timur yang lebih dikenal dengan Pasar PSPT. Pada tahun 1978, pasar ini masih berupa pasar tradisional biasa. Untuk mengatur perdagangan daerah tersebut, pemerintah daerah mulai menertibkan area pasar tahun 1991.

Tak lama setelah itu bangunan Pasar Tebet Timur pun didirikan tahun 1999. Pasar Tebet Timur mempunyai luas tanah 4.143 meter persegi, luas bangunan 8.474 meter persegi, dan luas efektif 3.099 meter persegi. Terdapat empat lantai yaitu basement, lantai I, II dan III. Total tempat usaha yang ditawarkan adalah 695.

Basement difokuskan untuk pasar basah yang menjual sayuran, bumbu dapur, dan daging. Lantai dasar untuk toko kelontong. Lantai satu untuk pedagang yang menjajakan pakaian dan emas. Sementara lantai paling atas untuk musala dan kantor.

Walau pasar telah berkembang menjadi modern, masih banyak penjual lama yang tetap bertahan berjualan. Menyaksikan dan mengalami pasang surutnya pengunjung, mereka mengaku ada kerugian yang harus ditanggung setelah pasar direnovasi. Banyak warga Tebet dan sekitar Jakarta masih memilih pasar ini karena cukup lengkap. Bagi Anda yang ingin berbelanja bulanan, bumbu dapur, kelapa parut, daging, hingga sembako semua ada.

KULINER MURAH MERIAH DI PASAR TEBET

The PSPT Rooftop

Mengikuti kesuksesan Pasar Santa, Pasar Tebet siap memanjakan para pecinta kuliner dengan ragam menu Nusantara, Asia, dan Eropa. Bagi pecinta kuliner, sekarang ada alternatif baru berburu makanan, yakni The PSPT Rooftop, yang berlokasi di Jalan Tebet Timur Dalam, Jakarta Selatan. The PSPT Rooftop hadir atas kerja sama PD Pasar Jaya Area Tebet Timur dengan PT Gilang Wisma Raharja (GWR).

The PSPT Rooftop unik karena di bawahnya pasar tradisional tiga lantai, tapi di lantai teratas diubah menjadi pusat kuliner dan hiburan. Pusat jajanan ini beroperasi mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB, serta sampai tengah malam khusus pada akhir pekan.

Dengan jumlah gerai mencapai sekitar 60, sebagian besar pedagang menyuguhkan makanan khas Nusantara, Asia dan Eropa. Sebagian lainnya menawarkan fashion termasuk “Sedekah Seniman” yang menjual baju-baju yang pernah dikenakan para selebritis.

[Baca Juga : Ini Alasan 2 Pasar di Jakpus Jadi Tempat Terbaik Berburu Barang Fashion]

Gerai yang ada antara lain Susu Papa yang menjual minuman serba susu dan Chills yang menjual seperti chicken katsu, burger, dan omelet. Ada pula Camilan Crafle Waffle, Marema Steamboat, Bakmi Pepito, Ayam Gecek, NAS.A (Nasi Goreng Antariksa), dan Kedai Gulai Rantau.

Pendirian The PSPT Rooftop merupakan upaya Pemerintah DKI Jakarta untuk revitalisasi pasar-pasar tradisional. Selain itu upaya ini juga sejalan dengan semangat Nawacita yang antara lain mendorong iklim yang baik bagi usaha kecil dan menengah (UMKM). Harapannya, semakin banyak warga yang kembali berbelanja di pasar tradisional karena itu berarti membantu para pedagang kecil dan menengah.

The PSPT Rooftop ini merupakan gaya baru dari tren foodcourt di Jakarta. Sekilas pengunjung akan lupa jika mereka sedang di lantai paling atas sebuah pasar tradisional. Tenant-nya kami ambil dari pembisnis muda, produk apapun boleh masuk. Untuk menghindari persaingan setiap tenant diwajibkan tidak memiliki barang dagangan yang sama. Harga jual yang ditawarkan pun sesuai dengan kantong. Konsep pasar yang menjual harga murah tetap terjaga di foodcourt ini.

[Baca Juga : Menikmati Kuliner Asia, Jepang, dan Eropa di Gourmet Kemang]

Area jajanan ini juga memiliki panggung yang setiap akhir pekan turut meramaikan tempat ini. Uniknya, meski Pasar Tebet tutup di sore hari, tempat ini seakan melanjutkan keramaian pasar di malam harinya. Karena pengunjung yang datang lebih banyak di malam hari. Suasana malam pun lebih terkesan romantis dengan dekorasi lampu gantung dan cahaya dominan kuning.

Read More

Artikel Lainnya

Penggemar Aktor Rain Full House, Wajib Nonton Drama Terbarunya Ini

Berita Kawasan

Penggemar Aktor Rain Full House, Wajib Nonton Drama Terbarunya Ini

20 September 2019, 14:00  |  2 Views

Rain kembali meramaikan drama korea dengan menjadi pemeran utama dalam drama berjudul Welcome 2 Life. Drama ini bergenre fantasi dan komedi. Simak selengkapnya di sini!

Kemenperin Kembali Gelar Modest Fashion Project

Bisnis

Kemenperin Kembali Gelar Modest Fashion Project

20 September 2019, 13:00  |  8 Views

Untuk mengembangkan industri fesyen muslim di Indonesia, Kemenperin kembali menggelar kompetisi fesyen untuk IKM dimulai dengan gelaran road to MOFP di Bandung dan Semarang.

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Kemendikbud Rilis Program Digitalisasi Sekolah

Pendidikan

Songsong Revolusi Industri 4.0, Kemendikbud Rilis Digitalisasi Sekolah

20 September 2019, 12:00  |  13 Views

Kemendikbud memberikan bantuan berupa peralatan berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk mempersiapkan sekolah songsong Revolusi Industri 4.0.

Jakarta Selatan Bersiap Antisipasi Musim Hujan

Berita Kawasan

Jakarta Selatan Bersiap Antisipasi Musim Hujan

20 September 2019, 11:00  |  7 Views

Mendekati musim penghujan, Pemkot Jakarta Selatan mulai melakukan beberapa langkah persiapan. Apa saja yang dilakukan?


Comments


Please Login to leave a comment.