pasar-melati-medan.jpg

Kecantikan dan Fashion

Berburu Pakaian Bekas Tapi Berkelas di Pajak Melati Medan

Gaya hidup glamour dengan barang-barang mewah, kini sudah hal yang biasa terjadi di tengah-tengah masyarakat. Termasuk kota Medan, masyarakatnya sudah mengikuti mode fesyen internasional.

Namun, tidak semua barang-barang mewah tersebut dibeli dengan harga mahal dan juga barangnya masih baru. Di Pajak (Pasar) Melati Melati Medan. Semua barang-barang incaran yang berasal dari luar negeri tersedia di sini, tapi tentunya barang bekas pakai alias monza istilah Kota Medan.

Pajak Melati atau yang sering disingkat Pamela merupakan salah satu pusat penjualan pakaian bekas di Kota Medan. Pasar ini terletak di Jalan Flamboyan Raya. Berdekatan dengan persimpangan menuju Tanjung Anom.

Pajak yang satu ini terkenal dengan barang impor bekas kelas satunya. Biasanya, pajak ini paling ramai dikunjungi pembeli pada hari selasa, jumat dan minggu. Kenapa? Karena para pedagang akan menambah pasokan barang-barangnya untuk dipajang. Tentu saja, akan banyak pilihan untuk kamu yang akan membelinya.

[Baca Juga: Pedagang Pakaian Bekas di Pasar Senen Direlokasi]

Di pajak ini, yang dijual tidak hanya pakaian saja. Ada juga menjual perlengkapan sehari-hari. Namun, pajak ini memang didominasi pakaian bekas. Di pajak ini, kamu juga bisa menemukan tas, sepatu, sprei, selimut, handuk, pakaian renang, dan lain-lain.

Ada banyak pilihan pakaian dan aksesoris dengan harga yang murah. Dengan mendapatkan baju kaos seharga Rp10.000 per potong, atau celana jeans seharga Rp35.000 per potong.

sepatu-melati.jpg

Retno salah satu pengunjung di Pajak Melati mengatakan, dirinya sudah lebih 5 tahun menjadi pelanggan setia di Pajak Melati Medan ini. Baginya, berbelanja di tempat ini sudah menjadi kebutuhan untuk melengkapi fesyennya sehari-hari.

"Gimana lagi bang, mau beli yang baru harga mahal. Untuk itu aku beli yang bekas-bekas saja tapi masih berkualitas. Barang-barang di sini banyak dari luar negeri kok," ujarnya kepada PingPoint.co.id.

Walaupun sempat menjadi primadona, Pajak Melati Medan ini sempat terpukul akibat Pandemi COVID-19. Pemberlakuan PPKM membuat pengunjung yang datang sangat jauh berkurang dari hari-hari sebelumnya.

Andi Gultom, salah satu pedagang baju bekas di Pajak Melati membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, pendapatannya jauh berkurang selama COVID-19.

[Baca Juga: Sebelum Bisnis Barang Bekas, Ketahui Istilah Preloved dan Garage Sale]

"Jauh berkurang, sebelum COVID-19, jumlah pengunjung di hari biasa saja bisa melebihi 100 orang perhari di tempat saya. Sekarang bisa dihitung dengan jari," katanya.

Saat pengunjung ramai, katanya dirinya dan pedagang yang lain tidak mengalami ketakutan dagangannya tidak terjual. Gultom menyebutkan, dalam monza tidak ada istilah tidak laku. Semua pakaian yang ada menurutnya laku, meski ada pakaian yang paling jelek bersisa atau yang biasa disebut “restan”, juga sangat laris dijual.

Selain pusatnya pakaian bekas, di Pajak Melati banyak terlihat para pedagang yang memasarkan barang dagangannya seperti kebutuhan bahan pokok, peralatan rumah tangga dan layaknya pasar, termasuk lengkap.


Read More

Pajak Melati Medan

Beli Pakaian Bekas atau Monza

None
None

Artikel Lainnya

1.jpg

Hobi dan Hiburan

Nuansa Natural di Pemandian Sumber Demoon Malang

26 October 2021, 19:03

Obyek wisata Sumber Demoon berlokasi di Jl. Simpang Anggodo, Lowoksuruh, Pusun Jabon, Mangliawan, Pakis, Kabupaten Malang.

IMG_26102021_071120_(1100_x_600_piksel).jpg

Hobi dan Hiburan

Pemandu Acara di Medan Terkena Dampak Saat Pandemi

26 October 2021, 17:03

Otomatis mempengaruhi penghasilannya dari nge-MC. Meski demikian, ia bersyukur karena ada acara-acara yang digelar webinar,

Program Bedas Sapujagat Cegah Angka Pernikahan Anak di Bandung

Kesehatan

Program Bedas Sapujagat Cegah Angka Pernikahan Anak di Bandung

26 October 2021, 16:34

Angka pernikahan anak di Kabupaten Bandung cukup tinggi sehingga membuat Pemkab dan pihak-pihak terkait mengadakan sebuah program untuk menghapus angka pernikahan dini di Kabupaten Bandung.

ITB Luluskan 2.596 Wisudawan dengan Menggelar Wisuda Hybrid, Wisudawan Program Magister dan Doktor Raih IPK Tertinggi.jpg

Pendidikan

ITB Luluskan 2.596 Wisudawan dengan Menggelar Wisuda Hybrid

26 October 2021, 15:32

ITB menggelar wisuda periode Oktober Tahun Akademik 2021/2022 secara Hybrid. Pelaksanaan tersebut berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya.


Comments


Please Login to leave a comment.