Bergerak jadi Kunci Tak Cepat Pikun dan Cegah Alzheimer

Kesehatan

Bergerak jadi Kunci Tak Cepat Pikun dan Cegah Alzheimer

Semakin tua, manusia semakin mengalami banyak perubahan. Tak hanya kulit yang keriput, rambut beruban, atau penglihatan yang kabur, tetapi organ maha penting dalam tubuh juga berubah, otak.

Volume otak seseorang akan menurun dengan rata-rata lima persen selama sepuluh tahun setelah menginjak usia empat puluh. Dengan kata lain, semakin tua, otak manusia akan semakin menyusut. Itu dijelaskan Direktur Pusat Penyakit Alzheimer di University of Kansas , Amerika Serikat Dr. Jeffrey Burns.

“Kita menggunakan ukuran otak untuk mengukur atrofi atau penyusutan otak. Semakin bertambahnya usia seseorang, semakin menyusut otaknya,” jelas Burns, melansir Healthline (6/3/2020).

[Baca Juga: Apa Olahraga Kardio yang Aman untuk Lansia?]

Apa yang sebenarnya terjadi ketika otak menyusut? Sederhananya, sel-sel otak akan hilang atau ukurannya semakin berkurang. Inilah mengapa orang tua yang sudah berumur lanjut sering lupa banyak hal dan disebut “sudah pikun”. Mungkin kondisi ini tidak diinginkan oleh banyak orang. Tentu orang lebih ingin menghabiskan masa tuanya dalam keadaan sehat secara fisik dan menggunakan otaknya dengan optimal.

Namun, Anda tak perlu khawatir. Penelitian terkini membuktikan kembali cara memperlambat penyusutan otak. Cara tersebut dapat dilakukan oleh orang berusia lanjut. Kuncinya adalah bergerak atau melakukan aktivitas fisik sederhana seperti berkebun, berdansa dan berjalan kaki.

Bergerak jadi Kunci Tak Cepat Pikun dan Cegah Alzheimer

Tentang Penelitian

Dipimpin oleh Dr. Yian Gu, asisten profesor Ilmu Neurologi di Columbia University, Amerika Serikat, penelitian yang akan dipublikasikan di American Academy of Neurology’s annual meeting bulan depan ini melibatkan 1.557 orang berusia 75 tahun.

Yian dan timnya memberi tes magnetic resonance imaging atau MRI pada mereka untuk mengetahui ukuran otak. Lalu, para lansia itu juga diberi tes yang membutuhkan daya ingat dan kemampuan berpikir serta ditanya tentang aktivitas fisik yang mereka lakukan. Tidak lupa pula untuk memeriksa kondisi fisik mereka.

Responden sebanyak 75 orang ini pun tak homogen. Mereka terdiri dari lansia yang tidak melakukan aktivitas fisik sama sekali dalam satu pekan, beraktivitas fisik kurang lebih 1-2 jam, dan 2-7 jam per pekan.

[Baca Juga: Makanan yang Harus Anda Hindari Sebelum Olahraga]

Hasilnya mereka yang beraktivitas fisik punya volume otak sebesar rata-rata 883 sentimeter kubik dan yang tidak aktif memiliki volume otak lebih kecil, yaitu rata-rata 871 sentimeter kubik. Mereka yang memiliki volume otak lebih besar mengungkapkan sering melakukan aktivitas fisik ringan seperti berkebun, berjalan kaki, dan berdansa.

Selisih dua belas sentimeter kubik di antara mereka menunjukkan bahwa lansia yang sering beraktivitas fisik mengalami penyusutan otak lebih lambat empat tahun. Oleh karena itu Yian menekankan orang yang berusia lanjut untuk memperbanyak aktivitas fisik demi memperlambat susutnya otak.

Bergerak jadi Kunci Tak Cepat Pikun dan Cegah Alzheimer

Bagaimana Aktivitas Fisik Memengaruhi Otak

Dr. Gary W Small, penulis buku The Small Guide to Alzheimer’s Disease menjelaskan bagaimana aktivitas fisik berpengaruh memperlambat penyusutan otak. Jika manusia bergerak, maka jantung akan lebih kuat. Jantung bertugas mentransfer nutrisi dan oksigen ke sel otak. Jadi ketika kita beraktivitas fisik lebih optimal maka nutrisi dan oksigen yang ditransfer ke otak pun lebih optimal. Ini yang membuat sel-sel otak lebih sehat dan lambat mengalami penyusutan.

Bagi lansia, berkebun, berjalan kaki, dan berdansa adalah kegiatan yang cukup membantu untuk mengoptimalkan jalannya nutrisi dan oksigen ke otak.

[Baca Juga: Komunitas Ini Ajak Masyarakat Lebih Peduli dengan Alzheimer]

Small lebih lanjut memaparkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk membuat otak menjadi sehat. Oleh karena itu, mengurangi penyusutan otak dengan cara beraktivitas fisik dapat dilakukan kapan saja, saat muda atau pun tua.

Ahli lain, yaitu Dr. Verna R Porter, Direktur Program Penyakit Alzheimer dan Demensia di Pacific Neuroscience Institute, Santa Monica mengungkapkan pentingnya penelitian ini.

“Penemuan ini penting karena banyak orang mengurangi aktivitas fisiknya ketika ia bertambah tua, “ ujar Verna. Ia menyarankan para lansia beraktivitas fisik setidaknya 150 menit per pekan.


Read More

Artikel Lainnya

Rayakan HUT ke-432, Warga Kota Medan Disajikan Hiburan Hingga Pemecahan Rekor Muri.jpg

Berita Kawasan

Rayakan HUT ke-432, Warga Kota Medan Disajikan Hiburan Hingga Pemecahan Rekor Muri

04 July 2022, 15:35

Pada pekan kemarin warga Kota Medan melihat langsung berbagai rangkaian perayaan HUT ke-432 Kota Melayu Deli yang berisi hiburan, termasuk menyaksikan langsung wali kotanya manggung!

Wow! Westlife Siapkan Konser Tambahan di Surabaya dan Sentul pada September 202 2.jpg

Hobi dan Hiburan

Wow! Westlife Siapkan Konser Tambahan di Surabaya dan Sentul pada September 2022

04 July 2022, 13:33

Setelah pengumuman tiket konser Westlife The Wild Dreams Tour di 11 Februari 2023 ludes terjual, ternyata boyband asal Irlandia itu akan menggelar konser tambahan lebih cepat di Indonesia pada tahun ini!

asuransi_anak_1.jpg

Kesehatan

Begini Langkah Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik Untuk Anak

04 July 2022, 13:00

Para orang tua tentu akan merasa lebih tenang jika buah hati kesayangannya telah memiliki proteksi kesehatan sejak dini.

Dear Orangtua, Pendaftaran PPDB SD Kota Depok 2022 Mulai Hari Ini.jpg

Pendidikan

Dear Orangtua, Pendaftaran PPDB SD Kota Depok 2022 Mulai Hari Ini

04 July 2022, 10:32

Bagi Anda yang memiliki buah hati yang memasuki usia sekolah SD maka persiapkan segala dokumen yang dibutuhkan mulai hari ini untuk pendaftaran PPDB.


Comments


Please Login to leave a comment.